Olah Raga

Menang Adu Penalti 4-3 Atas Kosta Rika, Belanda Ke Semi Final

Sunday, 06 Juli 2014 | View : 1152

SALVADOR-SBN.

Salah satu kontestan perempat final Piala Dunia 2014 dari benua Amerika, Kosta Rika mencoba melanjutkan cerita dongengnya di Piala Dunia 2014. Tantangan kali ini datang dari Belanda pada babak perempat final di Arena Fonte Nova, Salvador, Brasil, Minggu (6/7/2014) pukul 03.00 WIB.

Kosta Rika berhak merajut mimpi untuk terus bertahan di Piala Dunia 2014 Brasil ini. Namun, Belanda tak segan untuk menghancurkan mimpi sang lawan demi kesempatan meraih gelar juara dunia yang belum sekalipun dicicipi.

Perjalanan Kosta Rika memang luar biasa. Tiga mantan juara dunia, Uruguay, Italia, dan Inggris tidak bisa membawa kemenangan dari tangan Bryan Ruiz dkk. Menjadi juara di Grup neraka menjelaskan kehebatan Kosta Rika.

Dalam babak 16 besar, kiprah Kosta Rika di Piala Dunia 2014 berlanjut. Yunani menyerah setelah takluk melalui drama adu penalti.

Kali ini, Kosta Rika bakal bertemu Belanda. Performa Belanda bisa dibilang luar biasa sepanjang Piala Dunia 2014. Spanyol, Australia, Chile, dan Meksiko berhasil ditaklukkan.

Kekompakan para pemain Belanda menjadi kunci permainan tim.

Kejeniusan pelatih Louis van Gaal meracik strategi juga menambah kekuatan De Oranje.

Saat-saat krusial, pelatih negeri ‘Kincir Angin’ tersebut, Louis van Gaal bisa melakukan perubahan signifikan seperti saat memasukkan Klaas-Jan Huntelaar untuk mengganti Robin van Persie pada laga kontra Meksiko. Terbukti, Klaas Jan Huntelaar berhasil mencetak gol kemenangan Belanda.

Acungan jempol kembali layak diajukan kepada pelatih tim nasional, Louis van Gaal, ketika menghadapi Kosta Rika pada babak perempat final di Arena Fonte Nova, Salvador, Brasil, Minggu (6/7/2014) dini hari WIB tadi.

Keputusannya memasukkan penjaga gawang Tim Krul jelang berakhirnya extra time membuat Belanda menang 4-3 atas Kosta Rika melalui drama adu tendangan penalti. Belanda akhirnya bisa melaju ke babak semifinal.

Pertandingan menunjukkan tanda-tanda berlanjut ke adu tendangan penalti setelah skor 0-0 tidak berubah hingga babak kedua extra time.

120 menit pertandingan ditambah babak perpanjangan waktu kedua tim sama-sama tidak mencetak gol sama sekali. Setelah pertarungan selama 120 menit berakhir imbang tanpa gol, pelatih Tim Oranje Louis van Gaal secara mengejutkan mengganti kiper nomor satu Belanda Jasper Cillessen dengan Tim Krul.

Beberapa detik jelang berakhirnya extra time, pelatih Tim Oranje Louis van Gaal memutuskan mengganti penjaga gawang Jasper Cillessen dengan Tim Krul.

Strategi pelatih Belanda Louis van Gaal terbukti jitu. Keputusan ini terbukti jitu. Kiper Tim Krul menggagalkan dua penalti Kosta Rika dan membawa De Oranje menang 4-3 dalam adu tos-tosan. Kiper Tim Krul mampu mengeblok tendangan penalti ketiga dan kelima Kosta Rika yang diambil oleh Bryan Ruiz dan Michael Umana. Hebatnya lagi, Tim Krul yang bermain untuk klub Inggris, Newcastle United, mampu menebak semua arah tendangan pemain Kosta Rika.

