Olah Raga

Jerman Ke Semifinal Empat Kali Berturut-turut Usai Bekuk Prancis 1-0

Saturday, 05 Juli 2014 | View : 863

RIO DE JANEIRO-SBN.

Laga dua tim kuat, Les Bleus Prancis melawan Panzer Jerman menjadi laga pembuka babak 8 besar atau perempat final pada Jumat (4/7/2014) pukul 23.00 WIB atau Sabtu (5/7/2014) di Stadion Estadio do Maracanã, Rio de Janeiro, Brasil.

Sepanjang sejarah penampilan Jerman di Piala Dunia, hanya empat kali gagal melangkah ke babak semifinal.

Termasuk Piala Dunia 2014, Jerman telah 13 kali menembus babak semifinal. Total penampilan Jerman di Piala Dunia 18 kali.

Der Panzer hanya dua absen yaitu pada Piala Dunia 1930 dan 1950. Pada 1930 Jerman tidak berpartisipasi, sedangkan 20 tahun kemudian Jerman dilarang tampil karena sanksi internasional.

Dari 13 kali menembus babak semifinal, Jerman tujuh kali menembus babak final. Jerman pun tiga kali menjadi juara yaitu pada  1954, 1974, dan 1990.

Pencapaian terburuk Jerman selama di Piala Dunia adalah babak pertama Piala Dunia 1938 dan fase Grup kedua Piala Dunia 1978.

Lolosnya skuat asuhan Joachim Low ke babak semifinal menjadi catatan tersendiri. Bagi Der Panzer Jerman, ini adalah untuk keempat kalinya secara berturut-turut menembus babak semifinal Piala Dunia.

Dari tiga kesempatan sebelumnya, Jerman baru sekali menembus babak final, Piala Dunia 2002.

Pada dua edisi Piala Dunia terakhir, 2006 dan 2010, Jerman selalu kandas di babak semifinal dan harus puas menjadi juara ketiga.

Panzer Timnas Jerman semakin sah menyandang gelar sebagai spesialis turnamen usai mengkandaskan perlawanan tim nasional Les Bleus Prancis 1-0 pada babak perempat final di Stadion Estadio do Maracana, Rio De Janeiro, Brasil, Sabtu (5/7/2014).

Kick off babak pertama.

Wasit Hernan Madiana dari Argentina meniup pluit tanda dimulainya babak pertama tepat pukul 23.02, dimulai dari kaki para pemain Panzer.

Di menit-menit awal laga, sang kapten Jerman, Philipp Lahm Cs mencoba memancing keluar pemain Prancis.

Setelah lima menit laga berjalan, pemain Les Bleus mencoba keluar dari tekanan, Karim Benzema nyaris saja menggetarkan gawang Manuel Neuer di menit ke-6

Menit ke-10, kembali Karim Benzema mengancam gawang Manuel Neuer. Satu dua kali Karim Benzema mencoba merusak pertahanan Manuel Neuer, namun selalu gagal karena kokohnya pertahanan Panzer.

Selepas pulih dari cedera, bek Timnas Jerman Mats Hummels bermain gemilang dalam laga melawan Timnas Prancis dan gol Mats Hummels itu mengantarkan Timnas Jerman meraih kemenangan 1-0 atas Timnas Prancis di babak perempat final di Stadion Estadio do Maracana, Rio de Janeiro, Brasil, Sabtu (5/7/2014).

Kemenangan 1-0 Jerman diraih berkat gol semata wayang dalam pertandingan itu diciptakan pemain belakang Jerman bernomor punggung 5, Mats Hummels sekaligus membawa Jerman menembus babak semifinal Piala Dunia untuk keempat kalinya secara berturut-turut.

Bek Borussia Dortmund itu mencetak gol pada menit ke-13 babak pertama usai memanfaatkan eksekusi tendangan bebas Toni Kroos. Melalui tendangan bebas yang dilepaskan Toni Kroos dari sisi kanan gawang Hugo Lloris, Mats Hummels (5) sukses menggetarkan dan menjebol gawang Les Bleus melalui sundulan kepala di menit-13 babak pertama.

Gol Mats Hummels berawal dari pelanggaran yang dilakukan oleh Paul Pogba di menit ke-12. Panzer mendapat hadiah tendangan bebas dari luar kotak penalti, kesempatan ini dimanfaatkan Toni Kroos yang melesatkan bola dengan tendangan silang. Mats Hummels menyambut bola hasil tendangan Toni Kroos dengan sundulan setelah beradu fisik dengan Raphael Varane. Mats Hummels yang berdiri di depan gawang, tidak menyiakan peluang itu dengan menyundul bola. Bola hasil sundulan Mats Hummels mengecoh penjaga gawang Prancis Hugo Lloris. Bola sempat mengenai mistar sebelum akhirnya memantul melewati garis gawang, gol di menit ke-13. Kedudukan sementara 1-0 untuk Jerman.

