Hukum

Roger Danuarta Divonis Hukuman Satu Tahun Jalani Rehabilitasi Di Bogor

Wednesday, 02 Juli 2014 | View : 2582

JAKARTA-SBN.

Aktor pesinetron "Siapa Takut Jatuh Cinta", "Amanda", "Yang Muda Yang Bercinta", "Cewekku Jutek", "Anakku Bukan Anakku", "Ada Apa Denganmu" yang tengah terjerat kasus narkoba, Roger Danuarta menghadapi sidang vonis.

Sidang dijadwalkan berlangsung hari ini, Rabu (2/7/2014) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. "(Sidang) vonis pukul 13.00 WIB," ungkap penasihat hukum Roger Danuarta, Juffry Maykel Manus, kepada wartawan melalui pesan singkat, Selasa (1/7/2014) malam.

Menurut dia, Roger Danuarta sangat siap dengan hasil keputusan sidang. "Apapun vonisnya, dia (Roger) sudah siapkan mental. Namun tetap saja ada rasa cemas," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam sidang tuntutan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Roger Danuarta dengan Pasal 127 UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika ayat (1) dengan ancaman penjara 1 tahun 6 bulan kurungan penjara. Pada persidangan sebelumnya, putra almarhum Jhony Danuarta itu dinilai terbukti melanggar Pasal 127 tentang penggunaan narkoba. Tak puas, Roger Danuarta bersama dengan penasihat hukumnya mengajukan pembelaan. Pada pembelaannya, mantan kekasih Sheila Marcia itu meminta untuk tidak dijatuhi hukuman penjara melainkan direhabilitasi.

Setelah menjalani persidangan beberapa kali, akhirnya nasib Roger Danuarta menemui kepastian. Pemain sinetron ‘Galang’ dan ‘Pengorbanan Anggun’, Roger Danuarta bisa bernapas lega. Roger Danuarta, aktor yang tenar pada awal 2000-an kini boleh berlega hati.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur memberikan vonis mantan kekasih Sheila Marcia itu harus menjalani hukuman rehabilitasi atas kasus narkotika yang dialaminya beberapa waktu lalu.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur hari ini Rabu (2/7/2014), akhirnya menjatuhkan hukuman vonis berupa satu tahun dengan menjalani rehabilitasi ketergantungan narkoba dipotong masa tahanan untuk pesinetron Roger Danuarta kelahiran Jakarta pada 15 Mei 1981 tersebut yang tersandung kasus penyalahgunaan narkotika yang dialaminya beberapa waktu lalu.

Hakim Baskoro Prabu menyatakan Roger Danuarta telah terbukti secara sah dan bersalah menyalah-gunakan narkotika untuk diri sendiri.

Majelis Hakim PN Jakarta Timur menimbang beberapa hal berkaitan dengan kasus narkotika pesinetron ‘Siapa Takut Jatuh Cinta’ tersebut.

Putusan dibacakan pada sidang yang dipimpin Hakim Ketua, R. Sabaruddin Ilyas, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (2/7/2014). Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Sabaruddin Ilyas ini, berlangsung sekitar 30 menit.

Hakim Sabaruddin Ilyas menyatakan Roger Danuarta terbukti secara sah salah melakukan penyalahgunaan narkoba yang tertuang dalam Pasal 127 ayat (1) KUHP.

Meski terbukti melanggar Pasal 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, namun Roger Danuarta dianggap sebagai korban sekaligus pecandu narkoba yang diwajibkan untuk direhab. Hal itu bertentangan dengan tuntutan JPU yang menuntut Roger Danuarta dengan pidana penjara 1,5 tahun. “Mengadili, Majelis Hakim menyatakan terdakwa Roger Danuarta telah terbukti secara sah dan meyakinkan, telah bersalah melakukan penyalahgunaan narkotika nomor satu bagi diri sendiri. Menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun dan memerintahkan sisa masa tahanan terdakwa dikurangkan dari pidananya (rehab)," ucap Sabaruddin Ilyas, Ketua Majelis Hakim, yang memimpin jalannya persidangan saat membacakan vonis di ruang persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (2/7/2014) sore.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur juga memutuskan, sisa masa tahanan artis Roger Danuarta dilakukan di panti rehabilitasi medis dan sosial milik BNN, di Bogor, Jawa Barat. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur akhirnya memutuskan untuk merehabilitasinya di panti rehabilitasi Lido, Jawa Barat.

Saat membacakan vonis, Hakim menjelaskan dalam Pasal 54 Undang-undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, pecandu narkoba wajib direhabilitasi. Dengan pertimbangan, Roger Danuarta merupakan korban penyalahgunaan narkotika. Dan hal itu menjadi salah satu pertimbangan putusan. “Dengan ini kami Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara selama satu penjara. Memerintahkan masa tahanan terdakwa dikurangkan dari pidananya. Sisa masa hukuman terdakwa, diharuskan untuk menjalani rehabilitasi di salah satu tempat binaan BNN, Lido, di Desa Wates, Cikopo, Jawa Barat. Terdakwa dikeluarkan dari tahanan untuk melaksanakan rehab," ucap Hakim Sabaruddin Ilyas saat membacakan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (2/7/2014).

