Ekonomi

Penumpang Malaysia Airlines Batalkan Tiket

Thursday, 24 Juli 2014 | View : 1400

KUALA LUMPUR-SBN.

Setelah dihantam dua tragedi maut pada pesawat Malaysia Airlines MH370 rute Kuala Lumpur-Beijing dan MH17 rute Amsterdam-Kuala Lumpur hanya dalam waktu sekitar empat bulan, Malaysia Airlines langsung merasakan imbasnya.

Malaysian Airline System (MAS) menghadapi tingginya pembatalan tiket oleh penumpang yang tak mau menghadapi risiko setelah maskapai itu, Malaysia Airlines mengalami dua kali kecelakaan fatal dalam empat bulan terakhir. Malaysia Airlines kini harus berhadapan dengan banyaknya calon penumpang yang meminta untuk membatalkan penerbangannya.

Seperti diketahui, dalam waktu yang berdekatan Malaysia Airline System (MAS) mengalami dua tragedi besar.

Sebelumnya pesawat Malaysia Airlines MH370 rute Kuala Lumpur-Beijing hilang tanpa jejak. Yang terbaru pesawat Malaysia Airlines MH17 rute Amsterdam-Kuala Lumpur ditembak jatuh. Masing-masing pesawat mengangkut 239 dan 298 penumpang.

Penerbangan Malaysia Airlines telah membuat 537 orang kehilangan nyawanya tahun 2014 ini yang merupakan sejarah terburuk dalam hampir satu dasawarsa terakhir.

Berbagai agen perjalanan dari Melbourne, Singapura, New Delhi, dan Kuala Lumpur mengatakan mereka mengalami banyaknya pembatalan pemesanan tiket sejak insiden jatuhnya pesawat maskapai Malaysia Airlines MH17 hampir 2 pekan lalu.

Pembatalan tersebut bahkan mencapai lebih dari 20%.

Pembatalan pemesanan tiket tentu akan menambah krisis keuangan yang dialami maskapai itu di mana perusahaan induknya, Khazanah Nasional Bhd., memperkirakan dana operasional hanya cukup untuk satu tahun, bahkan sebelum insiden pesawat maskapai Malaysia Airlines MH17 terjadi.

Calon penumpang Malaysia Airlines sangat khawatir akan keselamatan dirinya bila menaiki pesawat maskapai yang telah mengalami dua kali tragedi besar. Walhasil banyak yang menukar dan membatalkan rencana keberangkatan. "Penumpang sangat, sangat takut, atas hal yang akan terjadi lagi," ungkap Ann Chitumbalam, Manajer Escape Travel Sdn. Bhd. di Petaling Jaya, Malaysia yang mengatakan pembatalan pemesanan tiket MAS mencapai 30% di kantornya.

"Pemegang tiket tidak mau mengambil risiko," paparnya.

Menindaklanjuti situasi ini, Malaysia Airlines memberikan kelonggaran bagi penumpang yang akan membatalkan atau menunda perjalanannya.

Perubahan kebijakan Malaysia Airlines tersebut tidak hanya karena kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH17 rute Amsterdam-Kuala Lumpur, tetapi juga karena hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 rute Kuala Lumpur-Beijing, empat bulan yang lalu. Dua kali tragedi besar itu menyebabkan calon penumpang khawatir akan keselamatan mereka.

Malaysia Airlines mengembalikan uang untuk penumpang tidak lagi ingin melakukan perjalanan dengan maskapai tersebut.

Keputusan itu muncul di tengah gelombang keprihatinan menyusul jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 ditembak saat melintas di Ukraina timur.

Tidak jelas berapa banyak penumpang akan membatalkan penerbangan mereka. Hingga saat ini, Juru Bicara MAS belum dapat menkonfirmasi berapa jumlah penumpang yang memilih untuk mengembalikan tiket dan mendapatkan uangnya kembali.

