Olah Raga

Tim Oranje Ke Perempat Final Benamkan Meksiko 2-1 Pada Menit Terakhir

Monday, 30 Juni 2014 | View : 953

FORTALEZA-SBN.

‘Tim Oranje’ Belanda telah memenangkan 9 dari 10 pertandingan Piala Dunia yang diikuti, dengan satu-satunya kekalahan terjadi pada final Piala Dunai 2010 yang dimenangkan Spanyol.

Jika dimainkan, maka Dirk Kuyt akan menjadi pemain Belanda ketujuh untuk memenangkan 100 laga bersama Belanda.

Memphis Depay bisa menjadi pemain pertama yang mencetak gol sebagai pengganti dalam tiga penampilannya di Piala Dunia.

Arjen Robben telah mencetak delapan gol dalam sembilan penampilan terakhirnya untuk Belanda dan ia telah mencetak tujuh gol atau dibantu sekaligus lima gol, dua assist dalam tujuh penampilan terakhirnya di Piala Dunia.

Robin van Persie telah mencetak 21 gol dalam 25 penampilan internasional terakhirnya. Arjen Robben (enam) dan Robin van Persie (lima) yang mendekati Johnny Rep (tujuh) sepanjang masa Piala Dunia mencetak rekor bagi Belanda.

Dengan 10 gol, Belanda menjadi pencetak gol tertinggi di antara tim peserta Piala Dunia 2014 pada babak penyisihan grup.

Pemain Belanda Robin van Persie dan Arjen Robben telah mencetak tiga gol masing-masing di turnamen, menempatkan keduanya di antara top skor di belakang Jerman Thomas Mueller, Argentina Lionel Messi, dan Brasil Neymar dengan empat gol.

Meksiko hanya berhasil melewati 2 kali babak 16, keduanya saat Meksiko menjadi tuan rumah Piala Dunia 1970 dan 1986.

Meksiko adalah salah satu dari tiga tim yang hanya kebobolan 1 gol dalam babak penyisihan grup bersama dengan Kosta Rika dan Belgia.

Meksiko telah mencetak gol di setiap 11 pertandingan terakhir Piala Dunia melawan negara-negara Eropa, hanya kalah dua kali yakni menang 4 kali, 5 kali draw dan 2 kali kalah.

Meksiko kini telah mencapai tahap sistem gugur dalam tujuh penampilan terakhir di Piala Dunia.

Tim Oranje Belanda lolos ke babak perempat final Piala Dunia 2014, setelah menaklukkan Meksiko dengan skor 2-1 dalam pertandingan babak 16 besar di The Estadio Castelao arena, Fortaleza, Brasil, Minggu (29/6/2014) waktu setempat atau Senin (30/6/2014) dini hari WIB tadi.

Kemenangan Meksiko sudah di depan mata setelah unggul 1-0 hingga menit ke-86. Namun, petaka datang pada menit ke-88 saat tembakan keras Wesley Sneijder menembus gawang kiper Meksiko Guilermo Ochoa.

Kemudian, petaka datang lagi pada menit ke-93, ketika wasit memberi hadiah penalti kepada Belanda menyusul pelanggaran Rafael Marquez di dalam kotak penalti terhadap Arjen Robben. Penyerang tim nasional Belanda, Klaas-Jan Huntelaar, yang jadi eksekutor tak menyia-nyiakan peluang dan mencetak gol penalti yang membuat timnya menang 2-1 atas Meksiko pada perdelapan final yang digelar di Stadion The Estádio Castelão, Fortaleza, Brasil, Minggu (29/6/2014) waktu setempat atau Senin (30/6/2014) dini hari WIB tadi.

Wakil dari zona zona Confederation of North, Central American and Caribbean Association Football (CONCACAF) itu pun, Meksiko gagal melaju ke babak 8 besar.

Pertandingan antara Belanda melawan Meksiko berjalan sengit sejak awal. Di luar dugaan, Meksiko lebih banyak menguasai bola dan melepaskan banyak ancaman.

Pada menit ke-17, El Tri mendapatkan peluang emas melalui tembakan mendatar Hector Herrera. Namun, bola hasil tembakan Hector Herrera melenceng.

Gawang Belanda kembali menerima ancaman melalui tembakan keras Carlos Salcido yang dilepaskan jauh dari luar kotak penalti. Beruntung, kiper Jasper Cillessen masih bisa menepis bola.

Di balik tekanan lawan, Belanda menyelipkan sejumlah ancaman. Salah satunya ialah melalui tembakan kaki kanan Robin Van Persie. Namun, tembakan Robin Van Persie masih melenceng pada menit ke-28.

