Internasional

Raja Abdullah II Kunjungi Pemerintah Baru Mesir

KAIRO-SBN.

Untuk pertama kalinya sejak Mohamed Moursi, terguling, pemerintah Mesir interim menerima kunjungan resmi kepala negara sahabat. Pada Sabtu (20/7/2013), Raja Abdullah II dari Yordania datang ke Mesir dalam sebuah lawatan kenegaraan tak terduga. Raja Abdullah II juga tercatat sebagai pemimpin negara yang pertama kali yang mengucapkan selamat kepada pemerintah Mesir interim setelah Mohamed Moursi digulingkan dalam kudeta militer, Rabu (3/7/2013) beberapa pekan silam. Raja Abdullah II disambut hangat sejak dari Bandara Kairo. Raja Abdullah II lalu mengadakan pembicaraan dengan Presiden Mesir interim, Adly Mansour, dan Wakil Presiden Mesir interim, Mohamed ElBaradei.

Kunjungan Raja Abdullah II itu sebetulnya tidak mengejutkan karena sedari awal dia memang dikenal sangat mendukung Perdana Mesir interim, Hazem Al-Beblawi. Dalam kunjungannya, Raja Abdullah II berjanji akan memberikan dukungan atas "pilihan nasional Mesir" dan sepakat untuk tetap meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Hal itu diamini oleh Menteri Luar Negeri Mesir interim, Nabil Fahmy.

"Saya memperjuangkan Mesir di kancah internasional, terutama terkait isu keamanan nasional, dan mempertahankan status Mesir dalam konstelasi politik luar negeri, baik dengan negara tetangga Arab maupun internasional," tutur Nabil Fahmy. Menteri Luar Negeri Mesir interim, Nabil Fahmy amat bersyukur atas kunjungan Abdullah II ke negerinya sebagai dukungan yang amat dibutuhkan bagi cepat terselesaikannya konflik dalam negerinya.

Namun, kedatangan Raja Abdullah II ke Mesir telah dituding sejumlah pihak sebagai bentuk kampanye untuk memperbaiki kredibilitas rezim Mesir saat ini menyusul rencana Presiden Mesir interim Adly Mansour untuk segera melakukan reformasi konstitusional.

Presiden Mesir interim, Adly Mansour saat ini sudah menunjuk sebuah komite yang terdiri dari sejumlah profesor dari empat universitas dan enam hakim untuk menyusun rancangan amendemen konstitusi baru yang diadopsi dari kepemimpinan pemerintahan Mohamed Moursi yang telah ditunda. Rancangan amandemen itu diharapkan rampung dalam kurun waktu 30 hari ke depan, yang kemudian akan dipresentasikan kepada dewan panel yang mewakili sejumlah kelompok masyarakat sosial di Mesir. Presiden Adly Mansour, setelah selesai merampungkan konstitusi, akan melakukan sebuah referendum untuk menentukan babak baru pemerintahan Mesir. Rencana Presiden Adly Mansour itu tampaknya tidak akan mulus karena ada ganjalan dari para pendukung Mohamed Moursi menolak legitimasi Pemerintah Mesir sementara dan masih melakukan aksi protes. Perdana Menteri Mesir interim Hazem Al-Beblawi kembali menyerukan rekonsiliasi di Mesir. "Kami tak bisa menyusun sebuah konstitusi kala negara kita terpecah belah. Kita harus bersatu untuk itu," pinta Hazem Al-Beblawi, akhir pekan lalu, seperti diberitakan BBC.

Hingga hari Sabtu (20/7/2013), kondisi Mesir masih memanas. Ribuan masyarakat Mesir yang mendukung Mohamed Moursi masih menekan pemerintah sementara dengan menduduki masjid Rabaa Al-Adawiya, Kairo yang memang tempat basis pro-Moursi. Pendukung Mohamed Moursi bersumpah akan tinggal di masjid itu sampai Moursi dikembalikan. Sampai saat ini, keberadaan Moursi belum diketahui. Aksi pada Sabtu itu sebetulnya merupakan kelanjutan demonstrasi pada Jumat (19/7/2013), ketika sekitar 10 ribu pengunjuk rasa melambai-lambaikan bendera Mesir dan membawa potret Moursi sambil menuding Abdel Fattah Al-Sisi, panglima militer Mesir, sebagai dalang di balik tergulingnya Moursi. Walau sudah diperingatkan oleh militer, aksi unjuk rasa itu masih saja berakhir ricuh. Tiga orang tewas dalam demonstrasi di wilayah delta Sungai Nil di Kota Mansura dan Mesir. Aksi protes sulit dibendung, apalagi setelah kabinet Mesir dilantik. Kelompok Ikhwanul Muslimin menuding kabinet itu sudah dikotori campur tangan asing. Kondisi politik Mesir yang semakin terpuruk, tak ayal, berimbas pada hubungan Mesir dengan sejumlah negara luar. Uni Afrika telah menangguhkan keanggotaan Mesir. Sejumlah negara Arab penghasil minyak semakin tidak percaya Mesir akan memenuhi janjinya untuk mengucurkan dana bantuan sampai miliaran dollar AS.

Pemerintah Inggris juga mengumumkan telah mencabut izin ekspor untuk sejumlah peralatan yang digunakan oleh militer Mesir dan polisi. Pemerintah Inggris beralasan hal itu terpaksa dilakukan karena khawatir peralatan yang dikirim akan dipakai untuk menghadapi para demonstran. "Saya akan menjadikan "pembelaan revolusi luar negeri" sebagai prioritasnya," tegas Menteri Luar Negeri Mesir interim, Nabil Fahmy menjawab reaksi tersebut. Kementerian Luar Negeri Mesir akan membentuk sebuah komite untuk memublikasikan tentang revolusi luar negeri Mesir dan menyediakan beragam informasi soal Mesir untuk meluruskan pemberitaan Mesir yang beredar selama ini. (afp)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.200.660 Since: 05.03.13 | 0.2593 sec