HAM

Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh

Friday, 18 Juli 2014 | View : 2721

BAGHDAD-SBN.

Umat Kristen berbondong-bondong keluar dari Kota Mosul di Irak setelah The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), diterjemahkan sebagai the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) or the Islamic State of Iraq and al-Sham atau gerilyawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menguasai kota itu.

Saksi dan pastor gereja Kasdim di Kota Mosul, Irak bagian utara, kemarin mengatakan warga Nasrani banyak mengungsi dari tempat tinggal umat Kristen karena diancam ultimatum tentara Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

"Keluarga Kristen sedang dalam perjalanan mereka menuju ke Dohuk dan Arbil," ungkap Louis Sako, pemuka agama Kristen. "Buat untuk pertama kalinya dalam sejarah Irak, di Mosul sekarang bebas dari umat Kristen, tidak ada warga Kristen,” beber Louis Sako kepada kantor berita AFP, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Jumat (18/7/2014).

Melalui pengeras suara di Masjid-Masjid, perwakilan ISIS menyampaikan ultimatum memberi pilihan selama beberapa jam untuk mereka pergi atau berpindah agama.

Sejumlah saksi mengatakan ISIS mengumumkan ultimatumnya melalui pengeras suara di Masjid-Masjid.

Selebaran yang dibagikan pekan lalu oleh ISIS menyebutkan warga Kristen di Kota Mosul harus masuk agama Islam, membayar pajak khusus, pergi, atau dibunuh jika menolak.

Mosul jatuh ke tangan ISIS setelah serangan ofensif bulan lalu. Saat itu beredar kabar mengenai opsi yang akan diterapkan bagi kaum Kristen, yaitu boleh tetap tinggal di Mosul dengan membayar pajak khusus, pindah agama, meninggalkan kota itu, atau dibunuh.

Daulah  Islam telah mengeluarkan ultimatum kepada populasi Kristen di Irak utara untuk masuk Islam, atau membayar Jizyah atau menghadapi pertempuran, menurut sebuah pernyataan yang didistribusikan di kota Mosul.

Pernyataan yang dikeluarkan oleh Daulah Islam, yang menguasai wilayah luas di  Irak utara, keputusan pemerintahan tersebut akan berlaku  pada hari Sabtu (19/7/2014) ini.

Dikatakan bila penganut  Kristen ingin tetap berada di wilayah “khalifah”  di beberapa bagian Irak dan Suriah harus setuju untuk mematuhi ketentuan dari kontrak “dzimmah” di mana non-Muslim dilindungi di wilayah Muslim dengan  retribusi khusus yang dikenal sebagai “jizyah”.

“Kami menawarkan mereka tiga pilihan: Islam; kontrak dzimmah melibatkan pembayaran jizyah; jika mereka menolak ini semua maka mereka akan tidak  memiliki apa-apa kecuali pedang,” kata pengumuman itu.

Pernyataan, yang dikeluarkan atas nama Negara Islam di provinsi utara Irak Niniwe, telah didistribusikan pada hari Kamis (17/7/2014) dan dibacakan di Masjid-Masjid.

Dikatakan bahwa Khalifah Islam Abu Bakr al-Baghdadi, atau Khalifah Ibrahim, telah menetapkan batas waktu Sabtu (19/7/2014) ini bagi orang Kristen yang tidak ingin tinggal dan hidup di bawah peraturan  tersebut untuk “meninggalkan perbatasan wilayah Khilafah Islam”.

“Setelah tanggal ini, tidak ada di antara kami dan mereka, kecuali hanya  pedang,” tukasnya.

“Kami sangat terkejut oleh pernyataan dengan selebaran ISIS bahwa yang memaksa kami, umat Kristen harus berpindah agama, masuk Islam atau untuk membayar upeti yang tidak ditentukan atau pajak khusus, pergi atau dibunuh. Mereka langsung pergi meninggalkan kota dengan hanya membawa berbekal pakaian yang melekat di badan dan tidak ada bagasi, dan bahwa rumah mereka kemudian juga nantinya akan disita atau diambil oleh ISIS," papar Louis Sako.

Dalam beberapa hari terakhir, di rumah-rumah umat Kristen diberi tanda huruf "N" yang berarti "Nassarah", istilah yang mengacu pada orang-orang Kristen. Bahkan, Louis Sako mengatakan ISIS menandai rumah-rumah warga Kristen dengan huruf "N" dari kata "Nasrani". Meski begitu, ISIS belum mengambil tindakan lebih lanjut. (al arabiya/afp)

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Kapolri Larang Ibadah Di Rumah
Tujuh Gereja Di Cianjur Diancam Ditutup Paksa
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.952.447 Since: 05.03.13 | 0.1698 sec