Politik

Ketua MK Ancam Usir Keluar Saksi Pasangan Prabowo-Hatta Dari Sidang

JAKARTA-SBN.

Sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) kembali dilanjutkan usai istirahat makan siang.

Agendanya untuk mendengarkan saksi-saksi pasangan calon presiden (capres) cawapres nomor urut 1 yang digadang-gadang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrat (PD), Partai Bulan Bintang (PBB), Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Saat mendengarkan saksi, ada kejadian yang menyita perhatian. Kejadian itu saat saksi pasangan Prabowo-Hatta asal Surabaya, Rahmatullah Al Amin memberikan keterangan.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva sempat menegur salah satu saksi dari kubu pasangan Prabowo-Hatta, Rahmatullah Al Amin. Saksi itu berasal dari Kota Surabaya. Hamdan Zoelva terlihat geram karena Rahmatullah Al Amin terus berbicara soal adanya kecurangan di Jawa Timur walau sudah disuruh berhenti karena sidang akan diskors. Rahmatullah Al Amin hampir diusir oleh Ketua MK, Hamdan Zoelva. Alasannya karena menyatakan keterangan yang ia berikan berdasarkan media.

Seorang saksi dari kubu pasangan calon presiden (capres) cawapres nomor urut 1 yang digadang-gadang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrat (PD), Partai Bulan Bintang (PBB), Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terbawa emosi dan menangis saat menyampaikan keterangan di sidang sengketa Pemilu Presiden (Pilpres) 2014.

Saksi itu bernama Rahmatullah Al Amin, anggota tim sukses pasangan Prabowo-Hatta di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Air mata Rahmatullah Al Amin mulai menetes saat bercerita tentang kecurangan yang terjadi dalam penyelenggaraan pemilu presiden (pilpres) 2014 di provinsi Jawa Timur.

Ia mengaku mendapat amanat dari warga Surabaya untuk mengungkapkan kecurangan tersebut di hadapan Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). "Saya bawa suara teman-teman di Surabaya, Yang Mulia. Ini saya punya buktinya," kata Rahmatullah Al Amin sambil terisak saat bersaksi dalam persidangan di Gedung MK, Jakarta, Jumat (8/8/2014).

Rahmatullah Al Amin mengungkapkan bahwa  Wali Kota Surabaya yang menjabat sejak 28 September 2010, Ir. Tri Rismaharini, M.T. dan jajarannya berpihak kepada pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK).

Awalnya, Rahmatullah Al Amin memberikan keterangan soal dugaan kecurangan dan pelanggaran saat pemilu presiden (Pilpres) 2014 di Surabaya. Saksi asal Jawa Timur itu menduga terjadi kecurangan di Surabaya.

Tiba-tiba dia curhat bahwa Wali Kota Surabaya, Ir. Tri Rismaharini, M.T. sesumbar bahwa pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) bakal menang. Pernyataan Tri Rismaharini inilah yang dipersoalkan oleh Rahmatullah Al Amin.

Rahmatullah Al Amin lalu membacakan kliping berita yang memuat pernyataan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Di media itu, Tri Rismaharini mengatakan utangnya lunas ketika pasangan Jokowi-JK dapat suara lebih banyak dari pasangan Prabowo-Hatta di Surabaya. “Pernah di media, Wali Kota Surabaya (Tri Rismaharini), dia bilang di sana menang, ya benar menang," beber Rahmatullah Al Amin, di ruang sidang, Jumat (8/8/2014).

Menurutnya, wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya sepanjang sejarahnya, Tri Rismaharini pernah mengatakan bahwa hutangnya lunas ketika pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla mendapat perolehan suara lebih banyak dari pasangan Prabowo-Hatta di Surabaya.

Untuk membuktikan tuduhannya, Rahmatullah Al Amin mengeluarkan sebuah kliping berita yang memuat pernyataan Tri Rismaharini tersebut. "Dan ternyata benar kami kalah telak yang mulia," lanjutnya.

Namun, aksi pria berambut tipis ini tampaknya tidak berhasil membuat Ketua MK Hamdan Zoelva terkesan.

