HAM

Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama

Thursday, 31 Juli 2014 | View : 1765

JAKARTA-SBN.

Menteri Agama RI ke-21 menjabat sejak 9 Juni 2014 yang resmi dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggantikan Suryadharma Ali yang mengundurkan diri karena terlibat kasus dugaan korupsi dana haji di Kementerian Agama, Lukman Hakim Saifuddin membantah menyatakan Baha'i sebagai agama baru.

Mantan anggota DPR RI periode 1999-2004, 2004-2009, dan 2009-2014 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mewakili Jawa Tengah ini, Lukman Hakim Saifuddin mengaku hanya mengatakan Baha'i sebagai agama mandiri dan dianut sejumlah masyarakat Indonesia.

"Maksudnya bukan seperti meresmikan atau mengakui agama baru," jelas Lukman Hakim Saifuddin ketika dihubungi awak media, Rabu (30/7/2014).

Mantan Ketua PH DPP PPP periode 2007-2012 ini mencuit pernyataan di Twitter untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang tanggapannya terhadap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengenai umat Baha'i.

Mantan Wakil Ketua MPR RI periode 2009-2014 ini, Lukman Hakim Saifuddin menuturkan maksud cuitannya melalui akun Twitter @lukmansaifuddin pada Jumat, 25 Juli 2014, soal Baha'i adalah untuk menjawab pertanyaan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi.

Pertanyaan itu, sambung Lukman Hakim Saifuddin, terkait dengan tugas Mendagri Gamawan Fauzi untuk memberikan pelayanan pada masyarakat.

Beberapa waktu lalu, kata Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi berkirim surat kepadanya sebagai Menteri Agama. Surat itu bertanya tentang apakah Baha'i itu benar-benar agama. Gamawan Fauzi membutuhkan jawaban dari Menteri Agama karena akan memberikan pelayanan administrasi kependudukan. “Lalu saya katakan, Baha'i benar dari satu agama. Baha'i bukan sekte. Ia agama yang berdiri sendiri," ungkap mantan Sekretaris PH DPP PPP periode 2003-2007, Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan jawabannya kepada Gamawan Fauzi.

Menurut mantan Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU) 1985-1988, Lukman Hakim Saifuddin, ada dua pertanyaan yang diajukan Gamawan Fauzi, yaitu apakah Baha'i agama dan apakah ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang memeluk Baha'i. "Lalu, saya katakan, Baha'i benar satu agama. Baha'i bukan sekte. Ia agama yang berdiri sendiri," tutur Lukman Hakim Saifuddin.

Untuk melengkapi jawabannya itu, Lukman Hakim Saifuddin memberikan tambahan keterangan yakni Undang-undang Nomor 1/PNPS/1965 tentang penodaan agama.

Dalam penjelasan UU PNPS itu, lanjutnya, dinyatakan mayoritas warga negara Indonesia menganut 6 agama yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu. Namun diluar 6 agama itu, ada agama dan kepercayaan lain yang dianut Warga Negara Indonesia (WNI). Dan keberadaan agama maupun kepercayaan itu tetap dibiarkan hidup selama tidak bertentangan dengan ketentuan Undang-undang yang berlaku.

Jawaban itu kemudian disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi meski belum ada respon balik. "Mudah-mudahan sejalan dengan saya. Baha'i oleh konstitusi harus dijamin keberadaannya dan dilindungi oleh negara dan pemerintah," papar mantan Ketua Lembaga Pusat Pendidikan dan Pelatihan DPP PPP periode 1999-2003, Lukman Hakim Saifuddin.

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini dalam cuitannya menyatakan para Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi pemeluk Baha'i tetap berhak mendapat pelayanan kependudukan dan hukum dari pemerintah.

Lewat pernyataan di Twitter, mantan Ketua Badan Pengurus Lakpesdam NU periode 1992-1995, Lukman Hakim Saifuddin mengaku ingin agar masyarakat secara bertahap memahami adanya agama Baha'i hidup di masyarakat. Umat Baha'i pun berhak hidup setara dengan umat agama lainnya.

Anak dari Menteri Agama ke-9, Saifuddin Zuhri tersebut, Lukman Hakim Saifuddin menyesalkan media online keliru memahami pernyataannya di Twitter tentang agama Baha'i di Indonesia. "Distorsinya jauh sekali," terang Lukman Hakim Saifuddin kepada wartawan, Sabtu (26/7/2014). “Sejumlah media online misleading menanggapi Twitter saya dengan mengatakan saya meresmikan agama baru," tambah dia lagi

Menurut Menteri Agama Republik Indonesia ke-21 ini. Lukman Hakim Saifuddin, dirinya tidak memiliki otoritas untuk menyatakan resmi atau tidaknya satu agama.

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Kapolri Larang Ibadah Di Rumah
Tujuh Gereja Di Cianjur Diancam Ditutup Paksa
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.821.242 Since: 05.03.13 | 0.3281 sec