HAM

Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul

Sunday, 20 Juli 2014 | View : 2218

BAGHDAD-SBN.

Militan dari kelompok jihad radikal, The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), diterjemahkan sebagai the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) or the Islamic State of Iraq and al-Sham atau gerilyawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah membakar sebuah Gereja berusia 1.800 tahun di kota terbesar kedua di Irak, Mosul, dari sebuah foto dirilis kemarin.

Pembakaran Gereja ini menjadi insiden terbaru dalam serangkaian perusakan harta benda milik Kristen di Kota Mosul, yang berhasil dikuasai para gerilyawan pada bulan lalu, bersama dengan sejumlah besar wilayah Irak lainnya, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Minggu (20/7/2014).

Sebuah video diposting di situs YouTube pada 9 Juli lalu menunjukkan sebuah makam dihancurkan dengan palu godam di mana pejabat pemerintah mengatakan makam itu "hampir pasti" merupakan makam dari Nabi Yunus.

Orang-orang Kristen di Mosul melarikan diri dari kota itu secara massal sebelum batas waktu yang ditetapkan yakni kemarin, yang dikeluarkan oleh ISIS, kelompok yang terinspirasi Al-Qaidah, bagi mereka untuk memilih apakah akan masuk Islam, membayar pajak, atau meninggalkan rumah mereka atau dibunuh.

Koresponden Al Arabiya di Irak Majid Hamid mengatakan tenggat waktu yang ditetapkan oleh kelompok jihad ISIS adalah pukul 12.00 waktu setempat atau sekitar pukul 17.00 WIB.

Majid Hamid melaporkan bahwa banyak warga Kristen meninggalkan kota itu pada Jumat (18/7/2014).

Tidak jelas jika masih ada Nasrani setelah batas waktu diberikan itu.

"Keluarga Kristen sedang dalam perjalanan menuju ke Dohuk dan Arbil, di daerah tetangga otonom Kurdistan," ungkap Patriark Louis Sako mengatakan kepada AFP, dua hari lalu. "Untuk pertama kalinya dalam sejarah Irak, di Mosul sekarang tidak ada warga Kristen," tambah dia.

Saksi mengatakan pesan yang menyerukan agar warga Kristen meninggalkan kota itu dengan batas waktu sampai Sabtu (19/7/2014) meraung melalui pengeras suara dari Masjid-Masjid di kota itu pada Jumat (18/7/2014).

Selebaran yang dibagikan pekan lalu oleh ISIS menyebutkan warga Kristen di Kota Mosul harus masuk agama Islam, membayar pajak khusus, pergi, atau dibunuh jika menolak.

Irak adalah rumah bagi sekitar satu juta warga Kristen sebelum invasi 2003 pimpinan Amerika Serikat yang menggulingkan mantan Presiden Saddam Hussein.

Sejak itu, para militan sering menjadikan warga Kristen di seluruh negeri sebagai sasaran, membom Gereja-Gereja mereka dan membunuh pendeta.

Di bawah tekanan tersebut, banyak warga Kristen telah meninggalkan negara itu.

Pejabat Gereja sekarang menyebutkan bahwa hanya ada sekitar 450.000 warga Kristen di Irak.

Kelompok Negara Islam untuk Irak dan Syam (ISIS) telah berganti nama menjadi Negara Islam (IS) ternyata beberapa anggotanya telah membelot. Mereka bercerita soal ini seperti dilansir stasiun televisi BBC, Senin (14/7/2014).

Identitas sang pembelot telah ditutup rapi. Dia takut atas konsekuensi dari ceritanya ini. "Kebrutalan IS menakutkan semua orang," ungkapnya.

Dia awalnya bergabung dengan tentara pembebasan Suriah demi melawan Presiden Bashar al-Assad. Namun akhirnya merapat ke IS sebab seluruh rekannya sudah bersumpah setia pada kelompok itu. Mereka juga percaya IS bakal menciptakan negara Islam yang baik.

IS saat pertama kali terbentuk sangat baik dalam rangka menarik warga ingin memberi dan mendukung perjuangan mereka. Banyak orang percaya sebab mereka sudah sangat stres di bawah tekanan Bashar al-Assad dan rezimnya. "Namun setelah mereka besar, mereka berubah secara drastis menjadi kejam dan kasar. Pilihan hidup hanya ada dua, menurut mereka atau melawan mereka. IS tidak menerima di antara dua pilihan itu," papar sang pembelot.

Bahkan IS bisa menembak seorang perempuan tak sengaja bajunya tersingkap dan memperlihatkan ujung celana panjang. Rata-rata anggotanya berasal dari seluruh dunia dan masih berusia muda hingga otaknya mudah dicuci dan dibenamkan ideologi IS.

Pemimpinnya Abu Bakar al-Baghdadi mengklaim dirinya khalifah dan mengaku keturunan Nabi Muhammad SAW. Namun kelakuannya sangat berbeda dari yang sudah dicontohkan Muhammad. Dia bisa langsung menembak mati orang-orang yang tidak menurut padanya.

"Beruntung saya telah lari dari mereka. Mereka neraka," beber si pembelot itu. (bbc/afp/alarabiya)

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Kapolri Larang Ibadah Di Rumah
Tujuh Gereja Di Cianjur Diancam Ditutup Paksa
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.067.031 Since: 05.03.13 | 0.5872 sec