Internasional

Mesir Tangkap Tersangka Perampok Mahasiswi Indonesia

Friday, 25 Juli 2014 | View : 1533

KAIRO-SBN.

Aparat keamanan Mesir pada Kamis (24/7/2014) waktu setempat memenuhi janjinya dengan menangkap tersangka perampok dua mahasiswi Universitas Al Azhar dari Indonesia yang menyebabkan salah satu mahasiswi itu tewas akibat melompat dari mikrolet di tempat perampokan.

“Tiga tersangka pelaku perampokan telah ditangkap termasuk pemilik kedai telepon genggam (HP) bekas yang diduga sebagai penadah HP curian,” ungkap Kepala Keamanan New Cairo, Jenderal Aly Ad Damardash, Kamis (24/7/2014).

Kepala Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Kairo, Windratmo Suwarno, yang dikonfirmasi wartawan membenarkan penangkapan tersangka pelaku perampokan tersebut. "Korban (Rizqana Mursyidah) masih trauma sehingga tidak bersedia dipertemukan dengan pelaku yang ditangkap, namun para tersangka mengakui perbuatan mereka," papar Windratmo Suwarno.

Penangkapan tersebut terjadi hanya sepekan setelah kejadian tragis itu pada Kamis (17/7/2014) silam, sesuai janji pihak keamanan yang menyatakan akan menangkap pelaku sesegera mungkin.

Publik Mesir termasuk Syeikh Agung Al Azhar Prof. Dr. Ahmed At Tayeb dan Rektor Universitas Al Azhar Prof. Dr. Osama Al Abed serta para Duta Besar ASEAN mendesak pihak keamanan untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Sejumlah media massa Mesir, seperti Al Masri Al Yaoum, Al Akhbar, Al Balad, dan Al Watan, juga mengutip Rektor Universitas Al Azhar Prof. Dr. Osama El Abed dan beberapa kalangan tokoh masyarakat setempat mengecam kejatahan itu dan mendesak pihak berwajib untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Publik Mesir mengutuk keras pelaku perampokan yang menyebabkan meninggalnya Gusti Rahma Yeni, mahasiswi asal Padang Panjang, Sumatera Barat, yang sedang kuliah di Universitas Al Azhar di Kairo.

"Ini kejahatan yang sangat keji dan pelakunya harus dihukum berat," cetus Syeikh Agung Al Azhar, Prof. Dr. Ahmed Al Tayeb, dan secara khusus mengutus Wakil Syeikh Agung Al Azhar Prof. Dr. Abbas Siman untuk menjadi imam shalat jenazah almarhumah, Sabtu (19/7/2014) petang.

Duta Besar RI untuk Mesir Nurfazi Suwandi kepada wartawan usai shalat jenazah mengatakan, selain publik Mesir, pernyataan kutukan dan keprihatinan juga datang dari para duta besar yang tergabung dalam Korps Diplomatik ASEAN di Mesir.

Shalat jenazah di Masjid Al Salam, Distrik Hayl Asyir, Madinat Nasr, di Kairo timur, itu dihadiri kalangan petinggi Al Azhar, antara lain Sekjen Akademi Riset Al Azhar, Penasehat Syeikh Agung Al Azhar, Direktur Asrama Mahasiswa Al Azhar Dr. Hosam Shakir, di samping Dubes Nurfaizi Suwandi dan ratusan mahasiswa Indonesia dan warga setempat.

Setelah shalat jenazah di Masjid As Salam di Kairo pada akhir pekan lalu, para petinggi Universitas Al Azhar dan para Duta Besar ASEAN di Mesir melakukan takziah di KBRI Kairo.

Selain takziah, pihak Al Azhar memberi uang duka sebesar 10.000 pound Mesir atau sekitar Rp 16 juta kepada orang tua almarhumah.

Duta Besar RI untuk Mesir Nurfaizi Suwandi dan pihak Universitas Al Azhar menyatakan akan terus mengawal kasus tersebut hingga ke meja hijau dan menghukum setimpal para pelakunya.