Setelah kebobolan 1-0, Karim Benzema cs satu dua kali membangun serangan berbahaya hingga ke area pertahanan Panzer. Namun barisan pertahanan Panzer cukup disiplin, sehingga menyulitkan Prancis mendekati gawang Manuel Neuer.

Prancis mencoba membalas.

Jika saja tidak terjatuh, Miroslav Klose nyaris saja membobol gawang Hugo Lloris di menit ke-23. Wasit melihat terjatuhnya Miroslav Klose di area gawang Hugo Lloris bukan sebuah pelanggaran oleh pemain Prancis.

Tidak puas dengan satu gol, sang kapten Philipp Lahm, Sami Khedira, Thomas Muller, Mesut Ozil, begitu ngotot memasuki wilayah pertahanan Les Bleus. Dengan operan pendek satu dua, serangan Panzer selalu membahayakan gawang Prancis, Hugo Lloris. Panzer tanpa henti melancarkan serangan.

Namun, gawang Jerman yang dijaga kiper Manuel Neuer nyaris bergetar. Di menit ke-33, tendangan kaki kiri Mathieu Valbuena berhasil ditepis kiper Manuel Neuer namun sempat lepas, Karim Benzema mencoba melesatkan ke gawang Manuel Neuer, namun jauh di atas mistar gawang Manuel Neuer.

Peluang terbaik Les Bleus untuk menyamakan kedudukan tercipta pada menit ke-34. Umpan panjang Raphael Varane dari hampir separuh lapangan diterima Antoine Griezmann di sisi kanan. Antoine Griezmann kemudian mengirim umpan tarik yang diteruskan Mathieu Valbuena dengan tendangan voli dari sudut sulit.

Bola hasil tendangan Mathieu Valbuena diselamatkan oleh penjaga gawang Manuel Neuer di tiang dekat. Bola pantul mendarat di kaki Karim Benzema yang segera memanfaatkan situasi itu dengan tendangan voli. Peluang Karim Benzema gagal menciptakan gol karena berhasil diblok oleh Mats Hummels.

Tak hanya mencetak gol, Mats Hummels juga jadi sosok di balik gagalnya Karim Benzema Cs membobol gawang Manuel Neuer.

Pemain Borussia Dortmund itu, Mats Hummels mencegah Timnas Prancis mencetak gol balasan kedua kalinya pada menit ke-42. Sundulan Karim Benzema menyambut umpan silang Patrice Evra diblok Mats Hummels dengan badannya sambil meloncat.

Menurut catatan Squawka, Mats Hummels tampil solid sepanjang laga. Mats Hummels tercatat tiga kali mengeblok tendangan Prancis, dan tujuh kali menyapu bola. FIFA pun menobatkan pria 25 tahun itu sebagai man of the match.

Pemain bertahan Jerman, Mats Hummels (5), terpilih sebagai man of the match laga perempat final Jerman kontra Prancis. Pemain klub Borussia Dortmund berusia 25 tahun ini, mencetak gol semata wayang di laga ini dan menghantarkan Jerman ke babak 4 besar atau babak semi final.

Menit ke-43, Les Bleus terus mengancam gawang Panzer. Dua menit watu normal tersisa, Prancis terus mencoba melancarkan serangan untuk menyamakan kedudukan wasit meniup babak pertama berakhir.

45 menit waktu normal telah berakhir, wasit menambah waktu 1 menit.

Wasit meniup pluit tanda berakhirnya babak pertama. Babak pertama berakhir, skuat Panzer Jerman masih unggul 1-0.

Panzer Lebih Atraktif, babak pertama menjadi milik Panzer.

Sejak dari awal-awal pertandingan hingga 25 menit berjalannya pertandingan, Thomas Muller Cs praktis menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola 51%. Sementara Les Bleus menguasai bola 49%.

Kick-off babak kedua. Babak kedua dimulai.

Di menit awal pertandingan babak kedua, Pemain Les Bleus, dimotori Karim Benzema mencoba mengancam gawang Manuel Neurs. Umpan silang Mathieu Valbuena berhasil digagalkan Mats Hummels.

Pada menit ke-53, mencoba menghentikan laju Antoine Griezmann, Sami Khedira dikenakan kartu kuning karena menjatuhkan Antoine Griezmann.

Di menit ke-60, kalau saja tidak dipotong oleh bek Jerman, Blaise Matuidi nyaris menggetarkan dan membobol gawang Manuel Neuer. 

Menit ke-62, serangan demi serangan pemain Les Bleus selalu kandas di kaki pemain belakang Panzer. Pertahanan Panzer kokoh.

