Nasional

Panglima TNI Bilang ISIS Tak Boleh Berkembang Di Indonesia

Monday, 04 Agustus 2014 | View : 1177

JAKARTA-SBN.

Sidang Paripurna DPR RI pada tanggal 27 Agustus 2013 menyetujui Jenderal asal Kediri ini sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI)  baru pengganti Laksamana Agus Suhartono, Jenderal TNI Dr. Moeldoko yang menilai keberadaan kelompok militan dari kelompok jihad radikal, The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), diterjemahkan sebagai the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) or the Islamic State in Iraq and al-Sham (ISIS) atau gerilyawan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) sebagai ancaman.

Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko menegaskan kelompok militan dari kelompok jihad radikal, The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), diterjemahkan sebagai the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) or the Islamic State in Iraq and al-Sham (ISIS) atau gerilyawan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) tak boleh berkembang di Indonesia karena dapat menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. Ini mengancam keutuhan NKRI dan mengarah pada tindakan makar.

Mantan Panglima Kodam XII/Tanjungpura (2010) ini tegas mengatakan, bahwa ISIS tidak boleh berkembang di Tanah Air. “Isu ISIS sangat penting. Oleh karenanya, ISIS nggak boleh berkembang di Indonesia. Mereka bisa dikatakan makar karena mengganti bentuk negara dan Pancasila. Pengikutnya bisa dipidana," tegas Panglima TNI usai acara halalbihalal bersama Prajurit TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (4/8/2014).

Menurut mantan Panglima Kodam III/Siliwangi (2010), keberadaan ISIS akan memberikan ancaman bagi rakyat Indonesia. Paham-paham radikal seperti ISIS cenderung merasa benar sendiri.

"Kalau berkembang repot negara ini," tukas mantan Wakasad (2013), Jenderal TNI Dr. Moeldoko usai acara Halalbihalal bersama Prajurit TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (4/8/2014).

Pernyataan itu disampaikan mantan Wakil Gubernur Lemhannas (2011), Jenderal TNI Moeldoko kepada wartawan di Markas Besar (Mabes) TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (4/8/2014) pagi. Ketika itu, ia tengah mengadakan acara halal bihalal bersama para petinggi dan prajurit serta staff di lingkungan TNI.

Menurut peraih gelar doktor Program Pascasarjana Ilmu Administrasi FISIP Universitas Indonesia (UI) pada 15 Januari lalu, dengan desertasinya "Kebijakan dan Scenario Planning Pengelolaan Kawasan Perbatasan di Indonesia (Studi Kasus Perbatasan Darat di Kalimantan), Jenderal TNI Moeldoko, Indonesia adalah bangsa yang pluralis. Maka katanya, keberadaan ISIS sangat meresahkan dan bisa membuat bangsa menjadi terpecah belah jika dibiarkan.

Menurut KSAD terpendek dalam sejarah militer di Indonesia seiring pengangkatan dirinya sebagai Panglima TNI Jenderal Moeldoko, keberadaan ISIS akan memberikan ancaman bagi rakyat Indonesia karena dapat menimbulkan perpecahan. “Bangsa ini bisa menjadi terpecah. Karena ya kalau berbicara pluralisme, itu jadi repot nanti kita. Ada kecenderungan simbol-simbol itu menjadi hak milik perorangan. Nggak boleh dong," imbuh Jenderal TNI Moeldoko saat ditanya soal bahaya keberadaan ISIS di Indonesia.

Ketika ditanya, apakah keberadaan ISIS di Indonesia akan terjadi makar, menurut Panglima TNI, itu bisa mengarah ke sana bila ingin mengubah NKRI. Ditambahkan mantan Kasdam Jaya (2008), Jenderal TNI Moeldoko, dirinya juga khawatir jika ISIS dibiarkan, berpotensi menimbulkan gerakan makar. "Bisa ke sana (makar). Bisa," ucapnya. "Tapi nanti kita akan bicara lebih jauh (soal ISIS). Silahkan tanya minggu depan boleh, saya siapkan," sambung Jenderal TNI Moeldoko.

Alumnus Akabri tahun 1981 dengan predikat terbaik dan berhak meraih penghargaan bergengsi Bintang Adhi Makayasa ini, Jenderal TNI Dr. Moeldoko mengaku masalah ISIS akan dibahas serius.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah memanggil para pejabat terkait membahas masalah tersebut.

Senin (4/8/2014) pagi ini, mantan Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad (2010), Jenderal TNI Moeldoko akan berangkat ke Istana Negara di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Ia mengaku akan bertemu Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membahas soal ISIS. "Hari ini saya rapat kabinet membahas tentang ISIS. Nanti setelah rapat baru saya jelaskan perkembangannya," ungkap mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat sejak 20 Mei 2013 hingga 30 Agustus 2013.

“Nanti kita bicara lebih jauh. Saya mau rapat dulu di sini (Mabes TNI) sekarang soal ISIS, lalu sebentar lagi di Istana mau rapat bicara tentang ini. Biar nggak ada miss," pungkas peraih gelar doktor Program Pascasarjana Ilmu Administrasi FISIP Universitas Indonesia (UI) pada 15 Januari lalu, dengan desertasinya "Kebijakan dan Scenario Planning Pengelolaan Kawasan Perbatasan di Indonesia (Studi Kasus Perbatasan Darat di Kalimantan), Jenderal TNI Moeldoko seraya berjalan menuju mobil dinasnya untuk berangkat ke Istana Negara. (jos)

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.609.056 Since: 05.03.13 | 0.1279 sec