HAM

Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai

Thursday, 24 Juli 2014 | View : 1506

JAKARTA-SBN.

Pemerintah Indonesia sekarang mengkaji agama baru yang berkembang di masyarakat selain daftar agama yang secara resmi sudah diakui.

Setelah Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Khonghucu, pemerintah sedang mendalami apakah Baha'i merupakan agama yang keberadaannya diakui konstitusi sebelum pemerintah menyatakan bahwa Baha'i merupakan agama yang keberadaannya diakui konstitusi.

Hal itu diutarakan Menteri Agama yang baru dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (9/6/2014) lalu menggantikan Suryadharma Ali yang terjerat sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa penyelenggaraan haji tahun anggaran 2012/2013, Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin melalui akun Twitter, @lukmansaifuddin.

Anak dari Menteri Agama Saifuddin Zuhri (1962-1967) tersebut menerangkan alasan dan dasar pengkajian Baha'i sebagai agama baru yang diakui oleh pemerintah dalam 10 serial kultwit.

Namun, Menteri Agama (Menag) menegaskan Baha'i belum dinyatakan sebagai agama baru di Indonesia.

"1. Awalnya Mendagri bersurat, apakah Baha'i memang benar merupakan salah satu agama yg dipeluk penduduk Indonesia? #Baha'i."

"2. Pertanyaan ke Menag itu muncul terkait keperluan Kemendagri memiliki dasar dlm memberi pelayanan administrasi kependudukan. #Baha'i"

"3. Selaku Menag saya menjawab, Baha'i merupakan agama dari sekian banyak agama yg berkembang di lebih dari 20 negara. #Baha'i"

"4. Baha'i adalah suatu agama, bukan aliran dari suatu agama. Pemeluknya tersebar di Banyuwangi (220 org), Jakarta (100 org), #Baha'i"

"5. Medan (100 org), Surabaya (98 org), Palopo (80 org), Bandung (50 org), Malang (30 org), dll. #Baha'i"

"6. Saya menyatakan bahwa Baha'i adalah termasuk agama yg dilindungi konstitusi sesuai Pasal 28E dan Pasal 29 UUD 1945. #Baha'i"

"7. Berdasar UU 1/PNPS/1965 dinyatakan agama Baha'i merupakan agama di luar Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Khonghucu.. #Baha'i"

"8. ... yg mendapat jaminan dari negara dan dibiarkan adanya sepanjang tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan. #Baha'i"

"9. Saya berpendapat umat Baha'i sebagai warganegara Indonesia berhak mendapat pelayanan kependudukan, hukum, dll dari Pemerintah. #Baha'i"

"10. Demikian temans, semoga maklum. Selamat bersiap berbuka bagi yg puasa, meski masih lama.. ;) #Baha'i"

Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia ke-21, Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin mengklarifikasi kabar yang menyebut ia akan mengakui Baha'i sebagai agama baru.

Hanya saja mantan Wakil Ketua MPR 2009-2014 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mempertanyakan mengenai kewajiban negara mengakui sebuah keyakinan sebagai agama atau bukan.

Melalui akun Twitter @lukmansaifuddin, Wakil Ketua Umum DPP PPP tersebut menegaskan tak menyebut Baha'i sebagai agama baru.

Pun, Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan kalau Kementerian Agama (Kemenag) sedang mengkaji dan mendalami mengenai peran Pemerintah.

Khususnya dalam konteks bernegara apa pemerintah berhak mengakui atau tak mengakui suatu keyakinan itu agama atau bukan. ''Masukan ttg hal ini amat berarti bagi kami,'' cuit Lukman Hakim Saifuddin melalui akun Twitternya, Kamis (24/7/2014).

Berikut petikan cuitan melalui akun pribadi politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.

"@lukmansaifuddin: 1/3. Temans, khususnya pers, mohon cermati benar isi twit saya ttg #Baha'i . Saya sama sekali tak pernah nyatakan Baha'i sbg agama baru."

"@lukmansaifuddin: 2/3. Yg perlu didalami & dikaji: apakah dlm konteks bernegara Pemerintah berhak mengakui atau tak mengakui suatu keyakinan itu agama/bukan?"

"@lukmansaifuddin: 3/3. Kemenag saat ini sedang mengkaji hal tsb. Masukan ttg hal ini amat berarti bagi kami. Tks." (ant/jos)

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Kapolri Larang Ibadah Di Rumah
Tujuh Gereja Di Cianjur Diancam Ditutup Paksa
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.165.855 Since: 05.03.13 | 0.1763 sec