Ekonomi

Harga Elpiji Akan Naik

Monday, 11 Agustus 2014 | View : 845
Tags : Elpiji

JAKARTA-SBN.

Gas berukuran 3 kilogram mulai langka di pasaran, menyusul rencana Pertamina menaikkan harga gas elpiji non subsidi.

Di Jakarta, stok elpiji bersubsidi di sejumlah toko, pengecer dan mini market di kawasan Jakarta Selatan, kosong.

Pemerintah berencana merumuskan harga baru elpiji, khususnya elpiji 12 kilogram. Rencana itu diungkapkan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Susilo Siswoutomo pada Jumat (8/8/2014) pekan lalu.

Selain Pertamina yang terus merugi, menurut Susilo Siswoutomo, pertimbangan lain untuk merevisi harga elpiji adalah kebutuhan gas yang mencapai 4,3 juta ton per tahun. Produksi gas domestik hanya mampu mencukupi sekitar 1,3 juta ton per tahun. Karena itu, pemerintah harus mengimpor elpiji hingga 3 juta ton per tahun dengan anggaran impor kira-kira US$ 1.000 untuk satu ton elpiji. Dengan demikian, pemerintah harus merogoh kocek hingga US$ 3 miliar atau sekitar Rp 35,5 triliun untuk impor elpiji.

Berdasarkan kalkulasi tersebut, Susilo Siswoutomo menuturkan pemerintah perlu menaikkan harga elpiji 12 kilogram, mengingat elpiji jenis ini seharusnya sudah mengikuti harga pasar.

Juru Bicara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Saleh Abdurrahman mengakui rencana kenaikan harga elpiji 12 kg bisa mendorong masyarakat beralih menggunakan elpiji ukuran 3 kg. "Potensi migrasi sangat besar sekali ke arah itu," terang dia.

Menurut Saleh Abdurrahman, hingga kini lembaganya masih mengkaji permintaan kenaikan yang disampaikan pertamina tersebut. "Kami belum menyetujuinya, masih mengkaji," beber dia.

Pemerintah, sambung Saleh Abdurrahman, harus mempertimbangkan berbagai aspek termasuk dampak ekonomi dan psikologis masyarakat. "Maklum saat ini kan masih diberlakukan pembatasan BBM, jadi cari waktu yang tepatlah," lanjut dia.

Pengajuan rencana kenaikan harga gas itu, dianggap cukup pelik bagi pemerintah. Di satu sisi pertamina sebagai perusahaan negara dituntut tidak merugi akibat rendahnya harga jual. Namun dipihak lain masyarakat semestinya tidak terbebani akibat kenaikan itu. "Makanya kami terus mengkajinya, mulai dari dampak terhadap inflasi, pertumbuhan hingga daya beli," imbuh dia.

Ia menilai kenaikan yang disampaikan pertamina sudah disesuaikan kemampuan daya beli masyarakat. Rencana tersebut terbilang kecil jika dibandingkan kemampuan ekonomi masyarakat saat ini. "Waktunya tidak berdekatan dengan pembatasan BBM," tambahnya.

Saleh Abdurrahman juga mengakui rencana tersebut berpotensi mendongkrak anggaran subsidi elpiji ukuran 3 kg. "Ada kemungkinan, tapi kami masih mengkaji jumlahnya," papar Saleh Abdurrahman.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinasi Perekonomian Chairul Tanjung pekan lalu mengaku telah menerima pengajuan surat kenaikan harga elpiji ukuran 12 kilogram dari PT. Pertamina (Persero). "Ya sudah saya terima, tapi kewenangan itu (kenaikan) di bawah Presiden," ungkap dia di kantornya, Kamis (7/8/2014).

Menurutnya kebijakan kenaikan harga elpiji 12 kilogram sepenuhnya berada di bawah kewenangan pemerintah, Pertamina ujar dia mengajukan terlebih dahulu sebelum diputuskan presiden untuk diberlakukan kenaikan harga. "Belum ada waktu yang tepat (menaikan), saya mesti konsultasi dulu ke Presiden,” urai dia.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Hiswana Migas wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, Juan Tarigan mengatakan rencana kenaikan harga elpiji ukuran 12 kilogram akan menimbulkan perpindahan konsumen. Semula konsumen yang membeli gas berukuran 12 kilogram akan berpindah ke gas 3 kilogram yang masih disubsidi pemerintah. "Kemungkinan ke arah situ memang besar sekali," papar dia kepada awak media, Senin (11/8/2014).

Kenaikan harga elpiji 12 kilogram, lanjut Juan Tarigan, memang kewenangan penuh Pertamina selaku operator. Gas ukuran tersebut, sudah disepakati tidak akan masuk dalam public service obligation (PSO) untuk mendapatkan subsidi. Hal ini berbeda dengan elpiji bersubdisi 3 kilogram. "Di sini mulai dilema, sebab pemerintah ternyata ingin mengatur kenaikan harga gas 12 kilogram itu," papar Juan Tarigan.

Dia berharap, rencana tersebut sudah dipikirkan dengan matang oleh Pertamina dan pemerintah. Sebab sebelumnya Pertamina pernah memutuskan kenaikan harga namun dibatalkan. "Baru beberapa hari naik, eh turun lagi. Kami rugi karena Pertamina tidak mau mengembalikan kelebihan dari penurunan harga itu," tukas dia.

Senada dengan itu, Direktur Institute for Development of Economics and Finance, Enny Sri Hartati mengatakan, konsumen yang biasanya membeli elpiji berukuran 12 kilogram, bakal berpindah ke elpiji ukuran 3 kilogram. "Kebijakan ini akan membuat terjadinya trade off karena ada perbedaan harga yang sangat jauh," tutur Enny Sri Hartati saat dihubungi, Senin (11/8/2014). Akibatnya anggaran subsidi gas yang harus dikucurkan pemerintah akan membengkak. (tem/jos)

See Also

Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
Koperasi Kodim 0716/Demak Ikuti Pasar Murah
Babinsa Koramil 10/Kradenan Bersama Petani Panen Jagung
Babinsa Koramil 05/Cepu Bantu Petani Bajak Sawah
Persit Ranting 9/Kedungtuban Semangati Suami Tanam Padi
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.444.375 Since: 05.03.13 | 0.1775 sec