Agama & Masyarakat

Teroris Bom Bali 1 Tewas Setelah Gabung ISIS

Monday, 11 Agustus 2014 | View : 1482

JAKARTA-SBN.

Mantan terpidana Bom Bali 2002 Abdul Rauf alias Sam dikabarkan tewas berperang di Suriah. Seorang sumber yang dekat dengan Abdul Rauf mengatakan pelaku perampokan Toko Emas Elita Serang pada Agustus 2002 itu tewas pada awal Mei 2014. Perampokan Toko Emas Elita Serang tersebut mengakibatkan tertembak dan tertembusnya perut anak perempuan pemilik toko itu oleh timah panas alias peluru.

"Ia mati sebagai syuhada'," kata sumber itu pada Senin (11/8/2014). Menurut dia, Abdul Rauf alias Sam yang juga terpidana Bom Bali 2002 bergabung dengan gerakan kelompok militan dari kelompok jihad radikal, The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), diterjemahkan sebagai the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) or the Islamic State in Iraq and al-Sham (ISIS) atau gerilyawan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS).

Kematian Abdul Rauf ini menambah jumlah warga Indonesia yang meninggal terkait dengan ISIS.

Sebelumnya, Riza Fardi alias Abu Muhammad al-Indunisi dilaporkan tewas pada November lalu.

Alumnus Pesantren Ngruki, Sukoharjo, itu berangkat ke Suriah pada 2012 dan dikabarkan tewas melalui pengumuman dari media yang berafiliasi ke Al-Qaeda, Shoutul Jihad.

Menurut si sumber, Abdul Rauf berangkat ke daerah konflik itu pada November 2013. "Dengan biaya sendiri," papar dia. Abdul Rauf berangkat ke Suriah dengan pesawat dari Jakarta ke Turki. Setelah itu, lanjut dia, Abdul Rauf menempuh perjalanan darat masuk ke Suriah.

Untuk diketahui sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Denpasar memvonis tiga terdakwa bom Bali dari kelompok Serang, yakni Andi Hidayat dan Junaidi yang divonis 15 tahun, serta Abdul Rauf 16 tahun penjara.

Vonis dibacakan dalam waktu hampir bersamaan di ruang yang berbeda, di Pengadilan Negeri Denpasar, Jalan Sudirman, Senin (8/9/2003).

Vonis Andi Hidayat dijatuhkan Hakim Ida Bagus Jadra di ruang Kresna. Vonis Junaidi dibacakan Hakim Gede Widnya di ruang Nakula, sedangkan Abdul Rauf divonis Hakim Gede Wirya di ruang Darmawangsa.

Ketiga hakim menyatakan, para terpidana terbukti secara sah bersama-sama menyediakan dana bagi para pelaku tindak pidana teror dan terbukti melakukan perampokan dengan cara kekerasan.

Dijelaskan, ketiga terpidana itu melakukan perampokan terhadap toko emas Elita Serang pada 22 Agustus 2002.

Hasil perampokan itu, berupa 4,5 kg emas, diserahkan kepada Imam Samudera yang terlahir Abdul Aziz, lahir di Lopang, Serang, provinsi Banten, 14 Januari 1969 meninggal di Nusa Kambangan, 9 November 2008 pada umur 39 tahun adalah terpidana mati dalam Bom Bali 2002.

Imam Samudera alias Abdul Aziz lantas menyerahkan hasil penjualan emas itu, sebesar Rp 30 juta, kepada Abdul Rauf.

Atas perintah Imam Samudera, Abdul Rauf memberikan uang itu, Rp 20 juta, kepada Amrozi melalui rekening terdakwa Mubarok.

Vonis itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa yakni 18 tahun penjara.

Hakim menyatakan, pertimbangan yang meringankan vonis itu antara lain para terpidana mengakui dan menyesali perbuatannya serta bertindak sopan selama persidangan.

Terdakwa dari kelompok Serang lainnya, Andri Oktavia divonis Senin (15/9/2003).

Perlu diketahui, usai upacara Detik-detik Proklamasi di LP Kerobokan Jalan Gunung Tangkuban Perahu Denpasar, Senin (17/8/2009), Kepala LP Kerobokan Denpasar Siswanto menuturkan, terpidana kasus terorisme lainnya telah dipindahkan dari Bali. Mereka terdiri napi Bom Bali I yakni Abdul Rauf alias Sam, Junaedi alias Amin alias Engkong, Andi Hidayat alias Agus, Andri Octavia dan Masykur Abdul Kadir, Suranto Abdul Ghani, dan Sarjio.

Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Markas Besar Kepolisian, Komisaris Jenderal (Komjen) Pol. Suparni Parto Setiono, mengatakan puluhan orang telah berangkat ke Suriah dan bergabung dengan milisi ISIS. "Termasuk mantan narapidana teror sudah berangkat ke Suriah untuk berjihad," kata dia.

Juru Bicara Markas Besar Kepolisian (Mabes Polri), Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Drs. Ronny Franky Sompie, S.H., M.H. mengungkapkan telah mendeteksi sejumlah warga Indonesia terlibat langsung dengan dengan ISIS. Berikutnya, 50-an WNI bergabung dengan ISIS di medan perang. "Kami dapatkan informasi tentang aktivitas sekitar 50 orang Indonesia yang berada di Irak dan Suriah," beber mantan mantan Karo Ops Polda Metro Jaya pada tahun 2009, Irjen Pol. Ronny Franky Sompie saat dihubungi awak media, Minggu (10/8/2014) kemarin.

Menurut mantan Kapolres Sidoarjo pada tahun 2003, Irjen. Pol. Ronny Franky Sompie, informasi aktivitas WNI ini diketahui dari laporan Kementerian Luar Negeri. Polisi, sambung mantan Karowasdik Bareskrim Polri tahun 2010 ini, terus berkoordinasi dengan kedutaan besar beberapa negara di Timur Tengah untuk terus mengikuti aktivitas ISIS dan keterlibatan warga Indonesia di sana.

Polisi juga bekerja sama dengan petugas imigrasi untuk memantau pergerakan orang Indonesia yang bertolak ke Timur Tengah terutama ke negara yang menjadi basis gerakan kelompok militan dari kelompok jihad radikal, The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), diterjemahkan sebagai the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) or the Islamic State in Iraq and al-Sham (ISIS) atau gerilyawan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS). (tem/jos)

See Also

Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Kepedulian Babinsa Kodim 0716/Demak Terhadap Tokoh Agama
Ngalap Berkah, Dandim 0716/Demak Ruwahan Dan Kirab Budaya
Bersama Bupati, Dandim 0716/Demak Buka Acara Tradisi Megengan Guna Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Kasdim 0716/Demak Hadiri Musyawarah Tamir Masjid Agung Demak
Danramil 03/Wonosalam Komsos Dengan Toga, Tomas, Dan Toda
Nuansa Religius Warnai HUT Kabupaten Demak Yang Ke-515
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Anton Ferdian Rilis Kisahku
Marie Muhammad Berpulang
K.H. Sofiyan Hadi Sebut Setiap Anak Itu Spesial
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.645.765 Since: 05.03.13 | 0.2039 sec