Nasional

Komentar Yusril Ihza Mahendra Perihal Mundurnya Prabowo Subianto Dari Pilpres

JAKARTA-SBN.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan di Rumah Polonia, Jakarta, capres nomor urut 1 yang digadang-gadang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrat (PD), Partai Bulan Bintang (PBB), Letnan Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo menyatakan menolak pelaksanaan proses Pilpres 2014 di KPU RI. Calon presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto menyatakan mundur dari segala proses pemilihan presiden 2014.

Saat menyampaikan pernyataan sikap, Prabowo Subianto didampingi oleh sejumlah Tim koalisi Merah Putih, meliputi Mahfud MD, Yunus Yosfiah, Djoko Santoso, George Toisutta, Max Sopacua, Fadli Zon, Akbar Tandjung, Hashim Djojohadikusumo, Abdul Harris Bobihoe, Aburizal Bakrie, Idrus Marham, Suryadharma Ali, Ali Mochtar Ngabalin, dan Taufik Ridho.

Sikap Prabowo Subianto dengan pernyataan pengunduran diri capres Prabowo Subianto dalam seluruh proses pilpres 2014 sangat mengejutkan beberapa kalangan dan mendapat tanggapan sejumlah pihak. Salah satu orang yang angkat bicara tentang langkah capres nomor 1 itu adalah pakar hukum tata negara Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

Pakar hukum  tata negara Profesor Yusril Ihza Mahendra angkat bicara mengenai mundurnya saksi Prabowo Subianto dari rapat rekapitulasi KPU.

Dalam tweetnya melalui akun ‏@Yusrilihza_Mhd, Yusril Ihza Mahendra menyampaikan pesan bersambung atau dikenal sebagai kultwit yang terdiri dari beberapa butir pernyataan.

Di antara tweet Yusril Ihza Mahendra, disebutkan bahwa apa yang dilakukan Prabowo Subianto tidak bisa dibenarkan secara hukum.

Menurut Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra, Prabowo Subianto tidak bisa begitu saja mundur dari proses Pilpres 2014.

Menurutnya, berdasarkan UU Pilpres, calon yang sudah disahkan sebagai calon tidak boleh mundur dengan alasan apapun. Menurutnya, dalam UU Pilpres sebagaimana dalam UU Pileg dan Pilkada, seorang calon yang sudah disahkan sebagai calon tidak boleh mundur dengan alasan apapun. Terlebih, tahapan pilpres telah menuju akhir. "Apalagi mundur ketika pencoblosan sudah dilakukan, hal tersebut tidak sejalan dengan UU Pilpres," katanya dalam kultwitnya melalui akun @Yusrilihza_Mhd, Selasa (22/7/2014).

Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan capres Prabowo Subianto tak bisa mundur dari pencapresan hanya beberapa saat menjelang KPU RI umumkan hasil final pilpres. “Prabowo tidak bisa mengundurkan diri dari proses pemilihan Presiden (pilpres), ini sama berlaku seperti seseorang yang sudah mencalonkan diri sebagai anggota DPR atau kepala daerah," ungkap Yusril Ihza Mahendra kepada awak media di Jakarta, Selasa (22/7/2014).

Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB), Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc. mengatakan, seorang peserta pemilu tidak boleh mundur dengan alasan apa pun, meskipun hak konstitusional seseorang untuk mundur dari pencapresan tidak secara eksplisit diatur dalam konstitusi.

Yusril Ihza Mahendra mengatakan kendati alasan Prabowo terkait hak konstitusional, sikap calon presiden nomor urut satu itu tidak patut dilakukan. Dia menuturkan hak konstitusional untuk mundur dari pencapresan tidak secara eksplisit diatur dalam konstitusi. UUD 45, tambah Yusril Ihza Mahendra, mendelegasikannya kepada undang-undang.

Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra berpendapat bahwa keputusan Prabowo Subianto mundur dari Pemilu Presiden 2014 tidaklah menyebabkan pilpres tahun 2014 ini hanya diikuti oleh satu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yakni hanya Jokowi-JK saja.  “Keputusan Prabowo mundur tidaklah menyebabkan Pilpres 2014 hanya diikuti oleh 1 pasangan calon, yakni hanya Jokowi dan JK saja,” tulis Yusril Ihza Mahendra dalam serangkaian kicauan di akun Twitter-nya, Selasa (22/7/2014).

Oleh karena itu, katanya, keputusan pernyataan mundur Prabowo Subianto dan menolak hasil pilpres itu tidak akan perlu memengaruhi Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dalam menjalankan dan menuntaskan tugasnya. Menurut Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB), Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., KPU RI harus terus melaksanakan tugasnya dengan baik dan mengumumkan hasilnya. Dengan kata lain, lanjutnya, KPU terus saja melakukan rekapitulasi dan umumkan hasil pilpres, apapun hasilnya, walaupun tidak memuaskan siapa pun.

Menurut Yusril Ihza Mahendra, kalau Pilpres 2014 ini gagal, maka akan terjadi kevakuman pemerintahan. Sebab, MPR tidak bisa lagi memperpanjang masa jabatan SBY. "Kalau pilpres sekarang ini gagal, maka akan terjadi kevakuman pemerintahan, sebab MPR tidak bisa memperpanjang masa jabatan SBY," paparnya.

Dikatakan, kevakuman pemerintahan tersebut sangat membahayakan bangsa dan negara, untuk itu, katanya, keselamatan negara harus diutamakan. “Kevakuman pemerintahan tersebut sangat membahayakan bangsa dan negara, karena itu keselamatan negara harus diutamakan,” tegasnya.

