Nasional

Ketua KPK Menasihati Wali Kota Bogor Soal Tanda Tangan

Monday, 14 Juli 2014 | View : 905

JAKARTA-SBN.

Hari ini, Senin (14/7/2014),  Wali Kota terpilih Bogor untuk periode 2014-2019, Bima Arya Sugiarto menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan dua hal.

Alumnus Fakultas Hubungan Internasional pada Universitas Parahyangan, Bandung, Bima Arya yang baru dilantik pada 7 April 2014 sebagai Wali Kota mendatangi KPK untuk melaporkan soal revisi Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara yang sebelumnya dia berikan saat mendaftar calon wali kota dan ingin berkoordinasi ihwal pencegahan praktek korupsi di Bogor.

"Mau menyampaikan laporan harta kekayaan sebagai penyelenggara negara, sebagai walikota berdasarkan Undang-Undang, saya diwajibkan untuk menyampaikan itu. Terakhir menyampaikan itu ketika pilkada, jadi harus revisi ketika awal menjabat," ungkap Bima Arya.

Saat disinggung mengenai jumlah harta yang dia miliki saat ini, politikus PAN itu memperkirakan hartanya justru mengalami penurunan saat menjabat jadi Wali Kota. "Terakhir ketika saya lapor ke KPK itu mungkin sekitar Rp 5 miliar kalau tidak salah, ketika Pilkada. Sekarang kalau tidak salah berkurang sampai sekitar di angka Rp 3 miliar," terang dia.

Menurut alumnus Monash University, Melbourne, Australia ini, ada beberapa alasan kenapa hartanya bisa berkurang, salah satunya adalah karena terpakai oleh kampanye. "Kedua, gaji Wali Kota ternyata pas-pasan, saya kaget juga ketika menerima slip gaji Rp 6,1 juta. Jadi kalau ingin lurus, hidupnya berkecukupan saja," sambung Bima Arya.

Selain melaporkan harta kekayaannya kepada KPK, Bima Arya mengaku datang ke KPK untuk berkoordinasi dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi di daerahnya. "Ya artinya saya tidak mau memasuki jebakan-jebakan korupsi, karena itu saya ingin membangun pagar yang kuat agar terhindar dari korupsi. Kita tidak mau masuk ke KPK karena itu kita berkodinasi sejak awal," tutur dia.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengaku diingatkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad ihwal tanda tangan/teken.

Menurut Komisaris Charta Politika Indonesia ini, Bima Arya, ketua lembaga antirasuah tersebut, Abraham Samad mewanti-wanti agar dirinya berhati-hati kalau mau menandatangani sesuatu. "Kata dia, jangan sembarangan tanda tangan karena, kadang-kadang secara sengaja maupun tak tidak, ada hal dilanggar," beber Bima Arya di plaza Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/7/2014).

Selain itu, Abraham Samad menasihati Bima Arya agar waspada soal gratifikasi. "Pengalaman di daerah-daerah lain, sambung Bima Arya, orang bisa terjerumus karena gratifikasi," lanjut Bima Arya. "Akhirnya, saya berkonsultasi soal bagaimana caranya membangun 'pagar pengaman',” tambah Bima Arya Sugiarto.

Dosen Pasca Sarjana Universitas Paramadina ini, Bima Arya Sugiarto menuturkan KPK memintanya sering berkoordinasi soal gratifikasi. Bima Arya ingin gratifikasi dipahami hingga ke tingkat lurah. "Kami akan menyusun program. KPK melalui Direktur Gratifikasi dan Direktur Laporan Harta Kekayaan telah memberikan pemahaman,” imbuh alumnus Australian National University, Canberra, Australia. (jos)

See Also

Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
Kalau Tidak Ada TMMD, Belum Tentu Ada Program Bedah RTLH
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.446.105 Since: 05.03.13 | 0.234 sec