HAM

HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa

Friday, 01 Agustus 2014 | View : 1641
Tags : Hmi, Isis

JAKARTA-SBN.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menyatakan tidak memberi dukungan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang mendukung gerakan kelompok militan dari kelompok jihad radikal, The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), diterjemahkan sebagai the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) or the Islamic State in Iraq and al-Sham (ISIS) atau gerilyawan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS), baik yang berada di luar negeri ataupun di dalam negeri.

Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merasa jijik pada warga negara Indonesia yang mendukung gerakan kelompok militan dari kelompok jihad radikal, The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), diterjemahkan sebagai the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) or the Islamic State in Iraq and al-Sham (ISIS) atau gerilyawan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) baik yang berada di luar negeri ataupun di dalam negeri.  

Warga Negara Indonesia (WNI) pendukung ISIS disebutkan tanpa sadar mengkhianati negaranya sendiri, yang sudah didirikan dengan darah para pahlawan bangsa yang sebelumnya diikat dengan Sumpah Pemuda. Demikian diungkapkan Sekjen PB HMI, Muhammad Chairul Basyar, dalam rilis yang diterima wartawan di Jakarta, Jumat (1/8/2014).

Para tokoh nasional mulai menyatakan kekhawatirannya atas masuknya pendukung ISIS ke Indonesia.

Bahkan sekelompok WNI tersebut menyebarkan video tentang dukungannya atas ISIS pekan ini.

Satu hal yang menonjol dari para pendukung ISIS dari Indonesia adalah mereka menolak keberagaman dan pluralisme yang menjadi akar budaya kebhinnekaan Indonesia.

“Negara Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi keberagaman, yang mengakui keberadaan kelompok yang satu dan yang lainnya. Di Indonesia keberagaman diikat dengan Sumpah Pemuda, yakni ber-Tanah Air, berbangsa dan berbahasa satu. Namun tidak ada ada yang mengikat Indonesia dalam satu agama," tutur aktivis HMI tersebut, Muhammad Chairul Basyar.

Ketua Umum Badan Koordinator HMI Jabotabeka-Banten ini, Ilung, panggilan akrab Muhammad Chairul Basyar menandaskan bahwa Indonesia adalah satu bangsa yang terdiri dari berbagai suku dan bahasa daerah. Oleh karena itu selain berbangsa, bahasa Indonesia adalah pengikat berbagai suku dengan berbagai keragaman bahasanya masing-masing. Berbagai suku itulah yang kemudian secara bersama-sama dan menyadari keberadaan masing-masing mengakui Indonesia sebagai tanah airnya.

"Bangsa Indonesia adalah bangsa yang menempati pulau dan laut dari Sabang sampai Merauke. Kami tidak lahir dan tinggal di Irak ataupun Suriah, yang sangat jauh dari Indonesia. Dan di Tanah Air Indonesia inilah, semua agama hidup dalam kebebasannya. Sehingga kami merasa jijik jika ada orang Indonesia yang seakan-akan hidup tidak di Indonesia bahkan layaknya mereka adalah warga asing bagi negaranya sendiri," tegas mantan Ketua Umum Badan Koordinator HMI Jabotabeka-Banten ini, Ilung.

Oleh karena itu, Ilung panggilan akrab Muhammad Chairul Basyar, yang bersama pengurus PBHMI lainnya ke Vatikan pada 2011 dan Rusia pada 2012 dalam kunjungan pluralisme dan nasionalisme, menandaskan pemuda Indonesia tidak perlu membesar-besarkan ISIS. Membesar-besarkan ISIS sama saja memberi ruang promosi bagi dikenalnya organisasi itu secara lebih luas dan menimbulkan kekhawatiran bagi bangsa Indonesia. "Mengembangkan budaya nasional serta daerah adalah penting untuk melawan gerakan pengaruh asing. Adalah penting bagi bangsa Indonesia untuk memelihara warisan budaya nenek moyang yang ada di negeri sendiri. Indonesia harus melawan rasa takut terhadap segelintir orang yang menyebarkan virus permusuhan, ketakutan, dan kedengkian bagi bangsanya sendiri," terang mantan Ketua Umum Badan Koordinator HMI Jabotabeka-Banten lagi.

Selain itu, Sekjen PBHMI itu mengurai lebih lanjut, bahwa Nabi Muhammad tidak pernah mengajarkan Islam berperang dengan secara membabi buta, melainkan mengakarkan persatuan umat, perdamaian dengan penganut keyakinan lain, dan bersikap damai seperti Islam itu sendiri. Hal itu, menurut Ilung, tercermin dan diajarkan dalam Piagam Madinah yang diprakarsai oleh Nabi Muhammad S.A.W. (tri/jos)

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Kapolri Larang Ibadah Di Rumah
Tujuh Gereja Di Cianjur Diancam Ditutup Paksa
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.067.067 Since: 05.03.13 | 0.459 sec