Pada 19 Juli silam, maskapai itu mengatakan pihaknya akan menawarkan pengembalian uang tiket sepenuhnya atau full refund bagi para calon penumpang yang menunda kepergiannya atau membatalkan tiketnya karena ketakutan setelah kejadian kecelakaan MH17 di perbatasan Ukraina-Rusia yang menewaskan hampir 300 orang dalam pesawat, bahkan bagi "non-refundable ticket" atau tiket yang tidak bisa diuangkan lagi. “Mengingat tragedi yang baru saja terjadi pada MH17 di 17 Juli 2014, Malaysia Airlines akan menyesuaikan kebijakan. Penumpang yang ingin menunda atau membatalkan rencana perjalanan mereka dapat memperoleh pengembalian dana," demikian seperti dikutip keterangan tertulis Malaysia Airlines, Sabtu (19/7/2014).

Namun, keringanan ini berlaku mulai dari 18-24 Juli. Penukaran tiket berlaku mulai 18-24 Juli, dengan rencana perjalanan antara 18 Juli hingga 31 Desember 2014. Sejauh ini, MAS telah mengumumkan penawaran pengembalian biaya tiket tanpa potongan pada para calon penumpang yang ingin membatalkan penerbangannya usai tragedi pesawat Malaysia Airlines MH17. Para konsumen memiliki waktu hingga Kamis (24/7/2014) pekan ini untuk membatalkan atau mengganti penerbangannya tanpa biaya tambahan. Para penumpang yang telah memesan tiket sampai dengan 25 Juli, dapat meminta pengembalian dana tanpa dikenai penalti.

Mengutip laman CNBC, Rabu (23/7/2014), hingga saat ini masih belum jelas, apakah maskapai yang telah berusia lebih dari 70 tahun tersebut dapat mengembalikan reputasinya dan meraih kembali kepercayaan masyarakat untuk terbang dengannya.

Namun demikian, pengembalian dana akan lebih merugikan persepsi baik untuk penumpang dan investor. Saham Malaysia Airlines ditutup turun lebih dari 10 persen pada hari Jumat (18/7/2014).

Kebijakan yang diambil Malaysia Airlines tersebut nampaknya sudah terlambat untuk mengembalikan kepercayaan konsumen.

Sejumlah konsumen mengeluhkan ketakutannya dengan penerbangan Malaysia Airlines di media sosial.

Misalnya, Scott Eddy berkicau di Twitter, “Saya baru saja membatalkan penerbangan Enrich Frequent Flyer dengan #MalaysiaAirlines, dan tidak akan pernah melakukan penerbangan dengan maskapai itu lagi.#MH17 #MH370 #Travel.”

Zustin Zimberlake juga menulis, “MAS, saya akan membatalkan penerbangan saya bulan depan. Maaf, perusahaan Anda terlalu berbahaya #malaysiaAirlines#mas”

Ada lagi, Ryan Toner berkicau: “Saya akan tetap pergi pada November, tapi dengan membatalkan Malaysia Airlines.”

Selain menawarkan refund tiket, Malaysian Airline System (MAS) juga menawarkan pemberian kelonggaran bagi calon penumpang yang ingin mengubah penerbangan mereka dengan setuju membebaskan biaya bagi penumpang yang mau mengubah rute kepergiannya ke tujuan manapun yang ditawarkan maskapai itu selama 2014. “Penumpang penerbangan Enrich Frequent Flyer juga akan menerima keringanan biaya pada setiap perubahan penerbangan mereka,” demikian pernyataan Malaysia Airlines. "Penumpang yang ingin membuat perubahan rencana perjalanan dapat menghubungi kantor Malaysia Airlines terdekat atau menghubungi 1-300-88-3000," demikian tulis keterangan tersebut.

Di Singapura, Dynasty Travel mengatakan pihaknya memperkirakan penumpang akan berpikir dua kali sebelum memesan tiket Malaysia Airlines. "Banyak yang menghindari Malaysia Airlines untuk sementara ini," terang Alicia Seah, Juru Bicara Dynasty Travel, yang masuk dalam tiga perusahaan agen travel terbesar di Singapura. "Ini tentunya merupakan kesialan ganda bagi maskapai tersebut,” katanya. (bloomberg)

See Also

Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
Koperasi Kodim 0716/Demak Ikuti Pasar Murah
Babinsa Koramil 10/Kradenan Bersama Petani Panen Jagung
Babinsa Koramil 05/Cepu Bantu Petani Bajak Sawah
Persit Ranting 9/Kedungtuban Semangati Suami Tanam Padi
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.444.160 Since: 05.03.13 | 0.172 sec