Nasional

Djoko Suyanto Sebut ISIS Tak Boleh Ada Di Indonesia

Wednesday, 06 Agustus 2014 | View : 1582

BANTUL-SBN.

Keberadaan kelompok ekstremis militan bersenjata dari kelompok jihad radikal, The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), diterjemahkan sebagai the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) or the Islamic State in Iraq and al-Sham (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau gerilyawan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) di Timur Tengah mulai menyebar ke Indonesia dengan beredarnya video pernyataan dukungan terhadap ISIS oleh orang Indonesia di media sosial.

Pemerintah Indonesia melarang tegas adanya paham Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang berubah nama jadi IS. ISIS tidak boleh ada di Indonesia.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI ke-11, Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto, dalam kunjungannya di Yogyakarta memberikan pernyataan berkaitan dengan organisasi Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) yang belakang santer pemberitaannya.

Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Indonesia sejak 22 Oktober 2009, Marsekal TNI (Purn.) Djoko Suyanto menyatakan menolak paham ISIS berkembang di Indonesia karena tidak sesuai dengan ideologi Pancasila dan kebhinekatunggalikaan yang menaung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Paham ISIS, sebutnya, bukan agama jika dikaitkan dengan ideologi Negara Indonesia maka bertentangan dengan Pancasila. “Pemerintah dan negara menolak dan tidak mengizinkan paham ISIS yang akhir-akhir ini menjadi IS (Islamic State) berkembang di Indonesia karena tidak sesuai dengan ideologi Pancasila dan kebhinekaan kita di bawah naungan NKRI," tegas Panglima TNI pertama yang berasal dari kesatuan TNI-AU sepanjang sejarah Indonesia, Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto dalam jumpa pers setelah rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (4/8/2014).

Menko Polhukam Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto mengatakan setiap pengembangbiakan paham tersebut harus dicegah dan Indonesia tidak boleh menjadi tempat bersemayam paham ISIS. "Setiap upaya pengembangbiakan paham ISIS harus dicegah. Indonesia tidak boleh menjadi tempat persemaian paham yang tidak sesuai dengan azas kebhinekaan," tandas Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto di Jakarta, Senin (4/8/2014).

Oleh karenanya, Pemerintah melakukan beberapa langkah Untuk mencegah pengembangbiakan paham ISIS tersebut. "Mencegah berdirinya perwakilan-perwakilan dalam bentuk formal atau informal oleh semua pihak dan seluruh komponen masyarakat," tegasnya.

Mantan Komandan Skadron Udara 14, Komandan Lanud Iswahyudi, Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional, Komandan Komando Pendidikan TNI-AU, Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Udara, ini menegaskan bahwa warga Indonesia harus menghormati negaranya sendiri yang menganut asas kebhinekaan yang terdiri dari beragam suku, agama, ras, dan golongan.

Lulusan Akabri (di Akademi Angkatan Udara) tahun 1973, sama dengan Laksamana Slamet Soebijanto (Kepala Staf Angkatan Laut), Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto, Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Endang Suwarya, dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini juga mengemukakan, salah satu tindakan yang bakal dilakukan pemerintah adalah mencegah berdirinya perwakilan formal dari ISIS.

Penerbang pesawat tempur F-5 Tiger II yang berpangkalan di Pangkalan Udara TNI-AU Iswahyudi, Madiun ini mengutarakan harapannya agar seluruh komponen masyarakat dapat mencegah penyebaran paham ISIS di Indonesia.

Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia dari 13 Februari 2006 sampai 28 Desember 2007, Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto memaparkan pemerintah sudah turun tangan menindaklanjuti kabar yang beredar di kalangan masyarakat. Dia mengajak masyarakat untuk turut serta membangun kesadaran agar tak terpengaruh ajakan untuk bergabung dengan ISIS.

“Pemerintah sudah melakukan pendekatan secara persuasif dengan tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Kami akan memberikan penyadaran kepada mereka yang bergabung dengan ISIS dan mengajak kembali untuk menganut idiologi Negara Indonesia,” pungkasnya.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (TNI-AU) dari 23 Februari 2005 hingga 13 Februari 2006 ini juga mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak terlibat dalam ISIS. “Kita hidup di Indonesia, cari makan di Indonesia, kalau ada orang yang mengakui kebaikan hati negara lain yang tidak sesuai dengan idiologi dan kebinekaan kita, tugas kita untuk memberikan pengarahan dan pencerahan,” tutupnya. (jos)

See Also

Total Pasien Positif Virus Corona Bertambah Jadi 134
Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.011.069 Since: 05.03.13 | 0.1976 sec