Internasional

Warga Muslim Gaza Palestina Salat Di Gereja

Friday, 25 Juli 2014 | View : 1578

GAZA CITY-SBN.

Pengalaman tak terlupakan bagi Mahmud Khalaf, pemuda berusia 27 tahun tersebut, seorang warga Gaza. Bagi Mahmud Khalaf, 27 tahun, muslim Gaza yang mengungsi ke Gereja Saint Porphyrius di Kota Gaza, merupakan sebuah pengalaman baru yang aneh bahwa dirinya melakukan salat di bawah tatapan sebuah ikon Yesus Kristus.

Namun sejak perang pecah di Gaza, Mahmud Khalaf tidak punya banyak pilihan selain beribadah di sebuah rumah Tuhan-nya orang Kristen. Di situlah dia berlindung setelah serangan udara Israel menghantam tempat tinggalnya Palestina utara.

"Mereka membolehkan kami berdoa. Hal itu mengubah pandangan saya tentang orang-orang Kristen. Saya benar-benar tidak tahu sebelumnya, tetapi mereka telah menjadi saudara kami,” ungkap Mahmud Khalaf yang mengaku dia tidak pernah membayangkan untuk akan melakukan salat magrib di dalam sebuah Gereja. "Kami (orang-orang kaum Muslim) melaksanakan salat bersama-sama tadi malam," sambungnya. "Di sini, cinta antara umat kaum Muslim dan Kristen/Nasrani telah tumbuh,” tambah dia.

Saat memasuki halaman Gereja Saint Porphyrius di Kota Gaza, para pengunjung jamaah akan disambut dengan ucapan kata "marhaban" (selamat datang) oleh warga orang-orang Kristen yang membantu di Gereja itu, tetapi dengan “As-salamu alaykum” oleh sebagian besar penghuninya saat ini, yaitu para pengungsi Gaza yang telah menjadikan kompleks Gereja itu sebagai tempat tinggal mereka selama hampir dua minggu terakhir.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata "marhaban" diartikan sebagai "kata seru untuk menyambut atau menghormati tamu (yang berarti selamat datang)."

Assalamua'laikum merupakan salam dalam Bahasa Arab, dan digunakan oleh kultur Muslim.

Salam ini juga digunakan oleh kultur Kristen di Timur Tengah yang mempunyai arti kedamaian dan kesejahteraan bagi yang mengucapkan salam dan penerima salam tersebut. Salam ini sama dengan salam shalom aleichem dalam bahasa Ibrani.

Mahmud Khalaf, yang meninggalkan rumahnya di Shaaf setelah daerah itu berubah menjadi target serangan pesawat tempur Israel sambil memegang tasbih dengan cemas. Tetapi kini dia merasa lega karena setelah menemukan tempat perlindungan bersama sekitar 500 pengungsi Muslim lainnya. "Warga orang-orang Kristen membawa kami masuk. Kami berterima kasih kepada mereka untuk itu, karena berpihak pada kami, untuk berdiri di samping kami," ucap dia.

Mahmud Khalaf kini terbiasa beribadah di tempat dari sebuah agama yang asing baginya, terutama selama bulan suci Ramadhan ini.

Setiap hari dia berkiblat ke Mekkah, membacakan ayat-ayat Al-Quran dan membungkukan diri, seperti yang dia lakukan di Masjid.

Para pastor dan umat menghargai para tamu Muslim mereka. "Tentu saja orang-orang Kristen tidak berpuasa, tetapi mereka dengan sengaja tidak makan di depan kami pada siang hari. Mereka tidak merokok atau minum di sekitar kami," papar Mahmud Khalaf.

Namun dia mengaku sulit untuk menjalankan perintah-perintah agama selama konflik berdarah dan tanpa pandang bulu yang telah menewaskan lebih dari 800 warga Palestina, sebagian besar warga sipil. "Saya biasanya merupakan seorang Muslim yang taat, tetapi saya sudah merokok selama Ramadhan. Saya tidak berpuasa, saya terlalu takut dan tegang karena perang,” beber dia.

Puasa akan berakhir saat Idul Fitri datang. Namun dengan pengeboman yang sedang berlangsung, ratusan orang tewas dan ribuan kehilangan tempat tinggal, kegembiraan Idul Fitri agak diredam. "Orang Kristen dan Muslim mungkin merayakan Idul Fitri bersama-sama di sini," Sabreen al-Ziyara, seorang wanita Muslim yang telah bekerja di Gereja itu selama 10 tahun sebagai petugas kebersihan mengiyakan.

"Orang Kristen dan Muslim mungkin merayakan Idul Fitri bersama-sama di sini, namun tahun ini, itu bukan Hari Raya Idul Fitri tetapi pesta para martir," jelasnya. Ia merujuk dengan hormat kepada mereka yang telah meninggal akibat perang.

Ini merupakan suasana yang harmonis dan toleran, tetapi di tengah-tengah medan perang, ketegangan masih terasa.

Saat persediaan makanan datang, bentrokan hampir pecah ketika para perempuan dan anak-anak mencari kantong plastik yang berisi roti dan air, yang didistribusikan setertib mungkin oleh para petugas Gereja.

Warga orang Kristen di Gaza, Palestina telah berkurang jumlahnya menjadi sekitar 1.500. Sementara, ketimbang populasi warga orang Muslim Sunni berjumlah mencapai 1,7 juta orang.

Komunitas Kristen di Gaza, seperti di tempat-tempat lain di Timur Tengah, telah menyusut karena konflik dan pengangguran.

Namun dalam situasi teror seperti di Gaza, rasa persaudaraan tumbuh di antara mereka. "Yesus mengatakan, kasihilah sesamamu, bukan hanya keluargamu, tetapi kolegamu, temanmu Muslim, Syiah, Hindu, atau pun Yahudi," ujar relawan Kristen Tawfiq Khader. "Kami membuka pintu kami untuk semua orang," tuturnya. (afp/jos)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.388.956 Since: 05.03.13 | 0.2072 sec