Kiper Belanda Tim Krul ternyata telah berlatih menahan tendangan penalti selama berminggu-minggu sebelum pertandingan perempat final Piala Dunia 2014 kontra Kosta Rika, Minggu (6/7/2014) dini hari WIB tadi.

Selepas laga lawan Los Ticos, kiper Tim Krul mengatakan telah berlatih bersama pelatih kiper Frans Hoek untuk menghadapi situasi adu penalti. "Inilah hasil dari persiapan tujuh minggu. Kami telah memperhatikan 23 pemain Kosta Rika namun belum mengetahui cara mereka mengeksekusi tendangan penalti," beber kiper Newcastle United ini seperti dilansir.

Kiper berusia 26 tahun ini berhasil menyelamatkan gawangnya dari pengeksekusi kedua Kosta Rika Bryan Ruiz. Saat kedudukan 4-3 untuk keunggulan timnya, kiper Tim Krul kembali menggagalkan sepakan penendang kelima Los Ticos, Michael Umana.

Penampilan gemilangnya memastikan timnya berhadapan dengan Argentina pada babak semifinal, Kamis (10/7/2014) nanti.

Sepanjang babak pertama Belanda tampil dominan. Penguasaan bola Belanda mencapai 62% dan membuat Kosta Rika kesulitan menyerang. Sebaliknya, Belanda nyaris selalu sukses menekan pertahanan Kosta Rika melalui permainan umpan-umpan pendek.

Statistik babak pertama yang dirilis oleh FIFA menunjukkan empat tendangan Belanda ke gawang Kosta Rika selalu tepat sasaran.

Hanya penampilan gemilang kiper Keylor Navas di bawah mistar gawang Los Ticos yang menggagalkan peluang Belanda.

Kesuksesan Kosta Rika memaksakan extra time tidak lepas dari dua hal, yaitu penampilan gemilang penjaga gawang Keylor Navas dan keberuntungan.

Penjaga gawang timnas Kosta Rika, Keylor Navas, melakukan sejumlah penyelamatan gemilang ketika menghadapi timnas Belanda pada babak perempat final di Arena Fonte Nova, Salvador, Brasil, Minggu (6/7/2014).

Pada babak pertama, kiper Keylor Navas mampu mengeblok empat tendangan tepat sasaran Belanda melalui Robin van Persie, Wesley Sneijder, dan Memphis Depay. Kiper Kosta Rika ini, Keylor Navas bahkan melakukan aksi akrobatik untuk menepis tendangan bebas Wesley Sneijder.

Pada menit ke-21, kiper Keylor Navas menggagalkan dua peluang bagus Belanda secara berturut-turut. Kiper Keylor Navas mengeblok tendangan Robin van Persie dari dalam kotak penalti setelah menerima umpan terobosan Memphis Depay.

Bola yang memantul ke luar kotak penalti kemudian diteruskan oleh Wesley Sneijder, namun berhasil ditangkap kiper Keylor Navas di tengah gawang.

Delapan menit berselang kiper Keylor Navas menggagalkan peluang Memphis Depay. Pemain klub Spanyol, Levante, tersebut sukses mengamankan tendangan Memphis Depay dari sisi kiri kotak penalti.

Kiper Kosta Rika, Keylor Navas melakukan penyelamatan akrobatik ketika menggagalkan eksekusi tendangan bebas Wesley Sneijder. Bola hasil tendangan Wesley Sneijder mengarah ke pojok kiri atas, namun kiper Keylor Navas terbang untuk menepis bola dan hanya menghasilkan tendangan penjuru.

Andai tidak ada kiper Keylor Navas, Belanda bisa saja unggul 4-0 atas Kosta Rika pada babak pertama. Nyatanya, aksi gemilang kiper Keylor Navas membuat skor masih kacamata pada babak pertama.

Tanpa gol pada babak pertama, pertandingan harus dilanjutkan ke extra time. Selama Piala Dunia 2014, baru kali ini Belanda memainkan extra time.

