Ekonomi

Pengendalian Penjualan Solar

Thursday, 31 Juli 2014 | View : 928

JAKARTA-SBN.

Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng menegaskan terhitung mulai tanggal 1 Agustus 2014 pemerintah akan membatasi waktu penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar.

Waktu penyaluran BBM Solar itu dikatakan Andy Noorsaman Sommeng akan dilaksanakan diatas pukul 18.00 WIB atau setelah jam Maghrib. Artinya masyarakat tidak akan dapat membeli Solar lagi ketika diatas pukul 6 sore.

“Tetap kita menjual BBM, namun ini akan dibatasi karena banyak kita temukan penyalahgunaan pemakaian BBM subsidi diatas pukul 6 sore hingga larut malam itu terjadi di kawasan Jabodetabek,” ungkap Andy Noorsaman Sommeng, Kamis (31/7/2014).

Anggota Komite BPH Migas, Ibrahim Hasyim menuturkan, sebagai wujud pengendalian, mulai 4 Agustus 2014, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melarang pendistribusian BBM jenis Minyak Solar di wilayah tertentu. Pengendalian merupakan respons dari penetapan kuota BBM bersubsidi di APBNP 2014 yang turun dari 48 juta kiloliter (KL) menjadi 46 juta KL.

"Larangan tersebut untuk Badan Usaha pelaksana penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertamina yang memiliki jaringan SPBU. Hal ini ditengarai rawan penyalahgunaan. Jadi mulai pukul 18.00 sampai pukul 06.00 dilarang menjual solar," lanjutnya.

Ibrahim Hasyim menyebut, ada bentuk pengendalian lain yang perlu dilakukan untuk menghindari jebolnya kuota minyak solar dan premium pada akhir tahun 2014. Salah satunya Per 1 Agustus menghapus layanan minyak solar di wilayah Jakarta pusat. "Kemudian pada 6 Agustus dengan koordinasi bersama Pemda (SKPD) volume minyak solar untuk nelayan bisa ditekan sebesar 20 persen," sambungnya.

Sejalan dengan itu, pada 6 Agustus, maka layanan Premium di tol juga dihilangkan. Ibrahim menegaskan surat edaran sebagai payung hukum telah disampaikan kepada Badan usaha dan instansi terkait dan sudah melalui pembahasan intensif dengan kementerian ESDM dan kementerian Keuangan serta Pertamina.

"Apabila ada Badan Usaha menjual minyak solar dan premium melebihi dari 46 juta Kiloliter, maka subsidinya tidak akan dibayarkan pemerintah," tambahnya.

Sementara itu, Ibrahim Hasyim mengatakan untuk layanan bensin Premium tidak dilakukan pembatasan. "Untuk layanan Premium tetap seperti biasa," imbuhnya.

Seperti diketahui, pembatasan BBM bersubsidi itu mengacu pada surat edaran BPH Migas pada 24 Juli 2014 lalu mengenai pengendalian bahan bakar minyak bersubsidi.

Dalam surat bernomor 937 tahun 2014 ini disebutkan larangan penjualan solar untuk wilayah Jakarta Pusat (Jakpus) mulai 1 Agustus 2014.

Kebijakan itu juga mengacu pada penetapan kebijakan kuota tetap dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2014, di mana kuota BBM bersubsidi hingga akhir tahun diturunkan dari 48 juta kiloliter menjadi 46 juta kiloliter. (rri)

See Also

Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
Koperasi Kodim 0716/Demak Ikuti Pasar Murah
Babinsa Koramil 10/Kradenan Bersama Petani Panen Jagung
Babinsa Koramil 05/Cepu Bantu Petani Bajak Sawah
Persit Ranting 9/Kedungtuban Semangati Suami Tanam Padi
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.444.126 Since: 05.03.13 | 0.1613 sec