Roger Danuarta diputuskan untuk menjalani rehabilitasi dikurangi sisa masa tahanannya sejak ditahan pada 17 Februari 2014 silam. Nantinya masa hukuman Roger Danuarta yang sudah menjalani masa hukuman, tersisa beberapa bulan lagi, terhitung mulai 17 Februari 2014 silam, bakal digunakan untuk proses rehabilitasi di tempat binaan yang telah ditentukan sebelumnya. Roger Danuarta yang, akan menggunakan sisa masa hukuman tahanannya dengan menjalani proses rehabilitasi di tempat yang telah ditentukan. "Memerintahkan agar terdakwa segera dikeluar dari tahanan dan segera menjalankan rehab," tutur Hakim Baskoro Prabu.

Roger Danuarta akan menjalani rehab di tempat binaan BNN di Desa Wates, Cikopo, Jawa Barat, dengan dipotong masa tahanan. “Sisa masa hukuman terdakwa untuk menjalani rehabilitasi disalah satu tempat binaan BNN, di Desa Wates, Cikopo, Jawa Barat. Terdakwa dikeluarkan dari tahanan untuk melaksanakan rehabilitasi,” imbuh Hakim.

Selain itu kendaraan roda empat milik Roger Danuarta yang terdapat dalam kejadian, juga dikembalikan kepada yang bersangkutan. Hakim Sabaruddin Ilyas mengatakan mobil Mercedez Benz beserta kunci dan STNK-nya dikembalikan kepada Roger Danuarta. Majelis Hakim juga membebankan biaya persidangan Rp 2.000 terhadap pemain sinetron, bintang iklan, dan penyanyi Indonesia, Roger Danuarta. “Mercedez Benz berikut kunci dan STNK dikembalikan ke pemiliknya. Terdakwa juga membayar biaya administrasi Rp 2.000,” papar Hakim Sabaruddin Ilyas. “Jaksa Penuntut Umum apakah ada yang keberatan. Jika tidak maka sidang kami tutup," jelas Hakim sambil ketuk palu.

Kasus hukum yang menimpa aktor Roger Danuarta telah berakhir dengan ditetapkannya vonis satu tahun rehabilitasi, dipotong masa tahanan.

Menanggapi keputusan ini, tim penasihat hukum Roger Danuarta, Juffry Maykel Manus, S.H., puas. Mendengar putusan tersebut, Roger Danuarta dan penasihat hukumnya memutuskan untuk tidak melakukan banding. "Kami sudah cukup puas, makanya kami terima putusan majelis hakim dan tidak melakukan banding," terang penasihat hukum Roger Danuarta, Jufrry Maykel Mannus.

Penasihat hukum Roger Danuarta, Jufrry Maykel Manus mengatakan, usai berdiskusi kliennya menerima putusan tersebut. "Putusan dari majelis hakim tadi kami menerima. Artinya, memang Roger terbukti sebagai korban penyalahgunaan narkotika dan direhabilitasi selama satu tahun di Panti Rehabilitasi Lido yang dikelola BNN," ujar Juffry Maykel Manus usai sidang.

Kepada Hakim, pihaknya meminta Roger Danuarta segera dibebaskan dari tahanan dan secepatnya menjalani rehabilitasi. Dia meminta hari ini juga untuk bisa dibebaskan. Namun, Hakim mempersilahkan untuk membicarakan ke Panitera. “Roger sudah benar-benar menerima putusan hakim. Kami minta segera dilakukan rehabilitasi," ungkap advokat Jufrry Maykel Manus di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (2/7/2014).

Advokat Juffry Maykel Manus menekankan, proses pemindahan Roger Danuarta dari Rutan Cipinang ke Panti Rehabilitasi Lido dilakukan pada hari ini juga. "Kami berharap Jaksa Penuntut Umum mengeksekusi proses pemindahan sekarang. Sebab, sudah ada perintah dari hakim agar Roger keluar dari tahanan," ucap pengacara berkepala plontos itu.

Mendapati vonis putusan Hakim demikian, pemain sinetron 'Preman Kampus' itu menyatakan menerima vonis putusan tersebut setelah sebelumnya berkonsultasi dengan pengacaranya. "Saya ucapkan terima kasih karena dijatuhi hukuman untuk rehabilitasi," bilang putra sulung dari penata rambut terkenal Johnny Danuarta, Roger Danuarta.