Mendengar hal itu, Hamdan Zoelva menyarankan agar tidak menggunakan data berdasarkan pemberitaan dari media. Hamdan Zoelva yang memimpin jalannya persidangan justru memerintahkan Rahmatullah Al Amin untuk segera menghentikan kesaksiannya. Hamdan Zoelva pun menyarankan agar Rahmatullah Al Amin tidak menyertakan media dalam memberikan keterangan. Menurut Hamdan Zoelva bisa saja informasi yang di terima salah.

Hamdan Zoelva lalu meminta Rahmatullah Al Amin tak melanjutkan ucapannya. "Jangan diteruskan, cukup ya," perintah Hamdan Zoelva.

Menurutnya, keterangan dari media tak dapat dijadikan bukti kuat dalam persidangan PHPU ini, karena bisa jadi tidak benar.

"Iya sudah, jangan sampai bawa media," ucap Hamdan Zoelva. "Jangan disampaikan yang dari media, karena itu bisa saja tidak benar," tegas Hamdan Zoelva.

"Itu tidak bisa dijadikan bukti, media bisa salah, bisa betul," imbuh Hamdan Zoelva.

Tetapi Rahmatullah Al Amin tidak menghiraukan peringatan itu. Rupanya, perintah Hamdan Zoelva yang memimpin jalannya sidang saksi abaikan. Bukannya menuruti ucapan Hamdan Zoelva, Rahmatullah Al Amin justru kekeuh terhadap pendapatnya. Rahmatullah Al Amin malah terlihat ngotot.

Rahmatullah Al Amin pun melanjutkan keterangannya, sambil menguraikan bukti yang dibawa, perlakuan tak adil penyelenggara pemilu di Surabaya yang merugikan pasangan Prabowo-Hatta. Ia terus saja berbicara mengenai berbagai kecurangan yang dialami pasangan Prabowo-Hatta. Bahkan Rahmatullah Al Amin mengaku memiliki kumpulan berita dari pemberitaan kubu pasangan Prabowo-Hatta kalah. Dia sesumbar memiliki kliping dari pemberitaan tersebut. "Ini saya punya bukti Pak Hakim. Saya punya klipingnya,” tukas Rahmatullah Al Amin dalam keterangannya di muka persidangan.

Sikap Rahmatullah Al Amin ini terang membuat Hamdan Zoelva sedikit emosi. Ketua MK Hamdan Zoelva mewanti-wanti saksi yang diajukan pasangan Prabowo-Hatta jangan terus mengoceh.

Hamdan Zoelva pun akhirnya menegur keras saksi tersebut karena tidak mengerti apa yang dibicarakan Hakim. Hamdan Zoelva beragumen apa yang disampaikan Rahmatullah Al Amin tidak memiliki dasar yang kuat.

Ia pun mengancam akan mengeluarkan pria yang bertugas sebagai saksi Prabowo-Hatta saat rekapitulasi suara di tingkat Kota Surabaya itu dari ruang sidang.

Rahmatullah Al Amin baru benar-benar berhenti berbicara setelah kali ini Hamdan Zoelva menegurnya dengan keras. Hamdan Zoelva meminta Rahmatullah Al Amin mematuhi peraturan persidangan. "Saya ingatkan, kalau saya bilang cukup, ya cukup. Atau nanti saya bisa keluarkan anda dari ruang sidang,” tegur Hamdan Zoelva tegas sebelum menskors sidang di Gedung MK, Jumat (8/8/2014).

Setelah ditegur oleh Ketua MK, Rahmatullah Al Amin akhirnya memilih diam dan duduk kembali. Kemudian Hamdan Zoelva menskors sidang pukul 15.45 WIB. Sidang akan dilanjutkan kembali pukul 16.15 WIB.

Sidang dilanjutkan dengan keterangan saksi Prabowo-Hatta lainnya. Dalam persidangan kali ini, pasangan Prabowo-Hatta menghadirkan 25 saksi untuk memberi keterangan.(jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.492 Since: 05.03.13 | 0.1486 sec