Meksiko tak membiarkan Belanda mengembangkan permainannya. Melalui skema permainan yang apik, Dos Santos berhasil melepaskan tembakan terukur. Lagi-lagi, kiper Jasper Cillessen masih cermat menangkap bola pada menit ke-29.

Setelah menit ke-30, wasit Pedro Proenca menghentikan pertandingan selama tiga menit untuk memberikan kesempatan kepada kedua tim untuk melakukan pendinginan (cooling break). Kebijakan ini diambil karena cuaca panas dan kelembaban di Fortaleza.

Setelah pertandingan dilanjutkan, Meksiko masih tetap mendominasi permainan. Belanda hanya sesekali melancarkan serangan balik. Akan tetapi, kedua tim hanya bermain imbang tanpa gol hingga turun minum.

Selepas jeda, Belanda dikejutkan dengan gol cepat Dos Santos pada menit ke-48. Jauh dari luar kotak penalti, Giovano Dos Santos yang dijaga ketat Daley Blind berhasil melepaskan tembakan dengan kaki kirinya. Bola meluncur deras ke sisi kanan gawang Belanda dan tak terbendung oleh kiper Jasper Cillessen.

Meksiko semakin nyaman mengendalikan permainan. Oribe Peralta nyaris mencetak gol melalui tendangan yang dilepaskannya pada menit ke-56. Namun, kiper Jasper Cillessen berhasil menangkap bola.

Pelatih Louis van Gaal memasukkan Memphis Depay pada menit ke-56. Sejauh ini, Memphis Depay telah mencetak dua gol sebagai pemain pengganti. Belanda terlihat bertenaga.

Arjen Robben melakukan tusukan luar biasa ke dalam kotak penalti lawan dan kemudian melepaskan tembakan keras dengan kaki kanannya. Kiper Guilermo Ochoa pun melakukan penyelamatan luar biasa dengan menepis bola tembakan bintang Bayern Muenchen tersebut.

Demi menambah daya gedor pasukannya, pelatih Louis Van Gaal kembali memasukkan amunisi baru, yakni Klaas Jan Huntelaar, pada menit ke-76.

Belanda masih dalam keadaan tertinggal 0-1 dari Meksiko hingga menit 88. Di sinilah titik balik Belanda.

Pelatih Louis Van Gaal akhirnya bernapas laga setelah Wesley Sneijder mencetak gol balasan pada menit ke-88. Wesley Sneijder mencetak gol penyama.

Tendangan keras dari gelandang Galatasaray tersebut melesat kencang ke pojok kiri bawah gawang Meksiko. Kiper Meksiko, Guilermo Ochoa hanya terpaku melihat bola bersarang di gawangnya.

Belanda mendapatkan hadiah penalti setelah Arjen Robben dijatuhkan Rafael Marquez pada menit ke-90+1. Arjen Robben dilanggar di kotak penalti dan Belanda mendapat penalti. Klaas Jan Huntelaar yang maju sebagai algojo sukses mengecoh kiper Guilermo Ochoa dan dengan dingin mengeksekusinya. Pemain yang pernah memperkuat AC Milan tersebut berhasil menyarangkan bola ke sisi kiri, sementara kiper Meksiko Guilermo Ochoa bergerak ke sisi sebaliknya. Tim Oranje pun menang 2-1 untuk maju ke perempat final.

Usai pertandingan, sayap Belanda Arjen Robben menyatakan permintaan maafnya karena sempat melakukan aksi pura-pura jatuh dalam partai babak 16 besar Piala Dunia 2014 kontra Meksiko pada Minggu (29/6/2014) waktu setempat atau Senin (30/6/2014) dini hari WIB tadi.

Dalam laga yang berkesudahan 2-1 untuk Oranje itu, Arjen Robben memang beberapa kali terlihat jatuh di kotak penalti Meksiko sepanjang 90 menit sebelum akhirnya wasit benar-benar menunujuk titik putih di masa injury time ketika ia dilanggar Rafael Marquez.

Pemain sayap Belanda tersebut, Arjen Robben membantah jika disebut telah melakukan diving dalam insiden di menit terakhir tersebut, namun ia mengakui jika aksi pura-pura jatuhnya itu memang ia lakukan saat babak pertama. “Saya harus meminta maaf. Yang di akhir laga, itu jelas penalti. Tapi yang satunya di babak pertama, saya memang melakukan diving. Saya seharusnya tidak melakukan itu,” tuturnya kepada wartawan selepas laga.

Penalti itu sendiri berhasil dieksekusi Klaas-Jan Huntelaar untuk melengkapi comeback Belanda guna memastikan tiket ke perempat-final. Sebelumnya, Belanda kecolongan gol Giovani dos Santos di awa babak kedua sebelum Wesley Sneijder menyamakan skor di menit 88.

