Politik

Saksi KPU Papua Bantah Semua Keterangan Novela Nawipa

Wednesday, 13 Agustus 2014 | View : 917

JAKARTA-SBN.

Sejumlah saksi dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) mementahkan keterangan para saksi dari kubu pemohon pasangan calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) nomor urut 1 yang digadang-gadang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrat (PD), Partai Bulan Bintang (PBB), Letnan Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo dan Ir. H. M. Hatta Rajasa pada sidang lanjutan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (13/8/2014).

Menurut para saksi KPU RI, proses Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 di Papua telah berjalan dengan lancar, aman, dan sesuai dengan tahapan-tahapan  pilpres. “Kami sudah melakukan pembagian logistik secara benar, semua tempat ada pemilihan di Papua,” jelas Ketua KPU Provinsi Papua, Adam Arisoi, saat memberikan keterangan dalam sidang.

Ketua KPU Provinsi Papua, Adam Arisoi mengakui bahwa saksi nomor capres cawapres nomor urut 1 menyatakan keberatan atas rekapitulasi 10 distrik di beberapa kabupaten di Papua dengan persoalannya masing-masing. “Saya minta bukti kesalahan terkait penyelenggaraan rekapitulasi, tetapi saksi nomor satu tidak mau hadir sebagai saksi padahal sudah diundang,” tutur Adam Arisoi.

Adam Arisoi juga membantah tudingan intervensi dari pihak TNI dan Kepolisian dalam proses pilpres 2014. “Kami tidak bisa mengatakan bahwa TNI dan Polri melakukan intervensi, tetapi mereka membantu agar logistik sampai di setiap distrik,” tegasnya.

Sementara itu, anggota KPU Provinsi Papua, Beatrix Wanane mengatakan bahwa Pilpres 2014 di provinsi Papua berjalan lancar.

Saksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua, Beatrix Wanane membantah semua tuduhan dari saksi Prabowo Subianto-Hatta Rajasa bernama Novela Nawipa, S.IP. Menurutnya, pernyataan Novela Nawipa, S.IP. dalam kesaksiannya pada Selasa (12/8/2014) kemarin salah. "Ada versi yang salah, pemilihan telah dilaksanakan," terang Beatrix Wanane saat memberikan kesaksian dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (13/8/2014).

Novela Nawipa, S.IP. sebelumnya mempermasalahkan tidak adanya pemilihan presiden (pilpres) di Kampung Awabutu, Kabupaten Paniai. Bahkan saat hari H pencoblosan, tidak ada aktivitas pemilihan.

Ketua KPU Kabupaten Paniai, provinsi Papua, Hamna Wifa membenarkan tidak adanya pemungutan suara di Kampung Awaputu, Kabupaten Paniai, provinsi Papua seperti dikatakan saksi pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Novela Nawipa, S.IP. sebelumnya. “Pemungutan suara di Kampung Awaputu dipindah ke distrik di Paniai Timur. Memang bukan di desa itu, tetapi di distrik,” terang Hamna Wifa.

Menurut Beatrix Wanane, Kabupaten Paniai adalah salah satu dari 16 kabupaten di Papua yang melaksanakan pilpres dengan menggunakan sistem noken. Di Papua ada 29 kabupaten dan 16 menggunakan sistem noken. Menurutnya, 14 dari 19 kabupaten di provinsi Papua menggunakan sistem noken.

Beatrix Wanane juga menjelaskan, di Kabupaten Dogiyai pasangan nomor urut satu mendapatkan suara nol. “Sedangkan, 2 distrik di kabupaten Dogiyai, yakni Mapia Barat dan Mapia Tengah berdasarkan rekomendasi Bawaslu dan KPU di tingkat nasional suaranya dianulir atau di-nol-kan,” papar Beatrix Wanane.

Namun dia membantah pasangan Prabowo-Hatta mendapatkan suara nol di seluruh kabupaten di provinsi Papua. "Ada dua kabupaten di Papua pasangan nomor urut satu unggul," jelasnya.

Tidak hanya pasangan nomor urut satu, pasangan nomor urut dua, Jokowi-JK di Kabupaten Yahukimo mendapatkan nol suara. Di Kabupaten Yahukimo terdapat 9 distrik.

Beatrix Wanane tidak mengetahui apakah pasangan nomor urut satu punya saksi di tiap-tiap TPS di Papua. "Kalau tingkat provinsi ada," pungkasnya. (jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.537.390 Since: 05.03.13 | 0.1632 sec