Seharusnya, sambung dia, bila Prabowo keberatan dengan hasil yang diumumkan KPU, maka bisa menggunakan jalur hukum di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dia menyarankan pada Prabowo-Hatta untuk membawa pengaduannya ke MK terkait hasil pilpres apabila memang tidak memuaskan kubunya. "Kita lihat nanti apa putusan MK, apakah hasil pilpres sudah sah dan selesai atau harus pilpres ulang di beberapa tempat yang curang."

Kata Yusril Ihza Mahendra melalui akun twitternya @Yusrilihza_Mhd, sebenarnya kalau Prabowo Subianto menolak hasil pilpres karena alasan banyak kecurangan, sebenarnya dia bisa mengajukannya ke Mahkamah Konstitusi (MK) atau melaporkan pidana ke polisi. 

Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang itu mengungkapkan apabila Prabowo menolak hasil Pilpres dengan alasan banyak kecurangan, maka Prabowo dapat mengajukannya ke Mahkamah Konstitusi (MK) atau melaporkan pidana ke polisi. “Jika ada keberatan soal apapun harusnya diajukan ke MK," tukas Yusril Ihza Mahendra yang kini sedang berada di Vatican City, Roma, Italy.

Yusril Ihza Mahendra menyarankan kedua kubu beserta jajaran timnya, agar tetap menggunakan jalur hukum untuk menyelesaikan problema pilpres 2014.

"Tapi bukan dengan cara mundur sebagai calon ketika pencoblosan sudah selesai, apalagi menjelang KPU umumkan hasil akhir pilpres," papar Yusril Ihza Mahendra yang kini sedang berada di Vatican City, Roma, Italy.

"Demikian pesan saya dari Vatican, Roma, Italy, semoga menjadi bahan perhatian semua pihak di Tanah Air. Salam hormat," tutup Yusril Ihza Mahendra dalam kultwitnya tersebut.

Berikut pernyataan mantan Menteri Hukum dan HAM ini yang kami kutip dari akun twitternya, belum lama ini;

1. Prabowo tidak bisa mundur dari pecapresan hanya beberapa saat menjelang KPU umumkan hasil final Pilpres, meski dengan alasan hak konstitusional.

2. Hak konstitusional untuk mundur dari pencapresan tidak secara eksplisit diatur dalam konstitusi, dan UUD45 mendelegasikannya kepada undang undang.

3. Dalam UU Pilpres sebagaimana dalam UU Pileg dan Pilkada, seorang calon yang sidah disahkan sebagai calon tidak boleh mundur dengan alasan apapun.

4. Apalagi mundur ketika pencoblosan sudah dilakukan, hal terrsebut tidak sejalan dengan UU Pilpres.

5. Kalau Prabowo menolak hasil Pilpres dengan alasan banyak kecurangan, maka dia dapat mengajukannya ke MK atau laporkan pidana ke polisi.

6. Tapi bukan dengan cara mundur sebagai calon ketika pencoblosan sudah selesai, apalagi menjelang KPU umumkan hasil akhir Pilpres.

7. Keputusan Prabowo mundur tidaklah menyebabkan Pilpres 2014 hanya diikuti oleh hanya 1 pasangan calon, yakni hanya Jokowi dan JK saja.

8. Karena itu keputusan Prabowo mundur dan menolak hasil Pilpresin dak perlu mempengaruhi KPU dalam menuntaskan tugasnya.

9. Dengan kata lain, KPU terus saja melakukan rekapitulasi dan umumkan hasil Pipres, apapun hasilnya, walaupun tidak memuaskan siapapun.

10. Kalau Pilpres sekarang ini gagal, maka akan terjadi kevakuman pemerintahan, sebab MPR tdk bisa memperpanjang masa jabatan SBY.

11. Kevakuman pemerintahan tsb sangat membahayakan bangsa dan negara, karena itu keselamatan negara harus diutamakanw

12. Demikian pesan saya dari Vatican, Roma, Italy, semoga menjadi bahan perhatian semua pihak di tanah air. Salam hormat.

13. Saya sarankan kepada Prabowo Hatta untuk bawa ke MK hasil Pilpres jika memang tdk memuaskan beliau dan buktikan kecurangan di sana.

14. Kita lihat nanti apa putusan MK, apakah hasil Pilpres sdh sah dan selesai atau harus Pilpres ulang di beberapa tempat yang curang.

16. Kepada Prabowo Hatta dan timnya, saya himbau untuk tetap gunakan jalur hukum untuk menyelesaikan problema pilpres sekarang.

Dikabarkan sebelumnya, Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB), Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., memutuskan dirinya di posisi netral, meski partainya mendukung calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Hatta Rajasa.

Sekretaris Jenderal PBB, B.M. Wibowo mengatakan, dalam pemilihan presiden dan wakil presiden 2014. Yusril Ihza Mahendra tidak memihak salah satu capres dan cawapres, baik kubu Prabowo-Hatta maupun Jokowi-Jusuf Kalla.

"Pak Yusril memposisikan diri sebagai akademisi dan pakar hukum tata negara. Tidak masuk tim keduanya," ungkap B.M. Wibowo saat ditemui di rumah Polonia, Jakarta, Selasa (3/6/2014).

Menurut B.M. Wibowo, keputusan netral Yusril Ihza Mahendra merupakan kemauan dirinya sendiri tanpa ada tekanan dari pihak manapun.

Para pengurus PBB pun, sebelum memberikan komitmen untuk mendukung pasangan capres cawapres nomor urut 1, Prabowo-Hatta, terlebih dahulu berkonsultasi dengan Yusril Ihza Mahendra. "Kalau dilihat dari komentar Pak Yusril juga mengeritik kedua capres," terangnya lagi. (jos)

See Also

Total Pasien Positif Virus Corona Bertambah Jadi 134
Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.012.636 Since: 05.03.13 | 0.1682 sec