HAM

Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS

Friday, 01 Agustus 2014 | View : 817

JAKARTA-SBN.

Menteri Agama (Menag) RI ke-21 menjabat sejak 9 Juni 2014 yang resmi dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggantikan Suryadharma Ali yang mengundurkan diri karena terlibat kasus dugaan korupsi dana haji di Kementerian Agama, Lukman Hakim Saifuddin meminta umat Islam di Indonesia tidak terpengaruh ajakan kelompok militan dari kelompok jihad radikal, The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), diterjemahkan sebagai the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) or the Islamic State in Iraq and al-Sham (ISIS) atau gerilyawan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS).

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, Lukman Hakim Saifuddin meminta umat Islam Indonesia berhati-hati terhadap ajakan bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Menurut dia, umat Islam tak perlu bergabung dengan kelompok tersebut. "Mereka ingin perjuangkan negara Islam di Iraq dan Suriah. Umat Islam Indonesia tak perlu terpengaruh dan ikut-ikutan," jelas mantan Ketua PH DPP PPP periode 2007-2012, Lukman Hakim Saifuddin yang menggantikan Suryadharma Ali ini melalui pernyataan tertulis, Jumat (1/8/2014).

Anak dari Menteri Agama ke-9, Saifuddin Zuhri tersebut, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, ajaran dalam Islam yaitu mengajak dan merangkul semua kalangan dengan cara dan untuk tujuan yang baik, bukan menebar ketakutan dan kekerasan.

Mantan Wakil Ketua MPR RI periode 2009-2014 ini, Lukman Hakim Saifuddin juga meminta organisasi Islam di Indonesia menebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin dan dapat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Di era globalisasi ini, kita harus mampu memperkuat diri sendiri guna menangkal anasir yang bisa mengusik keutuhan kita sebagai sesama umat beragama, berbangsa, dan bernegara," katanya saat dihubungi, Jumat (1/8/2014).

Menurut mantan Sekretaris PH DPP PPP periode 2003-2007, Lukman Hakim Saifuddin, ISIS adalah kelompok radikal yang menggunakan kekerasan untuk memperjuangkan sesuatu yang diyakini. ISIS, sambung Lukman Hakim Saifuddin, merupakan organisasi pergerakan yang berpaham radikal. Mereka kerap menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan mereka. Cara kekerasan itu berbeda dengan dakwah Islam yang merangkul dan mengayomi semua kalangan dengan cara baik. "Yang rahmatan lil alamin, menebar kemaslahatan bagi sesama dalam bingkai keutuhan NKRI," tutur mantan Ketua Badan Pengurus Lakpesdam NU periode 1992-1995, Lukman Hakim Saifuddin.

Ia pun berharap setiap organisasi kemasyarakatan Islam membimbing para anggotanya dan memberi mereka pemahaman agar tidak terjebak dalam paham gerakan radikal. "Jangan menebar ketakutan dan kekerasan," tukas mantan Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU) 1985-1988, Lukman Hakim Saifuddin.

Ajakan bergabung dengan ISIS sebelumnya muncul di situs YouTube. Beredar video sekelompok Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengajak umat islam bergabung dengan kelompok ISIS. Dalam video berdurasi 8 menit, sekelompok orang Indonesia meminta masyarakat mendukung perjuangan ISIS menjadi khilafah dunia.

Video berdurasi 8 menit itu menyerukan ajakan kepada umat Islam untuk bergabung dan menyatakan dukungan terhadap kelompok bersenjata tersebut.

ISIS tengah menjadi sorotan dunia karena menggunakan cara-cara kekerasan untuk memperluas pengaruhnya.

Kelompok pimpinan Abu Bakar Al Qurasyiy Al Huseniy Al Baghdadiy atau Amir Daulah Islam Irak Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi hafizhahullah atau Abu Bakar al-Baghdadi itu diduga telah melakukan perekrutan di Indonesia untuk diberangkatkan ke Irak dan Suriah. (tem/jos)

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Kapolri Larang Ibadah Di Rumah
Tujuh Gereja Di Cianjur Diancam Ditutup Paksa
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.952.410 Since: 05.03.13 | 0.3301 sec