Politik

Prabowo Subianto Merasa Tersakiti Dengan Proses Pemilu Presiden 2014

Wednesday, 06 Agustus 2014 | View : 498

JAKARTA-SBN.

Calon presiden (capres) nomor urut 1 yang digadang-gadang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrat (PD), Partai Bulan Bintang (PBB), Letnan Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo mengaku bahwa pihaknya merasa tersakiti dengan proses Pemilu Presiden (pilpres) 2014.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto menuding adanya praktik penyimpangan, ketidakjujuran, dan ketidakadilan yang dilakukan penyelenggara pemilu.

Dalam sidang perdana gugatan pemilu presiden (Pilpres) 2014 di MK, Prabowo Subianto berkeluh kesah mendapatkan suara nol di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dalam sidang perdana di Mahkamah Konstitusi (MK), Prabowo Subianto memberi contoh dirinya dan Hatta Rajasa tidak mendapat suara sama sekali di ratusan Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat Pilpres 9 Juli lalu. Namun, Prabowo Subianto tak memberi contoh lokasi TPS.

Padahal, sambung Prabowo Subianto, dirinya dan Hatta Rajasa didukung hingga 7 partai politik (parpol) yang memperoleh hingga 62% suara saat pemilu legislatif April 2014 lalu.

Di sisi lain, tanpa menyebut nama, Prabowo Subianto mengatakan bahwa pasangan capres lain memperoleh suara 100%.

Dia pun menilai, hal ini tidak mungkin terjadi di negara demokrasi seperti Indonesia. Prabowo Subianto pun lantas menyamakan pemilu di Indonesia dengan pemilu di Korea Utara.

Awalnya, Prabowo Subianto menyebut hal seperti itu hanya terjadi di negara totaliter di Korea Utara. Belakangan, ia meralat pernyataannya. “Saya ralat, di Korea Utara pun tidak terjadi, mereka bikin 99%. Di kita (Indonesia) ada yang 100%.

Ini luar biasa, ini hanya terjadi di negara totaliter, fasis, komunis,” ketus Prabowo Subianto di Gedung MK, Jakarta, Rabu (6/8/2014).

Untuk diketahui, pasangan calon presiden (capres) nomor urut 2, Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) juga tidak mendapatkan satu suara pun di 17 TPS di Desa Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, pulau Madura, provinsi Jawa Timur. Seluruh suara pemilih di 17 TPS ini diraih oleh pasangan capres cawapres nomor urut 1, Prabowo-Hatta. Secara total, pasangan Prabowo-Hatta menang telak di kabupaten Sampang di pulau Madura tersebut. (jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.542.053 Since: 05.03.13 | 0.1931 sec