Andre Schurrle (9) masuk menggantikan Miroslav Klose di menit ke-67.

Kiper Prancis Hugo Lloris lega karena tendangan Thomas Muller melebar ke samping di sisi kanan gawangnya di menit ke-70.

Prancis melakukan penyegaran pemain, Mamadou Sakho digantikan oleh Laurent Koscielny (21) di menit ke-71.

Di menit ke-73, Yohan Cabaye digantikan oleh Loic Remy (20). Les Bleus terus melancarkan serangan demi serangan.

Mats Hummels berhasil menggagalkan tembakan Karim Benzema yang mengancam gawang Panzer di menit ke-76, selamat lagi gawang Manuel Neuer.

Akibat menjatuhkan Antoine Griezmann, Bastian Schweinsteiger diganjar kartu kuning di menit ke-79.

Menit ke-80, berawal dari serangan balik, sepakan Andre Schurrle berhasil dihalau kiper Prancis Hugo Lloris. 

Mesut Ozil keluar lapangan, digantikan oleh Mario Goetze di menit ke-82.

Menit ke-85, Olivier Giroud masuk menggantikan Mathieu Valbuena.

Menit ke-86, Prancis Terus Berusaha.

Sisa waktu normal 4 menit lagi, Les Bleus masih berusaha mengejar ketertinggalan dengan mengandalkan serangan balik. Namun, selalu gagal di tengah jalan.

Andre Schurrle nyaris menggandakan keunggulan Der Panzer pada menit ke-88 setelah memanfaatkan serangan balik. Umpan tarik datar Mesut Ozil dari kiri gagal disontek secara sempurna oleh Thomas Muller. Andre Schurrle yang tidak terkawal gagal menaklukkan kiper Prancis Hugo Lloris karena tendangannya mampu dibendung kaki pemain Tottenham Hotspur tersebut.

Waktu normal 45 menit berakhir, 4 menit tambahan dimulai.

Pada menit ke-91, Toni Kroos keluar, digantikan Christoph Kramer (23)

Kesempatan Prancis untuk memaksakan extra time harus kandas. Di menit injury time, Karim Benzema hampir menyamakan kedudukan kalau saja sepakan keras kaki kirinya tidak diblok oleh kiper Manuel Neuer. Tendangan Karim Benzema dari sudut sempit ditepis oleh kiper Jerman Manuel Neuer di bawah mistar gawang.

Panzer mengakhiri babak kedua dan perpanjangan waktu ini dengan unggul 1-0.

Berakhir sudah laga pembuka babak 8 besar atau babak perempat final antara Jerman melawan Prancis, yang berakhir 1-0 untuk Jerman.

Dengan demikian, atas kemenangan dalam pertandingan pertama perempat final  yang digelar Stadion Estadio do Maracana di kota Rio de Janeiro, Brasil ini, skuat Panzer Jerman berhasil melangkah dan berhak melaju ke babak 4 besar atau semi final.

Skuat Panzer, Jerman meraih tiket pertama ke babak semi final, menunggu hasil pertandingan Brasil kontra Kolombia yang akan dilangsungkan Sabtu (5/7/2014) pukul 03.00 WIB.

Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, mengungkapkan kekalahan 0-1 timnya dari timnas Jerman pada babak perempatfinal di Stadion Estadio do Maracana, Rio De Janeiro, Sabtu (5/7/2014).

Pelatih Prancis Didier Deschamps mengatakan pengalaman Jerman adalah penentu pertandingan malam tadi. Menurut pelatih Didier Deschamps, tim Ayam Jantan kalah pengalaman dari tim Panzer.

"Mereka memanfaatkan betul keuntungan mereka. Tak ada perbedaan besar antara kami dengan tim Jerman," beber Didier Deschamps.

“Mereka (Jerman) tim yang memiliki pengalaman lebih banyak daripada kami. Langkah kami terhenti di sini. Saya sama sekali tidak menyesal meski jika kami memiliki ambisi, kami bisa melangkah lebih jauh,” ungkap Didier Deschamps dikutip wartawan dari FIFA.com.

“Kami memiliki sejumlah peluang untuk menyamakan kedudukan, namun Jerman mencetak gol dari tendangan bebas yang memang menjadi kelemahan kami. Kami telah mengusahakan semuanya untuk kembali ke jalur pada menit akhir Karim Benzema memiliki sebuah peluang bagus, namun Manuel Neuer melakukan penyelamatan bagus di gawang,” jelas mantan gelandang 'angkut air' tersebut.

Gelandang Prancis Mathieu Valbuena menilai miskinnya penyelesaian akhir menjadi penyebab kekalahan timnya. “Sulit malam ini, kami kehilangan ketajaman. Mereka (Jerman) tidak punya banyak peluang, mereka sukses pada satu tendangan bebas," katanya merujuk gol Mats Hummels pada menit 13 dari tendangan bebas Tony Kroos.

