Kuliner

Sejuta Manfaat Buah Berbulu Kiwi

Monday, 22 Juli 2013 | View : 2681

JAKARTA-SBN.

Pengawasan terhadap proses pematangan buah sangat penting. Pasalnya, kiwi tidak dapat langsung dikonsumsi setelah dipanen. Meski buahnya terbilang kecil, seukuran telur ayam, kandungan gizi pada buah kiwi sangat besar. Tak heran jika buah yang banyak ditanam di Selandia Baru itu memiliki banyak manfaat kesehatan, di antaranya mencegah penyakit degeneratif, memperlancar metabolisme tubuh, dan meningkatkan kesehatan saluran cerna.

“Kedua jenis makanan yakni sayuran dan buah-buahan adalah salah satu jenis asupan makanan yang terkategori bernilai gizi tinggi yang memiliki kandungan serat yang tinggi, vitamin, mineral, enzim pencernaan, dan air yang tidak ditemukan secara keseluruhan pada jenis makanan lainnya,” ujar dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran UI, Fiastuti Witjaksono. “Pengonsumsian kiwi  fruit dan sayur setiap hari secara teratur dan rutin serta dengan porsi yang tepat dan rutin dapat mencegah penyakit-penyakit degeneratif, seperti kencing manis, kanker, obesitas, dan penuaan dini. Manfaat lainnya adalah memperlancar metabolisme tubuh, meningkatkan kesehatan saluran cerna, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mencegah kerusakan sel,” tuturnya.

Pada mulanya, buah kiwi dikenal dengan nama chinese gooseberry. Dinamakan demikian karena kiwi sebenarnya berasal dari China. Baru pada tahun 1904, seorang guru bernama Mary Isabel Fraser membawa biji buah kiwi ke Selandia Baru setelah melakukan perjalanan ke China. Dalam perkembangannya, kiwi ditanam secara komersial di lahan-lahan perkebunan Selandia Baru mulai sekitar tahun 1937. Hal tersebut tidak terlepas dari iklim yang mendukung serta suburnya tanah di negara tersebut. Alhasil, kiwi menjadi salah satu komoditas unggulan dari Selandia Baru.

Profil buahnya yang unik serta memiliki banyak manfaat kesehatan menjadikan kiwi sebagai buah yang banyak disukai masyarakat dunia. Dilihat dari profilnya, buah kiwi dibalut dengan kulit yang berbulu berwarna hijau kecokelatan. Daging buahnya berwarna hijau terang (jenis kiwi hijau) atau kuning keemasan (kiwi gold). Pada daging buah, terdapat biji-biji kecil berwarna hitam yang bisa dikonsumsi. Tekstur buah sangat halus, dan ketika dimakan rasanya perpaduan antara asam dan manis.

Selain rasanya yang menyegarkan, kiwi unggul dari sisi kesehatan. Keunggulan tersebut tidak terlepas dari kandungan zat-zat gizi yang dimilikinya, di antaranya vitamin C dan vitamin E. Dengan perbandingan berat yang sama, vitamin C pada kiwi dua kali lebih tinggi daripada buah jeruk, sementara vitamin E pada kiwi lima kali lebih banyak ketimbang apel. Buah kiwi juga diketahui kaya serat dan mengandung enzim actinidin, enzim yang berfungsi membantu pencernaan protein sehingga lebih mudah diserap tubuh. Protein yang diserap dengan baik akan bermanfaat sebagai zat pembangun, mengganti sel-sel yang rusak, serta menjaga metabolisme tubuh bekerja dengan baik.

Keunggulan lainnya dari kiwi ialah kaya asam folat yang bermanfaat bagi ibu hamil dan memiliki indeks glikemik rendah sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. (kj)

See Also

jQuery Slider
Arsip :201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.114.051 Since: 05.03.13 | 0.1733 sec