Arjen Robben juga menjelaskan mengapa bukan dirinyalah yang menjadi eksekutor penalti tersebut. “Biasanya, saya merasa nyaman ketika mengambil penalti, tetapi saat itu saya adalah orang yang dilanggar. Saya merasa yakin jika Huntelaar mampu memanfaatkan kesempatan ini. Ini adalah momen bagi Huntelaar. Saya hampir menangis karena begitu emosional,” jelasnya.

Dengan gol ini, Belanda pun memastikan diri lolos ke babak perempat final dengan akan berjumpa melawan Kosta Rika atau Yunani.

Pertemuan sebelumnya kedua tim tersebut telah berhadapan enam kali, dengan Belanda memenangkan tiga pertandingan, Meksiko menang dua pertandingan dan 1 pertandingan berakhir seri.

Pertemuan terakhir yakni pada 26 Mei 2010 di Freiburg, Jerman, laga persahabatan, Belanda 2 Meksiko 1.

Meksiko kalah 3 kali dan 1 kali draw dalam 4 pertemuan terakhir dengan Belanda.

Satu-satunya pertemuan Piala Dunia sebelumnya antara kedua belah pihak terjadi pada 1998 ketika Meksiko tertinggal 2-0 kemudian bisa menyamakana kedudukan menjadi 2-2 hanya dalam 15 menit saat penyisihan grup.

Meksiko adalah satu-satunya wakil dari zona CONCACAF untuk mengalahkan Eropa di babak knockout Piala Dunia di era pasca-perang dunia II.

Sepuluh dari 12 gol terakhir Piala Dunia dicetak oleh Meksiko terjadi pada babak kedua sedangkan Belanda telah mencetak 8 dari 9 laga terakhir di Piala Dunia pada babak kedua.

6 Pertandingan Terakhir Kedua Tim:

Pertandingan

Tanggal

Home

skor

Away

INT

27/5/2010

Belanda

2-1

Meksiko

INT

1/6/2006

Belanda

2-1

Meksiko

WC

25/6/1998

Belanda

2-2

Meksiko

INT

24/2/1998

Meksiko

2-3

Belanda

INT

19/4/1961

Belanda

1-2

Meksiko

INT

26/6/1960

Meksiko

3-1

Belanda

Data Statistik Pertandingan:

 

Belanda

Meksiko

Gol

2

1

Total shots

14

12

Shots on target

8

7

Sepak pojok

10

2

Offsides

1

1

Pelanggaran

8

12

Kartu kuning

0

3

Kartu merah

0

0

Penguasaan bola

55%

 45%

Susunan pemain:

Belanda:

1-Jasper Cillessen; 5- Daley Blind, 2- Ron Vlaar, 3- Stefan De Vrij, 12- Paul Verghaegh (Memphis Depay 56); 20- Georginio Wijnaldum, 6-Nigel De Jong, 15-Dirk Kuyt; 10-Wesley Sneijder; 9-Robin Van Persie (Klaas Jan Huntelaar 76), 11-Arjen Robben.

Pelatih: Louis van Gaal.

Meksiko:

13-Guillermo Ochoa; 2-Francisco Rodriguez, 4-Rafael Marquez, 15-Hector Moreno (Reyes 46); 22-Paul Aguilar, 6-Hector Herrera, 3-Carlos Salcido, 18-Andres Guardado, 7-Miguel Layun; 10-Giovani Dos Santos (Aquino 61), 19-Oribe Peralta (Javier Hernandez 75).

Pelatih: Miguel Herrera.

Wasit: Pedro Proença Oliveira Alves Garcia dari Portugal. (jos)

See Also

The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
Santoso Nahkodai Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kudus 2019-2024
Manny Pacquiao Rebut Gelar Dunia WBA Super Kelas Welter
All Indonesian Final Di Indonesia Terbuka 2019
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Maroko Menahan Spanyol 2-2
Uruguay Juara Grup A Libas Tuan Rumah Rusia 3-0
Asa Jerman Terbuka, Jerman Tundukkan Swedia 2-1
Meksiko Kirim Pulang Korea Selatan 2-1
Belgia Bantai Tunisia 5-2
Swiss Atasi Perlawanan Serbia 2-1
Nigeria Hempaskan Islandia 2-0
Brazil Pupus Harapan Kosta Rika 2-0
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Hermansyah Pelatih Kiper Baru Madura United FC
Pelatihan Dayung, Babinsa Koramil 01/Kota Kodim 0721/Blora Instruktur Pelatih
Koramil 14/Todanan Besama Muspika Gelar Senam Bersama
Personel Koramil 13/Kunduran Melaksanakan Pembinaan Fisik
Koramil 07/Sambong Gelar Senam Bersama Muspika
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.446.179 Since: 05.03.13 | 0.3599 sec