HAM

Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila

Friday, 01 Agustus 2014 | View : 1259

JAKARTA-SBN.

Menteri Agama (Menag) RI ke-21 menjabat sejak 9 Juni 2014 yang resmi dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggantikan Suryadharma Ali yang mengundurkan diri karena terlibat kasus dugaan korupsi dana haji di Kementerian Agama, Lukman Hakim Saifuddin menyatakan bahwa gerakan kelompok militan dari kelompok jihad radikal, The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), diterjemahkan sebagai the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) or the Islamic State in Iraq and al-Sham (ISIS) atau gerilyawan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) bertentangan dengan dasar negara Republik Indonesia yakni Pancasila.

Mantan Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU) 1985-1988, Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa Islamic State in Iraq and al-Sham (ISIS) merupakan organisasi pergerakan yang berpaham radikal.

Mantan Ketua Badan Pengurus Lakpesdam NU periode 1992-1995, Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa ISIS yaitu gerakan Negara Islam Irak dan Suriah berlawanan dengan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Oleh karena itu, Lukman Hakim Saifuddin meminta agar masyarakat Indonesia khususnya umat Islam mawas diri agar terhindar dari ajaran sesat tersebut.

Dengan demikian, kata mantan Ketua Lembaga Pusat Pendidikan dan Pelatihan DPP PPP periode 1999-2003, Lukman Hakim Saifuddin, umat Islam di Indonesia diminta tidak terpengaruh dan turut bergabung dengan organisasi yang dipimpin oleh Abu Bakr al-Baghdadi tersebut. “Ideologi ISIS bertentangan dengan Pancasila. Mengatakan Pancasila sebagai thogut (berhala) yang harus diperangi itu sudah amat kelewat batas," jelas mantan anggota DPR RI periode 1999-2004, 2004-2009, dan 2009-2014 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mewakili Jawa Tengah ini, Lukman Hakim Saifuddin dalam keterangan pers yang diterima awak media di Jakarta, Jumat (1/8/2014).

Gerakan ini merupakan paham radikal yang menggunakan kekerasan demi perjuangan mereka. Dijelaskannya ISIS itu suatu organisasi pergerakan yg berpaham radikal dan menggunakan kekerasan demi memperjuangkan yang diyakini antara lain ingin memperjuangkan negara Islam di Irak dan Suriah. “Mereka ingin perjuangkan negara Islam di Iraq dan Suriah. Umat Islam Indonesia tak perlu terpengaruh dan ikut-ikutan," tegas Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini di melalui rilis, Jumat (1/8/2014).

Ideologi ISIS bertentangan dengan Pancasila ditambahkannya mengangkat sumpah dan berjanji setia kepada negara asing sehingga bisa menyebabkan kehilangan kewarganegaraan RI.

Mantan Wakil Ketua MPR RI periode 2009-2014 ini, Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, Warga Negara Indonesia (WNI) yang bersumpah dan berjanji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing itu dapat kehilangan kewarganegaraannya. Untuk itu, Menag mendorong aparat penegak hukum untuk bekerja profesional dalam menangani keterlibatan WNI dalam kelompok tersebut. Oleh karena itu, Menag meminta aparat penegak hukum untuk bekerja profesional dalam menangani kasus yang desas-desus ajarannya memungkinkan sampai hingga Indonesia.

Selain mewaspadai gerakan yang sudah menyebar ke sejumlah negara ini, mantan Sekretaris PH DPP PPP periode 2003-2007, Lukman Hakim Saifuddin juga meminta kepada kalangan ulama di Indonesia untuk turut membimbing umat agar tidak terpengaruh oleh kelompok yang pernah menyatakan diri sebagai satu-satunya afiliasi Al-Qaidah di Suriah ini. “Khusus kepada umat Islam Indonesia, agar benar-benar mawas diri. Dakwah Islam itu mengajak dan merangkul semua kalangan dengan cara-cara yang baik dan penuh hikmah, bukan dengan menebar ketakutan dan kekerasan," kata dia lagi.

Anak dari Menteri Agama ke-9, Saifuddin Zuhri tersebut, Lukman Hakim Saifuddin juga meminta setiap ormas Islam dengan bimbingan dan arahan ulamanya masing-masing mampu mengintensifkan ajaran Islam yg rahmatan lil alamin bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mantan Ketua PH DPP PPP periode 2007-2012, Lukman Hakim Saifuddin yang menggantikan Suryadharma Ali ini berharap  Idul Fitri saat ini dapat dijadikan momentum mengintensifkan ajaran Islam yang menebarkan kemaslahatan bagi sesama rakyat Indonesia. "Di era globalisasi ini, kita harus mampu memperkuat diri sendiri guna menangkal anasir yang bisa mengusik keutuhan kita sebagai sesama umat beragama, berbangsa, dan bernegara," pungkas mantan Wakil Ketua MPR RI periode 2009-2014 ini, Lukman Hakim Saifuddin. (jos)

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Kapolri Larang Ibadah Di Rumah
Tujuh Gereja Di Cianjur Diancam Ditutup Paksa
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.165.860 Since: 05.03.13 | 0.2469 sec