Dua mahasiswi Indonesia yang menjadi korban perampokan tersebut adalah Rizqana Mursyidah (25) yang mengalami luka bacok di tangannya, dan almarhumah Gusti Rahma Yeni (23), yang jenazahnya telah dikuburkan di kampung halamannya di Batipuh Tanah Datar, Sumatera Barat, pada Selasa (22/7/2014).

Sesuai permintaan orang tua almarhumah, jenazah Gusti Rahma Yeni dipulangkan ke tanah kelahirannya di Ranah Minang. Dubes RI untuk Mesir, Nurfaizi Suwandi menjelaskan, sesuai permintaan orang tua almarhumah, jenazah dipulangkan ke Indonesia untuk dikuburkan di Padang Panjang. “Jenazah diterbangkan dengan pesawat reguler Turki Air pada Minggu (20/7/2014) dan TK-66 dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno Hatta pada Senin (21/7/2014) pukul 18.20 WIB setelah transit di Istambul Turki, dan selanjutnya jenazah tersebut diterbangkan ke Padang untuk diserahkan kepada orang tuanya,” papar Staf Protokol dan Konsuler KBRI Kairo Puji Basuki.

Kepala Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Kairo Nugroho Yuwono Aribhimo ditugaskan untuk melakukan serah terima jenazah kepada keluarganya di Padang. “Semua biaya pemulangan jenazah Gusti Rahma Yeni tersebut ditanggung oleh KBRI Kairo,” terang Dubes RI untuk Mesir Nurfaizi Suwandi dan menambahkan, Kepala Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Kairo Nugroho Yuwono Aribhimo telah pulang terlebih dahulu ke Indonesia untuk persiapan penyerahan jenazah kepada keluarganya di Padang.

Peristiwa naas itu terjadi pada Kamis (17/7/2014) malam, seusai kedua korban hendak kembali ke asrama Universitas Al Azhar dengan naik kendaraan umum, mikrolet, setelah menghadiri acara buka bersama dengan rekan sejawat mereka di Distrik Madinat Nasr, Kairo Timur, sekitar pukul 20.30 waktu setempat.

Menurut penuturan Rizqana Mursyidah, saat mereka naik ke dalam mikrolet, kendaraan umum yang oleh warga setempat disebut "tramco", itu terdapat tiga pria muda termasuk supirnya.

Beberapa saat di perjalanan, tramco berbelok ke arah kawasan sepi padang pasir Muqattam yang bukan rute kendaraan yang biasa korban lalui.

Gusti Rahma Yeni dan Rizqana Mursyidah mulai curiga dan bertanya mau ke mana, dan dijawab bahwa kendaraannya mau mengisi bensin.

Kedua korban pun memohon agar diturunkan saja, tapi dijawab dengan todongan pisau.

Tanpa pikir panjang, Gusti Rahma Yeni meloncat dari jendela tramco di tengah kendaraan berkecepatan tinggi, tapi Rizqana Mursyidah tetap bertahan di mobil dan diminta paksa agar ia menyerahkan telepon genggam dan tas jinjingnya.

Rizqana Mursyidah pun diturunkan setelah ia menyerahkan HP dan tasnya, namun tangannya terkena sabetan pisau pelaku.

Gusti Rahma Yeni, yang baru naik tingkat IV Fakultas Syariah itu, didapatinya telah terkapar di aspal jalan, hidungnya berdarah.

Menurut Rizqana Mursyidah, Gusti Rahma Yeni masih bernafas saat ditemuinya, namun nyawanya tidak tertolong saat dalam perjalanan ke Rumah Sakit Zein Houm di Majrul Uyyun, Kairo.

Diduga kuat Gusti Rahma Yeni meninggal akibat kepalanya terbentur aspal jalan. (ant/jos)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.011.130 Since: 05.03.13 | 0.16 sec