Vonis ini sesuai dengan harapan Roger Danuarta dan  pengacaranya. Alhasil, tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) berupa hukuman 1 tahun 6 bulan penjara yang ditujukan kepadanya dengan mengacu Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, gugur. "Putusan rehabilitasi memang yang diharapkan Roger, mengingat perannya sebagai tulang punggung keluarga yang butuh pemulihan segera untuk kembali mencari nafkah," jelas penasihat hukum Roger Danuarta, Juffry Maykel Manus, kepada wartawan.

Ibarat pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga, keadaan fisik Roger Danuarta kian memburuk selama berada dalam sel tahanan. Advokat Juffry Maykel Manus menceritakan, kliennya sempat dirawat intensif selama empat hari di klinik penjara karena menderita hepatitis.

Sementara itu, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU), menyatakan akan berpikir untuk mengajukan banding.

Mendengar vonis yang dibacakan oleh Majelis Hakim, terlihat raut bahagia tak dapat disembunyikan dari wajah para keluarga Roger Danuarta yang datang menyaksikan pembacaan tuntutan.

Ibunda Roger Danuarta, Eeng Wiratmaja hadir pada sidang vonis anaknya. Raut wajah sang Bunda, Eeng Wiratmaja langsung tersenyum.

Ibunda Roger Danuarta, Eeng Wiratmaja mengaku lega dengan putusan yang diambil Majelis Hakim terhadap putranya, artis Roger Danuarta. Ibunda Roger, Eeng Wiratmaja mengungkapkan rasa leganya setelah keinginan keluarga agar Roger direhab dapat terwujud. Keinginannya agar sang buah hati menjalankan proses rehabilitasi akhirnya terkabulkan. “Ya tentunya hari ini saya lega karena statusnya tidak di rutan lagi, dipindahkan ke Lido. Nanti lawyer yang kabarin, setiap saat saya siap (antar)," katanya, saat ditemui di PN Jakarta Timur, Rabu (2/7/2014).

Eeng Wiratmaja pun mengaku puas dan menilai Majelis Hakim sudah sangat bijaksana. "Cukup lega ya, sesuai dengan keinginan kami supaya Roger direhab,” ujar Eeng Wiratmaja. "Kami cukup puas. Kami memang berharap anak kami untuk direhabilitasi," tambah Eeng Wiratmaja.

Dengan vonis yang telah dijatuhkan Majelis Hakim, ia berharap putranya bisa menjalani lembaran baru dalam kehidupannya. Dengan wajah sedih, perempuan paruh baya itu hanya bisa berharap sang buah hati masih bisa melanjutkan masa depan.

Menurutnya perjalanan pemain sinetron 'Preman Kampus' itu masih sangat panjang mengingat usianya yang masih muda. "Sekarang ini harapan saya, saya cuma bisa bilang, Roger bangkit. Perjalanan dia masih panjang,” ucap Eeng Wiratmaja, lirih, usai menghadiri sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (2/7/2014).

Tidak lupa ia memberikan pesan agar Roger Danuarta tetap menjaga kesehatannya yang sempat drop beberapa waktu lalu. "Harapannya tentu sehat untuk menjalani tahap berikutnya. Lever sudah jelas harus jaga, diusahakan juga untuk menjaga makanan dengan obat yang dikasih dokter," tambah Eeng Wiratmaja.

Senada dengan sang ibu, usai menjalani sidang, Roger Danuarta pun tidak banyak bicara. Dia hanya meminta maaf kepada orangtuanya dan tidak lupa mengucapkan terima kasih terhadap Majelis Hakim. "Dalam pledoi memang saya minta untuk di rehab. Saya terima kasih terhadap majelis hakim yang sudah mau memutuskan hukuman untuk rehabilitasi," tandas aktor pesinetron ‘Sebatas Impian’ dan ‘Cinta Dalam Maut’ tersebut.

Seperti diketahui, pemain sinetron 'Siapa Takut Jatuh Cinta' itu, Roger Danuarta ditemukan warga di dalam mobilnya Mercedes Benz E 320 warna perak dengan nomor polisi B 368 RY yang ditumpanginya, terparkir di Jalan Kayu Putih Tengah daerah Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Minggu (16/2/2014) lalu.

Pemain sinetron "Cinta Berkalang Noda" yang adalah penampilan pertamanya di televisi, Roger Danuarta ditemukan di jok kemudi mobil dalam keadaan sedang tak sadarkan diri dan diduga overdosis.

Saat ditemukan, ada tertancap satu jarum suntik yang masih menempel di lengan Roger Danuarta.

Polisi juga menemukan paket ganja di dalam mobil yang dikemudikan Roger Danuarta. Polisi yang menggeledah mobilnya juga menemukan heroin seberat 1,5 gram dan 15 gram ganja. Roger Danuarta langsung ditahan di Polsek Pulogadung.

Hasil tes urine menunjukkan Roger Danuarta positif menggunakan narkotika. Jenis narkotika yang digunakan Roger Danuarta adalah putaw dan ganja. (jos)

See Also

Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.609.495 Since: 05.03.13 | 0.141 sec