Politik

Tim Pasangan Prabowo-Hatta Serahkan 12 Boks Berisi Bukti Ke MK

Friday, 08 Agustus 2014 | View : 667

JAKARTA-SBN.

Tim hukum pasangan calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) nomor urut 1 yang digadang-gadang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrat (PD), Partai Bulan Bintang (PBB), Letnan Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo dan Ir. H. M. Hatta Rajasa menjelaskan, kontainer yang digunakan untuk mengangkut barang bukti ke Mahkamah Konstitusi (MK) adalah kotak biasa, bukan mobil truk.

"Bukti yang dibawa kontainer maksudnya bukan truk, tapi kontainer kotak, dan jumlahnya banyak," ungkap Doktor Ilmu Hukum alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia Depok yang sekarang sebagai anggota tim hukum pasangan calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Dr. Maqdir Ismail di Gedung MK, Jakarta, Jumat (8/8/2014).

Soal jumlah bukti dalam kontainer, Maqdir Ismail yang pada 23 Juli 2005 hari Sabtu siang lulus dengan predikat sangat memuaskan dalam sidang promosi Doktornya di Balai Sidang Djoko Soetono, Universitas Indonesia, Depok dengan promotor Profesor Sutan Remy Syahdeini, tak tahu pasti.

Pada sekitar pukul 15.40 WIB, pada sidang lanjutan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) pemilu presiden (Pilpres) 2014 di MK, Tim pasangan Prabowo-Hatta kembali menyampaikan bukti dugaan kecurangan yang diangkut dalam 10 kotak.

Sebelumnya, tim hukum pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengantarkan bukti permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) berupa sejumlah berkas ke Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis (7/8/2014) siang.

Berkas-berkas tersebut diletakkan dalam 12 boks berukuran sedang berwarna merah jambu atau pink. Setiap boks berisi lima bundel berkas lampiran yang cukup tebal.

Setibanya di Gedung MK pada pukul 13.00 WIB, boks tersebut langsung diangkut masuk ke dalam ruang sekretariat penerimaan perkara konstitusi di lobi MK.

Salah satu tim hukum pasangan Prabowo-Hatta, Syahroni, menjelaskan, berkas yang diantar ini merupakan lampiran dari berkas perbaikan permohonan yang telah diajukan sebelumnya. Berkas tersebut berupa data dan keterangan saksi hingga data dari formulir penghitungan suara per tingkatan, mulai dari C1, D1, DA1, DB1, DC, hingga DD.

"Semuanya lengkap ada di sini," beber Syahroni sambil menunjuk ke arah boks.

Syahroni menambahkan, bukti yang diantarkan hari ini hanyalah sebagian kecil dari yang mereka punya.

Bukti lainnya akan dibawa dan ditunjukkan kepada Majelis Hakim MK ketika sidang berlangsung. “Karena ini lampiran perbaikan permohonan, kita bawa sekarang. Bukti lainnya saat sidang-sidang selanjutnya akan terus kita bawa," paparnya.

Sebelumnya, Majelis Hakim konstitusi meminta pihak pemohon, yakni Prabowo-Hatta, memperbaiki substansi gugatan.

Tim pembela Koalisi Merah Putih mengajukan tiga permintaan kepada MK. Selain membatalkan Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 355 dan Nomor 356/Kpts/KPU/2014 tentang penetapan hasil suara nasional dan penetapan pasangan calon terpilih, tim pasangan Prabowo-Hatta meminta MK menetapkan perolehan suara baru sesuai dengan hasil penghitungan mereka.

Hasil penghitungan tim pasangan Prabowo-Hatta adalah 67.139.153 suara untuk Prabowo-Hatta dan 66.435.124 suara untuk Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Apabila MK tidak sependapat dengan permintaan itu, tim pasangan Prabowo-Hatta meminta MK memerintahkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) Indonesia. Jika tetap tidak bersedia, maka MK diminta memerintahkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di beberapa tempat di 10 provinsi.

Seperti dikabarkan sebelumnya, anggota Tim Hukum pasangan Prabowo-Hatta Alamsyah Hanafiah mengatakan, pihaknya menemukan banyak bukti dugaan pelanggaran dan kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaan pemilu presiden (Pilpres) 2014. Bukti yang diangkut ada sekitar 10 truk. “Bukti-bukti kita cukup banyak. Bukti kita ada sekitar 10 truk yang akan dibawa ke MK,” beber Alamsyah Hanafiaj kepada wartawan di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Kamis (24/7/2014).

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) salah satu mitra koalisi yang mengusung pasangan Prabowo-Hatta.

Alamsyah Hanafiah menuturkan, bukti-bukti tersebut antara lain dugaan kecurangan yang terjadi di 52.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Indonesia. (kom/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.501 Since: 05.03.13 | 0.1469 sec