Kosta Rika bak dinaungi keberuntungan pada babak kedua.

Kiper Keylor Navas dan Dewi Fortuna kemudian berkolaborasi untuk menggagalkan dua peluang emas Robin van Persie jelang berakhirnya waktu normal.

Dua peluang Robin van Persie tercipta pada menit ke-93 pertandingan.

Peluang pertama adalah ketika tendangan bebas RvP dari area kiri pertahanan sukses ditepis penjaga gawang Keylor Navas di bawah mistar gawang.

Bola pantul kemudian menghasilkan kemelut di sekitar kotak penalti Kosta Rika. Menerima umpan pendek dari Wesley Sneijder, bek kiri Daley Blind kemudian melepaskan umpan tarik rendah ke mulut gawang.

Tiga pemain Belanda gagal menyambar bola, namun RvP yang tidak terkawal di tiang jauh sukses menyontek bola dengan tendangan kaki kirinya.

Yeltsin Tejada  menggagalkan peluang emas ini. Yeltsin Tejada menghalau bola dengan kakinya sebelum kemudian memantul ke atas dan digagalkan mistar gawang.

Bukan baru kali ini peluang Belanda digagalkan tiang. Tendangan bebas Wesley Sneijder pada menit ke-82 melengkung ke arah kiri. Kiper Keylor Navas tidak mampu menjangkau bola, namun bola menghajar tiang gawang.

Keberuntungan kembali menaungi Kosta Rika pada jelang berakhirnya babak kedua extra time. Tendangan melengkung Wesley Sneijder dari luar kotak penalti membentur mistar gawang.

Timnas Kosta Rika menggagalkan dua peluang bagus Robin van Persie pada injury time ketika menghadapi timnas Belanda pada babak perempat final di Fonte Nova, Salvador, Brasil, Minggu (6/7/2014).

Kosta Rika pun sukses memaksa Belanda memainkan extra time setelah tanpa gol pada waktu normal.

Secara keseluruhan Belanda mendominasi jalannya pertandingan. Sebagai perbandingan, Belanda melepaskan 20 tendangan ke gawang Kosta Rika, 15 di antaranya tepat sasaran. Kosta Rika pun baru mendapatkan tendangan penjuru pada menit ke-115.

Pelatih tim nasional Kosta Rika Jorge Luis Pinto mengatakan timnya bermain tanpa rasa takut ketika menghadapi Belanda pada laga perempat final, Minggu (6/7/2014) dini hari WIB tadi. Baginya, kekalahan melalui adu penalti tak akan menyurutkan kebanggaannya.

“Kami kecewa namun tetap bahagia. Ketika kami datang ke Brasil, tidak ada yang memperhitungkan kami. Selama piala dunia ini kami telah melakukan banyak hal menakjubkan,” ucapnya selepas laga seperti dilansir FIFA.com.

Pelatih yang menangani Los Ticos sejak tahun 2011 ini tidak memiliki penyesalan atas kegagalan timnya. Kosta Rika meninggalkan Piala dunia 2014 dengan catatan hebat. Kosta Rika tidak pernah kalah dalam waktu normal.

"Meskipun kami tersingkir, kami belum terkalahkan, bahkan oleh tim-tim kuat yang pernah menghadapi kami," tukasnya.

Permainan anak-anak asuhan Jorge Luis Pinto, menurutnya, mampu membuka mata publik sepakbola bahwa Kosta Rika bisa 'bermain' sepakbola. Baginya, hal tersebut menunjukkan tim yang dibangunnya telah meningkat dengan pesat.

"Saya bangga pada para pemain dan juga negara ini. Mereka sudah memberikan semua yang mereka miliki," tuturnya.

Mantan pemain sepak bola profesional Belanda, Giovanni van Bronckhorst mengatakan Kosta Rika membuat Belanda harus kerja keras  hingga akhir laga perempat final Piala Dunia 2014 berakhir. Hal itu dikatakan oleh kapten tim nasional Belanda saat tampil di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan melalui akun twitternya pada Minggu (6/7/2014) pagi.

