Olah Raga

Kolombia Maju Ke Babak 8 Besar Setelah Tumbangkan Uruguay 2-0

Sunday, 29 Juni 2014 | View : 758

RIO DE JANEIRO-SBN.

Kolombia memastikan diri tampil di babak delapan besar untuk melawan Brasil.

Kolombia melaju ke perempatfinal Piala Dunia 2014 setelah sukses menuntaskan perlawanan juara dunia dua kali 1930 dan 1950, Uruguay dengan skor kemenangan 2-0 pada laga pertandingan babak 16 Besar dalam fase sistem gugur Piala Dunia 2014 di Stadion Estádio Maracanã, Rio de Janeiro, Brasil, Sabtu (28/6/2014) pukul 17.00 waktu setempat atau Minggu (29/6/2014) pukul 3.00 dinihari WIB.

Dalam pertandingan yang dikuasai oleh ‘Los Cafeteros’ julukan Kolombia, tim asal Amerika Selatan itu harus berterima kasih kepada winger muda James Rodriguez yang mencetak dua gol ke gawang kiper Uruguay Fernando Muslera.

Kepastian Kolombia menang dan lolos ke perempat final tidak lepas dari dua gol yang dikemas penyerang muda berbakat, James Rodriguez, masing-masing pada menit ke-28 dan menit ke-50.

Lebih dari itu, dua gol yang ditoreh James Rodriguez membuat dirinya bertengger di puncak daftar top skor dengan koleksi lima gol, selagi James Rodriguez yang membukukan dua assists sejauh ini.

Selain James Rodriguez, kiper Kolombia, David Ospina juga berperan besar tetap memastikan gawangnya aman dari ancaman para pemain Uruguay. Sedikitnya penjaga gawang Kolombia tersebut melakukan tiga penyelamatan dari upaya serangan berbahaya yang dilancarkan Uruguay.

Pada babak pertama, Kolombia begitu intens dalam menyerang di awal laga, di mana Los Cafeteros mendapatkan peluang di menit kelima melalui tendangan bebas James Rodriguez menyusul pelanggaran Alvaro Pereira kepada Juan Guillermo Cuadrado. Lewat sepakan melengkung dari sektor kanan, eksekusi yang ia ambil masih bisa ditepis kiper Uruguay Fernando Muslera.

Selang tak berapa lama, kiper Uruguay Fernando Muslera kembali mendapatkan ujian saat Carlo Zuniga melepaskan tembakan kencang dari jarak jauh.

Kehilangan Luis Suarez yang dihukum FIFA lantaran menggigit Giorgio Chiellini pada laga melawan Italia, menjadi sangat terasa di kubu Uruguay yang seolah kehabisan variasi serangan.

Diego Forlan yang diutus pelatih Oscar Tabarez mengisi lubang yang ditinggalkan Luis Suarez tidak terlihat banyak berkontribusi sepanjang laga.

Hingga 10 menit awal pertandingan, belum ada serangan berbahaya yang diciptakan kedua tim, baru pada menit 11 bek kanan Kolombia, Juan Camilo Zuniga, melepaskan tendangan jarak jauh yang masih mengarah tepat ke penguasaan penjaga gawang Uruguay Fernando Muslera.

Di 15 menit pertama, Uruguay yang tampil tanpa striker Luis Suarez tampak kesulitan mengimbangi lawannya.

Akan tetapi kemudian laga menjadi kembali sepi peluang, hingga keadaan dipecahkan oleh penyerang AS Monaco, James Rodriguez, pada menit 28.

Jalannya pertandingan kemudian menjadi milik tim arahan Jose Pekerman hingga akhirnya bintang muda milik AS Monaco, James Rodriguez, mencetak gol indah.

Gol pertama James Rodriguez dalam laga tersebut boleh jadi merupakan salah satu gol tercantik sepanjang putaran final di Brasil.

James Rodriguez menjebol gawang Uruguay pada menit ke-28. Gol James Rodriguez tercipta secara spektakuler. Gelandang serang AS Monaco itu melepaskan tendangan voli kaki kiri dari luar kotak penalti yang sempat membentur mistar gawang sebelum masuk ke dalam gawang.

Gol ini diawali umpan Abel Aguilar di luar kotak penalti dengan sundulan. James Rodriguez menerima umpan dengan mengendalikan bola menggunakan dadanya, membelakangi gawang ketika menerima umpan itu dengan dadanya. Setelah bola memantul dari dadanya, lantas James Rodriguez dengan berbalik badan dan berputar ke arah gawang sambil menatap bola dari luar kotak penalti untuk kemudian melepaskan tendangan sentuhan pertama yang sukses menaklukkan penjaga gawang Uruguay Fernando Muslera.

Dalam sebuah skema serangan, winger berusia 22 tahun itu melancarkan tendangan voli satu sentuhan menggunakan kaki kiri dari luar kotak penalti memanfaatkan umpan sundulan Abel Aguillar. Saking kencangnya, kiper Uruguay sampai tak kuasa menahan derasnya laju bola.

