Internasional

Muslim Gaza Salat Idul Fitri Di Gereja

Monday, 28 Juli 2014 | View : 1043

GAZA CITY-SBN.

Warga Muslim Gaza menemukan kedamaian pada akhir bulan suci Ramadan dengan melaksanakan salat di sebuah Gereja umat Kristen di tengah gempuran bom dan tumpahan darah, .

Mahmud Khalaf, warga Muslim Gaza berusia 27 tahun, mengungkapkan komunitas Kristen di Gereja Saint Porphyrius mengundangnya untuk beribadah di dalam Gereja. Gereja itu juga menjadi tempat pengungsian bagi Magmud Khalaf dan keluarga setelah bom Israel meledakkan wilayah tempat tinggalnya di Shaaf, Gaza. "Mereka mengundang kami untuk beribadah di dalam Gereja. Saya sebelumnya tidak mengenal satu orang pun umat Kristen di sini, tapi kini kami telah menjadi saudara," beber Mahmud Khalaf, sebagaimana dilansir situs thenews.com.pk pada Sabtu (26/7/2014) lalu.

Bagi warga Gaza bernama Mahmud Khalaf ini adalah pengalaman baru yang aneh, sujud untuk melaksanakan salat sehari-hari di bawah tatapan ikon Yesus Kristus.

Tapi sejak perang di Gaza dimulai, Mahmud Khalaf tidak punya pilihan selain melaksanakan salat di sebuah Gereja, tempat di mana dia berlindung dan mengungsi setelah serangan udara dari Israel menghantam wilayahnya di utara Gaza, seperti dilansir situs thenews.com.pk., Sabtu (26/7/2014).

"Mereka mengizinkan kami salat. Ini mengubah pandangan saya terhadap warga Kristen. Saya benar-benar tidak tahu sebelumnya, tetapi mereka sudah menjadi saudara kami," ungkap Mahmud Khalaf, 27 tahun, yang mengaku dia tidak pernah menyangka akan melakukan salat di sebuah Gereja.

Saat berjalan memasuki ke dalam halaman Gereja Saint Porphyrius di Kota Gaza, umat Nasrani akan menyambut para Muslim dengan ucapan “marhaban” atau selamat datang.

Menurut Mahmud Khalaf, dia telah mengungsi selama dua pekan di Gereja itu. Ritual puasa pada Ramadan pun dilakukannya di sana.

Para pastor dan warga Gereja telah hormat kepada para tamu mereka dari kaum Muslim selama Ramadan.

"Umat Kristen tentunya tidak berpuasa. Meski warga Kristen tidak berpuasa, namun mereka menghormati kami dengan sengaja menghindari tidak makan atau minum di depan kami saat siang hari. Mereka juga tidak merokok saat berada di sekitar kami yang sedang puasa," terang Mahmud Khalaf.

Tapi Mahmud Khalaf mengakui merasa sulit untuk berkonsentrasi menjalankan ibadah puasa selama konflik berdarah dan tanpa pandang bulu, yang telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Palestina, di mana sebagian besar di antaranya warga sipil.

"Saya seorang Muslim yang taat, tapi saya telah merokok selama bulan Ramadan. Saya tidak puasa, saya terlalu takut dan tegang dengan adanya perang ini," papar dia lagi

Awalnya, Mahmud Khalaf mengaku merasa janggal karena harus salat di ruangan yang sama dengan tempat patung Yesus Kristus berada. Namun jemaat Gereja itu membantu dia dan pengungsi lainnya dalam beribadah, sehingga mereka merasa nyaman.

Mahmud Khalaf kini terbiasa melaksanakan salat di tempat suci agama lain, sebuah pemandangan kontradiksi selama menjalankan puasa di bulan suci Ramadan.

Saban hari Mahmud Khalaf menghadapkan kiblatnya ke Mekkah, melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dan sujud dalam salat seakan dia berada di Masjid.

Selama Ramadan, menurut Mahmud Khalaf, dia dan para pengungsi lainnya selalu melakukan saat tarawih berjemaah di dalam Gereja itu. "Hal ini mengubah pandangan saya tentang umat Kristen," jelas Mahmud Khalaf.

Namun, dalam situasi teror yang berlangsung seperti di Gaza semata-mata telah memupuk rasa persaudaraan tumbuh di antara mereka. "Yesus berkata, kasihilah sesamamu, bukan hanya keluargamu, tetapi kolegamu, temanmu sekelas Anda, baik itu Muslim, Syiah, Hindu, atau pun Yahudi," kata seorang relawan Kristen Tawfiq Khader. "Kami membuka pintu kami untuk semua orang," tambah dia.

Gereja Saint Porphyrius sejauh ini telah menampung 500 pengungsi Gaza yang selamat dari baku tembak antara pasukan Israel dan Hamas.

Baku tembak antara Israel dan Hamas yang telah berlangsung 20 hari ini menewaskan sedikitnya 1.050 warga Gaza yang sebagian besar merupakan warga sipil. Sebanyak 42 tentara dan tiga warga sipil Israel pun tewas dalam konflik ini. (thenews.com.pk)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.388.909 Since: 05.03.13 | 0.261 sec