Internasional

Yingluck Shinawatra Kembali Ke Thailand

Monday, 11 Agustus 2014 | View : 746

BANGKOK-SBN.

Mantan Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra telah kembali ke Bangkok dari liburannya sesuai jadwal, membatalkan spekulasi bahwa ia mungkin meninggalkan negara untuk menghindari kasus yang sulit, kata media lokal Senin (11/8/2014).

Dia kembali ke Ibu Kota Bangkok pada sekitar pukul 22.00 waktu setempat, Minggu (10/8/2014), dengan jet pribadi dari Singapura dan meninggalkan bandara Don Mueang menggunakan pintu belakang, kata laporan Bangkok Post.

Dengan izin dari junta militer, Yingluck Shinawatra meninggalkan Thailand pada akhir Juli untuk berlibur di Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Selama liburannya, Yingluck Shinawatra dikabarkan menghadiri perayaan ulang tahun ke-65 kakaknya Thaksin Shinawatra, mantan perdana menteri yang kini tinggal di pengasingan, di Paris, Prancis.

Yingluck Shinawatra akan harus berjuang menghadapi kasus tingkat tinggi di mana Komisi Anti-Korupsi Nasional (NACC) telah menuduhnya melalaikan tugas dalam mengawasi skema perjanjian beras kontroversial.

NACC telah meneruskan kasus ini ke Kantor Jaksa Agung (OAG) untuk dakwaan.

Kejaksaan Agung belum memeriksa bukti dan saksi-saksi untuk memutuskan apakah ada alasan yang cukup untuk menjatuhkan dakwaan terhadap Yingluck Shinawatra di Divisi Kriminal Mahkamah Agung untuk Pemegang Posisi Politik.

Jika terbukti bersalah, Yingluck Shinawatra bisa menghadapi hukuman penjara serta larangan berpolitik selama lima tahun.

Sementara itu, satu panel investigasi Komisi Pemilihan (EC) telah dilaporkan menuduh mantan Perdana Menteri, bersama dengan mantan delapan menteri kabinet lainnya dan kepala polisi nasional, telah menyalahgunakan kekuasaan dengan menggunakan dana publik untuk kampanye pemilihan umum 2 Februari yang telah dibatalkan.

Semua yang terlibat dalam kasus ini akan dipanggil untuk membela diri di hadapan majelis hakim, sambil menunggu tindakan lebih lanjut.

Komisi Pemilu akan harus memutuskan apakah akan membawa kasus tersebut ke Kasus Pemilu Divisi Mahkamah Agung untuk pemerintah.

Jika terbukti bersalah, mereka yang terlibat bisa menghadapi hukuman hingga 10 tahun penjara, denda maksimum 200.000 baht atau sekitar US$ 6.186 dan larangan 10 tahun dari kesertaan pemilu. (ana/xinhua/bp)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.498.472 Since: 05.03.13 | 0.282 sec