"Kami punya banyak peluang tetapi kami tak bisa mengalahkan mereka, kami mati malam ini," terang Mathieu Valbuena kepada Bein Sport television.

Gelandang Yohan Cabaye mengatakan Jerman punya pengetahuan lebih bagaimana meruntuhkan Prancis.

"Kami tidak begitu jauh dari lolos. Mereka agak lebih berpengalaman. Kami harus menerimanya, tapi sulit," kata gelandang Paris St Germain ini. "Kekalahan ini kejam," sambungnya.

Berdasarkan statistik pertandingan yang dikeluarkan FIFA, kuantitas serangan Prancis sebenarnya lebih unggul, tercatat 31 kali Prancis mengancam gawang Panzer. Bahkan tembakan tepat sasaran pun, Prancis lebih unggul.

Harus diakui, kedisiplinan barisan pertahanan Panzer dan kecemerlangan penampilan penjaga gawang Manuel Neuer yang menjadi penentu gawang Panzer susah disobek oleh Karim Benzema Cs.  

Uraian

Prancis

Jerman

Serangan berbahaya

   31

   26

Kiriman bola ke daerah penalti

   10

   8

Clearances 

   13

   16

Umpan tuntas

   376

   378

Penguasaan bola (%)

   50

   50

Total tembakan

   13

   8

Tembakan tepat sasaran

   9

   6

Gol

   0

   1

Blokir bola

   4

   3

Penyelamatan

   5

   2

Tembakan salah sasaran

   4

   2

Susunan Pemain:

Jerman (4-3-3):

1-Manuel Neuer (GK); 4-Benedikt Hoewedes, 20-Jerome Boateng, 5-Mats Hummels, 16-Philipp Lahm (kapten), 6-Sami Khedira, 7-Bastian Schweinsteiger, 8-Mesut Ozil (19-Mario Goetze ’82), 11-Miroslav Klose (9-Andre Schurrle ’67), 13-Thomas Mueller, 18-Toni Kroos (23-Christoph Kramer ’91).

Cadangan:

2-Kevin Grosskreutz, 3-Matthias Ginter, 10-Lukas Podolski, 12-Ron-Robert Zieler, 14-Julian Draxler, 15-Erik Durm, 22-Roman Weidenfeller, 17-Per Mertesacker, 21-Skhodran Mustafi.

Pelatih: Joachim Loew.

Prancis (4-2-1-3):

1-Hugo Lloris (GK) (kapten); 2-Mathieu Debuchy, 3-Patrice Evra, 4-Raphael Varane, 5-Mamadou Sakho (21-Laurent Koscielny ’71), 6-Yohan Cabaye (20-Loic Remy ’73), 8-Mathieu Valbuena (9-Olivier Giroud ’85), 10-Karim Benzema, 11-Antoine Griezmann, 14-Blaise Matuidi, 19-Paul Pogba.

Cadangan: 

7-Remy Cabella, 12-Rio Mavuba, 13-Eliaquim Mangala, 15-Bacary Sagna, 16-Stephane Ruffier, 17-Lucas Digne, 22-Morgan Schneirderlin, 23-Mickael Landreau, 18-Moussa Sissoko.

Pelatih: Didier Deschamps.

Wasit: Hernan Madiana dari Argentina.

Stadion: Estadio do Maracanã, Rio de Janeiro, Brasil.

Tahun dibangun: 1950.

Kapasitas: 76.804 penonton. (jos)

See Also

The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
Santoso Nahkodai Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kudus 2019-2024
Manny Pacquiao Rebut Gelar Dunia WBA Super Kelas Welter
All Indonesian Final Di Indonesia Terbuka 2019
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Maroko Menahan Spanyol 2-2
Uruguay Juara Grup A Libas Tuan Rumah Rusia 3-0
Asa Jerman Terbuka, Jerman Tundukkan Swedia 2-1
Meksiko Kirim Pulang Korea Selatan 2-1
Belgia Bantai Tunisia 5-2
Swiss Atasi Perlawanan Serbia 2-1
Nigeria Hempaskan Islandia 2-0
Brazil Pupus Harapan Kosta Rika 2-0
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Hermansyah Pelatih Kiper Baru Madura United FC
Pelatihan Dayung, Babinsa Koramil 01/Kota Kodim 0721/Blora Instruktur Pelatih
Koramil 14/Todanan Besama Muspika Gelar Senam Bersama
Personel Koramil 13/Kunduran Melaksanakan Pembinaan Fisik
Koramil 07/Sambong Gelar Senam Bersama Muspika
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.446.158 Since: 05.03.13 | 0.2271 sec