Ekonomi

Warga Belum Tahu Solar Subsidi Dihapus Di Jakarta Pusat

Friday, 01 Agustus 2014 | View : 1416

JAKARTA-SBN.

Pemerintah sudah tidak menyediakan solar bersubsidi untuk wilayah Jakarta Pusat mulai hari ini, Jumat (1/8/2014).

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jakarta Pusat mulai hari ini hanya menyediakan solar non subsidi.

Kepala Regu SPBU Cikini, Jakarta Pusat, Rahman Novizar mengatakan, masih banyak konsumen yang belum mengetahui kebijakan tersebut.

Rahman Novizar mengaku turut melakukan sosialisasi kebijakan tersebut melalui selebaran yang diberikan kepada para konsumen solar bersubsidi yang datang ke SPBU-nya. "Kita kasih selebaran yang dari pemerintah," bilang Rahman Novizar di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (1/8/2014).

Pihak pengelola SPBU 31.102.02 Jakarta Pusat, mengaku sudah mensosialisasikan kebijakan tersebut melalui spanduk yang tertera di lokasi SPBU.

Kepala SPBU, Ferliq mengatakan sosialisasi dilakukan sejak satu pekan lalu. Sehingga dipastikan hampir semua masyarakat sudah mengetahui kebijakan penghentian penjualan BBM subsidi solar di SPBUnya.

"Dari pusat sudah memberikan informasi untuk segera disosialisasikan dari Sabtu. Jadi kami minggunya langsung memasang spanduk," paparnya kepada wartawan, Jakarta, Jumat (1/8/2014).

Dia mengaku, masyarakat masyarakat sudah mengetahui bahwa solar subsidi sudah tidak dijual untuk wilayah Jakarta pusat. “Rata-rata mereka sudah mengetahuinya, karena memang kami rajin memberitahukan sebelumnya,” terangnya lagi.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menginstrusikan kepada Badan Usaha pelaksana penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk tidak mendistribusikan BBM jenis minyak solar di wilayah tertentu.

Pemerintah sudah menetapkan kebijakan untuk tidak menyediakan dan mendistribusikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk jenis minyak solar. Per 1 Agustus, pemerintah menghapus layanan minyak solar di wilayah Jakarta Pusat sudah tidak dijual di SPBU. Pemerintah melarang penjualan solar bersubsidi di wilayah Jakarta Pusat mulai 1 Agustus 2014.

Kebijakan ini merupakan respons dari penetapan kuota BBM bersubsidi di APBNP 2014 yang turun dari 48 juta kiloliter (KL). Selanjutnya, membatasi penjualan di wilayah rawan penyelundupan, penjadwalan penjualan solar, mengurangi jatah BBM nelayan dan menghilangkan penjualan premium di jalan tol.

Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) mencatat ada 26 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah itu yang hanya boleh menjual solar nonsubsidi.

Ketua DPD Hiswana Migas wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, Juan Tarigan membeberkan saat ini baru 16 SPBU yang siap dengan tangki timbun untuk Pertamina Dex, solar nonsubsidi dari Pertamina. "Sudah ada 16 SPBU yang siap punya Pertamina Dex curah, yang 10 SPBU karena tangkinya masih dibersihkan, maka disiapkan Pertamina Dex dalam kemasan," ungkap Juan Tarigan, Kamis (31/7/2014). 

Juan Tarigan mengungkapkan SPBU di wilayah Jakarta Pusat menjual rata-rata 5.000 liter solar bersubsidi setiap hari. Dengan langkah ini, konsumsi solar bersubsidi di Jakarta Pusat akan berkurang sekitar 130.000 liter per hari. 

Namun, Juan Tarigan mengatakan volume bahan bakar minyak bersubsidi yang dihemat belum tentu sebanyak volume penjualan yang dipangkas dari Jakarta Pusat. "Bisa ada efek gelembung. Omzet akan merembes ke daerah perbatasan. Di Jakarta Pusat ditekan, merembes ke Jakarta Selatan. Ini karena disparitas harga masih tinggi," jelas Juan Tarigan. 

Juan Tarigan menuturkan saat ini harga solar nonsubsidi berkisar Rp 13.000 per liter, sementara harga solar bersubsidi Rp 5.500 per liter.

Pemerintah akan membatasi penjualan solar bersubsidi dan Premium untuk menjaga agar kuota BBM bersubsidi yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2014 sebesar 46 juta kiloliter tidak terlampaui. 

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkirakan kuota solar bersubsidi akan habis pada pekan ke tiga November jika tak ada penghematan. (mer/jos)

See Also

Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
Koperasi Kodim 0716/Demak Ikuti Pasar Murah
Babinsa Koramil 10/Kradenan Bersama Petani Panen Jagung
Babinsa Koramil 05/Cepu Bantu Petani Bajak Sawah
Persit Ranting 9/Kedungtuban Semangati Suami Tanam Padi
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.536.697 Since: 05.03.13 | 0.1767 sec