“Kosta Rika benar-benar membuat tim Belanda bekerja kerasj hingga akhir laga. Bersiap ke babak selanjutnya melawan Argentina #ARGNED,” tulis Giovanni van Bronckhorst.

Kemenangan ini mengantarkan Belanda melaju ke babak semifinal. Selanjutnya De Oranje Belanda akan berhadapan dengan Argentina di Stadion Arena Corinthians, Sao Paulo, Kamis (10/7/2014) pukul 03.00 WIB. Sebelumnya Argentina menyingkirkan negara tetangga Belanda, Belgia, dengan skor tipis 1-0.

Tendangan Penalti:

Belanda                                  Kosta Rika

Robin van Persie                       Celso Borges

Arjen Robben                           Bryan Ruiz (gagal)

Wesley Sneijder                       Giancarlo Gonzalez

Dirk Kuyt                                 Christian Bolaños

                                                Michael Umaña (gagal)

Susunan Pemain:

Belanda:

1-Jasper Cillessen (23-Tim Krul ‘120+1); 3-Stefan de Vrij, 2-Ron Vlaar, 4-Bruno Martins Indi (19-Klaas Jan Huntelaar ‘106), 15-Dirk Kuyt, 20-Georginio Wijnaldum, 10-Wesley Sneijder, 5-Daley Blind; 11-Arjen Robben, 9-Robin van Persie, 21-Memphis Depay (17-Jeremain Lens ’76).

Cadangan:

16-Jordy Clasie, 7-Daryl Janmaat, 12-Paul Verhaegh, 8-Jonathan de Guzman, 22-Michel Vorm, 13-Joel Veltman, 14-Terence Kongolo, 6-Nigel de Jong, 18-Leroy Fer.

Pelatih: Louis van Gaal.

Kosta Rika:

1-Keylor Navas; 16-Cristian Gamboa (8-David Myrie ’79), 4-Michael Umana, 3-Giancarlo Gonzalez, 2-Johnny Acosta, 15-Junior Diaz; 7-Christian Bolanos, 17-Yeltsin Tejeda (22-Jose Cubero ’97), 5-Celso Borges, 10-Bryan Ruiz, 9-Joel Campbell (21-Marco Urena ’66).

Cadangan:

6-Oscar Duarte Gaitan, 11-Michael Barrantes, 12-Waylon Francis, 13-Esteban Granados Maroto, 14-Randall Brenes, 18-Patrick Pemberton, 19-Roy Miller, 20-Diego Calvo, 22-Jose Miguel Cubero Loria, 23-Daniel Cambronero.

Pelatih: Jorge Luis Pinto.

Wasit: Ravshan Irmatov dari Uzbekistan. (jos)

See Also

The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
Santoso Nahkodai Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kudus 2019-2024
Manny Pacquiao Rebut Gelar Dunia WBA Super Kelas Welter
All Indonesian Final Di Indonesia Terbuka 2019
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Maroko Menahan Spanyol 2-2
Uruguay Juara Grup A Libas Tuan Rumah Rusia 3-0
Asa Jerman Terbuka, Jerman Tundukkan Swedia 2-1
Meksiko Kirim Pulang Korea Selatan 2-1
Belgia Bantai Tunisia 5-2
Swiss Atasi Perlawanan Serbia 2-1
Nigeria Hempaskan Islandia 2-0
Brazil Pupus Harapan Kosta Rika 2-0
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Hermansyah Pelatih Kiper Baru Madura United FC
Pelatihan Dayung, Babinsa Koramil 01/Kota Kodim 0721/Blora Instruktur Pelatih
Koramil 14/Todanan Besama Muspika Gelar Senam Bersama
Personel Koramil 13/Kunduran Melaksanakan Pembinaan Fisik
Koramil 07/Sambong Gelar Senam Bersama Muspika
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.645.020 Since: 05.03.13 | 0.1565 sec