Agama & Masyarakat

Menteri Agama Prihatin Quraish Shihab Dikafirkan-kafirkan

Wednesday, 16 Juli 2014 | View : 1333

JAKARTA-SBN.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang resmi menjabat sebagai Menteri Agama Indonesia sejak 9 Juni 2014, Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin mengaku prihatin atas masalah yang menimpa Ulama besar Indonesia yang juga merupakan ahli tafsir kelahiran Rappang, Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, pada 16 Februari 1944, Prof. DR. Muhammad Quraish Shihab, M.A. dikafirkan banyak orang.

Akibat kata-katanya dianggap keliru menafsirkan dalil, seorang cendekiawan muslim dalam ilmu-ilmu Al-Qur'an, Muhammad Quraish Shihab lantas dikafirkan banyak orang.

Mantan Sekretaris Pengurus Harian Pusat DPP PPP periode 2003-2007 dan mantan Ketua DPP PPP Periode 2007-2012 ini melihat Quraish Shihab sebagai sosok yang ahli menerjemahkan tafsir-tafsir. Apalagi, ilmu yang dimilikinya cukup baik dan luas.

"Saya cukup prihatin orang seperti Pak Quraish Shihab yang kita sudah sangat kenal beliau kepakarannya, keulamaannya, kealimannya, beliau itu tidak hanya sekadar ulama, tapi juga mufassir, yaitu orang yang memiliki penguasaan keilmuan yang baik dan luas, karena tidak sembarang orang yang bisa menafsirkan Al Quran itu. Lalu, disesat-sesatkan, dikafir-kafirkan," ungkap Lukman Hakim Saifuddin usai peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/7/2014) malam.

Menteri Agama sebagai pengganti Suryadharma Ali (SDA) berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 54 P Tahun 2014, Lukman Hakim Saifuddin berharap, polemik yang terjadi pada ulama besar ini segera berakhir. "Mudah-mudahan ini hanya karena ketidaktahuan atau kesalahpahaman, dan mudah-mudahan ini segera sirna, bisa segera hilang," tandas mantan penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang kini menjabat Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) periode 2011-2015 ini.

Ketika ditanya apakah polemik tersebut timbul karena seorang ilmuwan tafsir yang terkenal di Indonesia Quraish Shihab sempat menghadiri kampanye Jokowi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Lukman Hakim Saifuddin enggan berandai-andai.

"Saya tidak ingin terlalu jauh berandai-andai, tapi mudah-mudahan ini karena ketidaktahuan atau kesalahpahaman saja," pungkas mantan Anggota DPR RI 2004-2009 F-PPP Dapil Jawa Tengah 6.

Sebelumnya, cendekiawan muslim Muhammad Quraish Shihab mengklarifikasi keresahan masyarakat terkait tayangan program Tafsir al-Mishbah edisi 12 Juli di Metro TV.

Di media sosial seperti Twitter dan Facebook ramai diperbincangkan jika Profesor Tafsir Al-Qur’an itu, Muhammad Quraish Shihab mengatakan Rasulullah belum tentu masuk Surga.

Menurutnya, apa yang disampaikannya sebagian dipelintir, dikutip sepotong dan di luar konteksnya.

Mantan Menteri Agama Republik Indonesia ke-15 pada Kabinet Pembangunan VII periode 14 Maret 1998-21 Mei 1998 itu, menjelaskan melalui website resminya, Rabu (16/7/2014).

"Uraian tersebut dalam konteks penjelasan bahwa amal bukanlah sebab masuk Surga, walau saya sampaikan juga bahwa kita yakin bahwa Rasulullah akan begini (masuk surga)."

Penjelasan saya berdasar hadist a.l.: Tidak seorang pun masuk surga karena amalnya. Sahabat bertanya "Engkau pun tidak?", beliau menjawab "Saya pun tidak, kecuali berkat rahmat Allah kepadaku."

Menurut dia, amal baik bukan sebab masuk Surga tapi itu hak prerogatif Allah.

“Uraian di atas bukan berarti tidak ada jaminan dari Allah bahwa Rasul tidak masuk surga, saya jelaskan juga di episode yang sama bahwa Allah menjamin dengan sumpah-Nya bahwa Rasulullah SAW akan diberikan anugerah-Nya sampai beliau puas, yang kita pahami sebagai Surga dan apapun yang beliau kehendaki,” terang ahli tafsir yang juga mantan Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII periode 14 Maret 1998-21 Mei 1998, Muhammad Quraish Shihab.

Ayah dari presenter Najwa Shihab ini mempersilakan masyarakat untuk menyimak ulang penjelasannya di episode tersebut.

“Mudah-mudahan yang menyebarkan hanya karena tidak mengerti dan bukan bermaksud,” pungkas tokoh yang dikenal dalam kepakarannya di bidang tafsir tersebut. (mer/jos)

See Also

Klaim Keraton Agung Sejagat Purworejo
Gubernur Jawa Tengah Minta Usut Munculnya Keraton Agung Sejagat
Polres Purworejo Akan Klarifikasi Keraton Agung Sejagat
Kapolri Sebut Teringat Insiden Sweeping Sabuga Bandung
MUI Bantah Buat Spanduk Tolak Natal Di Pangandaran
Lepas Santri Ke Luar Negeri Di Momentum Hari Santri
Pesan K. H. Aniq Muhammadun Dalam Halalbihalal UMK
Forkopimda Kabupaten Demak Gelar Halal Bi Halal
Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan Dan Pluralisme
Danpos-Babinkamtibmas Kebonagung Bersinergi Amankan Perayaan Kebaktian
Dandim 0716/Demak Tarling Perdana Bersama Bupati
Kodim 0716/Demak Dan GP Ansor Milik Warga Demak
Tangkal Radikalisme, Babinsa Bangun Komunikasi Dengan GP Ansor
Menangkal Gerakan Radikal Teroris Kaum Perempuan: Belajar Dari Sunan Kudus
Kepedulian Babinsa Kodim 0716/Demak Terhadap Tokoh Agama
Ngalap Berkah, Dandim 0716/Demak Ruwahan Dan Kirab Budaya
Bersama Bupati, Dandim 0716/Demak Buka Acara Tradisi Megengan Guna Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Kasdim 0716/Demak Hadiri Musyawarah Tamir Masjid Agung Demak
Danramil 03/Wonosalam Komsos Dengan Toga, Tomas, Dan Toda
Nuansa Religius Warnai HUT Kabupaten Demak Yang Ke-515
Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.910.546 Since: 05.03.13 | 0.1504 sec