Politik

Bawaslu Bilang Prabowo Subianto Harus Buktikan Pemilu Lebih Buruk Dari Korea Utara

Thursday, 07 Agustus 2014 | View : 745

JAKARTA-SBN.

Pernyataan calon presiden (capres) nomor urut 1 yang digadang-gadang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrat (PD), Partai Bulan Bintang (PBB), Letnan Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo  soal pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 di Indonesia yang disamakan dengan pilpres yang berlangsung di negara fasis dan komunis menuai kritik.

Saat berpidato di Mahkamah Konstitusi (MK), capres nomor urut 1 tersebut, Prabowo Subianto berkeluh kesah soal kecurangan-kecurangan yang dialaminya saat pilpres lalu seperti mendapat suara nol di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto  menyatakan tak mungkin dirinya mendapat suara nol karena didukung tujuh partai besar dan mendapat 62 persen suara di pemilu legislatif. "Ini hanya terjadi di negara seperti Korea Utara," ungkap Prabowo Subianto dalam sidang sengketa pilpres MK, Rabu (6/8/2014).

"Maaf saya ralat. Di Korea Utara saja tidak terjadi. Mereka pun bikin 97 persen, atau 99 persen. Ini hanya terjadi di negara fasis di negara komunis. Di negara lain tidak ada," cetus Prabowo Subianto.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun turut angkat bicara terkait pernyataan capres nomor urut 1 yang digadang-gadang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrat (PD), Partai Bulan Bintang (PBB), Letnan Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo di Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyamakan pemilu di Indonesia dengan Korea Utara.

Bawaslu memahami dan memaklumi posisi Prabowo Subianto sebagai pemohon atau penggugat bila mengeluarkan statement demikian dan hal itu adalah hal yang biasa. "Pertama artinya kita paham proses di MK proses hukum, bahwa peserta pemilu yang tak puas dengan KPU bisa digugat di MK," cetus Komisioner Bawaslu Nelson Simanjuntak kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (7/8/2014).

Menurut Nelson Simanjuntak, apa yang disampaikan Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto dengan menyamakan pemilu di Korea Utara tentunya harus dibuktikan dalam acara persidangan di MK. Sehingga, apa yang menjadi permohonan Prabowo Subianto tidak hanya sebatas retorika pernyataan semata. "Kita kemarin sudah melihat di MK berjalan dengan baik sesuai mekanisme, dan sejumlah hakim memberikan saran-saran," tukas alumnus S1 Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut. "Pernyataan Prabowo pemilu Indonesia lebih buruk dari Korea Utara saya kira itu alasan yang dilakukan pihak penggugat untuk mempengaruhi hakim, itu sah-sah saja," imbuh Nelson Simanjuntak. (jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.537.421 Since: 05.03.13 | 0.1534 sec