HAM

Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus

Friday, 25 Juli 2014 | View : 1812

MOSUL-SBN.

Kelompok militan dari kelompok jihad radikal, The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), diterjemahkan sebagai the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) or the Islamic State of Iraq and al-Sham atau gerilyawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dilaporkan telah menghancurkan dan meledakkan tempat suci bagi umat Islam dan Kristen, yakni makam Nabi Yunus di Kota Mosul, bagian Utara, Irak, pada hari Kamis (24/7/2014) kemarin.

Para militan sebelumnya menutup semua pintu Masjid dan mencegah jemaah yang ingin masuk untuk beribadah.

Seorang sumber keamanan di lokasi menuturkan kelompok ISIS telah menguasai Masjid di kawasan makam Nabi Yunus. “Militan ISIS telah menghancurkan makam Nabi Yunus di sebelah timur Kota Mosul setelah mereka menguasai kompleks Masjid itu sepenuhnya,” ungkap seorang sumber keamanan kepada media Irak al-Sumarian News yang kemudian dikutip stasiun televisi Al Arabiya, Jumat (25/7/2014).

Kelompok militan ISIS tersebut kemudian mengunci semua pintu rumah ibadah itu dan melarang pengunjung masuk. “Para pengunjung yang hendak salat ke Masjid dilarang masuk," kata sumber keamanan itu, seperti dilaporkan media Irak al-Sumaria News dan dilansir kembali oleh Al-Arabiya, Jumat (25/7/2014).

Seorang saksi mata yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa militan ISIS terlebih dahulu menghentikan jemaah yang sedang berdoa di dalamnya.

"Para militan itu juga menutup semua pintu Masjid dan melarang jamaah masuk ke Masjid untuk salat," kata sumber tidak ingin diketahui namanya itu seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya.

Seorang saksi yang tidak ingin identitasnya diketahui juga menyatakan ISIS awalnya melarang jamaah ingin salat di dalam Masjid.

Saksi mata lainnya menjelaskan, awalnya kelompok ISIS menyerukan orang-orang yang sedang salat di dalam Masjid dan berziarah di makam Nabi Yunus untuk menghentikan aktivitasnya.

Para militan ISIS itu kemudian menembakkan senjata api ke sekitarnya. Tak diketahui apakah ada korban jiwa atau tidak.

Menurut pejabat setempat, ISIS telah membuat kacau Masjid dan makam Nabi Yunus. Selama satu jam, mereka memborbardir kawasan makam Nabi yang dikenal pernah masuk mulut ikan paus itu.

Militan ISIS tersebut lalu memasang bom dan meletakkan sejumlah bahan peledak di sekitar dan di dalam kompleks Masjid dan kemudian meledakkannya di depan mata para jamaah serta di hadapan kerumunan massa.

Kepada kantor berita AFP, seorang pejabat dan warga Mosul menuturkan para ekstrimis militan ISIS membutuhkan waktu setidaknya satu jam untuk menghancurkan tempat suci itu.

Menurut pejabat ini, sejauh ini ISIS sudah menghancurkan 30 tempat suci, termasuk sejumlah Masjid di dalam dan di sekitar Kota Mosul.

Selain itu, militan ISIS juga menghancurkan makam milik Imam Abu al-Ila di Mosul dan Masjid di Distrik al-Faisaliya.

“Namun, kerusakan terburuk dan yang terparah adalah penghancuran makam Nabi Yunus. Tempat itu yang kini telah berubah hancur hanya tinggal jadi debu,” beber pejabat tersebut.

Seorang pejabat lokal di Mosul bernama Zuhair al-Chalabi, mengatakan kepada al-Sumaria News, makam Nabi Daniel juga kemarin turut ikut dihancurkan oleh militan ISIS. "ISIS memasang bahan peledak di sekitar makam Nabi Daniel di Mosul dan meledakkannya hingga hancur," papar dia.

Nabi Daniel memang tidak termasuk salah satu dari 25 nabi yang wajib diketahui dan disebut dalam Al-Quran. Namun, menurut sejumlah ahli sejarah, beliau merupakan nabi keturunan Nabi Daud yang hidup dan meninggal di Mesir.

Militan ISIS juga membuat "paspor kekhalifahan" yang diperuntukkan untuk anggota dan simpatisan mereka. Kalimat "Daulah Kalifah Islamiyah" tertera sebagai ukiran di bagian atas paspor tersebut. Di bagian bawah tertulis "Jika pemegang paspor ini disakiti, kami akan mengirim bala tentara baginya."

Kelompok militan ISIS tersebut akan membagikan dokumen tersebut kepada 11.000 warga negara yang tinggal di kota-kota yang berbatasan dengan Irak dan Suriah. (alarabiya/al-Sumariannews/aljazeera/afp)

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Kapolri Larang Ibadah Di Rumah
Tujuh Gereja Di Cianjur Diancam Ditutup Paksa
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.165.862 Since: 05.03.13 | 0.185 sec