Tertinggal, La Celeste coba membalas. Mengandalkan Edinson Cavani yang diplot di lini serang, pemain asal klub Paris Saint-Germain itu nyaris menyamakan kedudukan di menit ke-33 andai free-kick yang ia lancarkan tidak menyamping.

Di sisa babak pertama, kedua tim saling berupaya untuk menyarangkan bola ke masing-masing jala.

Tertinggal satu gol, Uruguay berusaha membangun serangan yang lebih tajam, akan tetapi hingga berakhirnya babak pertama, wasit Bjorn Kuipers meniupkan peluit pertanda turun minum, tak ada gol tambahan yang tercipta. Keunggulan 1-0 bagi Kolombia belum berubah.

Memasuki babak kedua, level tekanan yang diberikan Kolombia masih sama seperti babak pertama.

Baru lima menit memasuki babak kedua, Uruguay kembali harus menerima pukulan telak dengan gol kedua dari James Rodriguez. Di menit ke-50, Kolombia bahkan memperbesar keunggulan melalui gol kedua James Rodriguez di pertandingan ini.

Gol tersebut berawal dari umpan silang Pablo Armero dari sisi sayap kiri, bola yang dikirim disambut sundulan Juan Guillermo Cuadrado. Bola berhasil ditanduk untuk dibelokkan oleh Juan Guillermo Cuadrado, bola tak mengarah ke gawang, namun ke kaki James Rodriguez yang sukses menggetarkan jala gawang Fernando Muslera untuk kedua kalinya. Tanpa ada kawalan yang berarti, James Rodriguez langsung menyontek bola untuk memperdaya kiper Uruguay Fernando Muslera.

Gol kedua merupakan bukti kebolehan James Rodriguez mencari ruang, menantikan umpan silang Pablo Armero yang disambut sundulan Juan Guillermo Cuadrado. Bola yang tidak mengarah ke gawang, justru jatuh ke kaki James Rodriguez, yang segera melesakkannya dengan mudah ke gawang Fernando Muslera.

Tertinggal dua gol membuat pelatih Oscar Tabarez mengubah strategi. Dalam hal ini, striker Diego Forlan terpaksa ia tarik keluar untuk memberi jalan bagi Christian Stuani. Sementara itu, Alvaro Pereira harus rela digantikan oleh winger Gaston Ramirez.

Uruguay segera berusaha membangun serangan untuk mengancam gawang Kolombia, sayang tendangan jarak jauh Alvaro Gonzalez pada menit 59 masih dapat diselamatkan dengan baik oleh penjaga gawang David Ospina. Berniat membalas, Alvaro Gonzalez mendulang peluang melalui tendangan jarak jauh di menit ke-59. Akan tetapi, tembakan yang ia lepaksan masih bisa ditangkap oleh kiper Kolombia David Ospina, yang praktis tidak banyak mendapat tekanan di pertandingan ini.

Uruguay belum menyerah dan kembali membawa bola hingga ke sepertiga lapangan akhir, namun kiper Kolombia David Ospina kembali berhasil menghalau tendangan dari luar kotak penalti dari Cristian Rodriguez pada menit 64.

Di menit ke-67, pelatih Oscar Tabarez melakukan pergantian terakhir dengan memasukkan Abel Hernandez untuk mengisi tempat Alvaro Gonzalez.

Di sisi lain, pelatih Jose Pekerman juga melakukan pergantian pemain, di mana ia menarik keluar striker Teofilo Gutierrez dan menggantinya dengan gelandang Alexander Mejia, yang dimaksudkan untuk memperkuat lini tengah.

Di waktu tersisa, Uruguay melancarkan tekanannya secara bertubi-tubi. Secara perlahan, Uruguay mulai mendikte irama permainan yang sayangnya tidak dibarengi dengan keberhasilan menjebol gawang lawan.

Pada menit ke-78, kiper Kolombia David Ospina kembali melakukan penyelamatan penting saat menghalau tendangan Maximiliano Pereirra, yang mendapatkan bola pantulan dari halauan pemain belakang Kolombia, kedudukan belum berubah.

Hingga peluit panjang dibunyikan, La Celeste yang kehilangan Luis Suarez harus mengakhiri perjalanannya dengan gagal mencetak gol sebagaimana Uruguay tersingkir di babak 16 besar.

Hingga laga berakhir berbagai upaya Uruguay tak membuahkan hasil apapun, sehingga kedudukan 2-0 bagi keunggulan Kolombia tak berubah hingga laga usai.

Golnya ke gawang Uruguay pada babak 16 besar di Estádio Maracanã, Rio de Janeiro, Brasil, Sabtu (28/6/2014) waktu setempat atau Minggu (29/6/2014) pagi WIB menjadi gol terpenting bagi karier pemain Kolombia, James Rodriguez. Berkat gol itu James Rodriguez memasukkan namanya ke dalam buku sejarah Piala Dunia.

Gol tersebut menjadi gol keempat James Rodriguez sepanjang Piala Dunia 2014. Torehan empat gol tersebut dicetak James Rodriguez pada empat pertandingan pertama.

Atas torehan itu, gelandang serang AS Monaco tersebut menjadi pemain pertama yang selalu mencetak gol pada empat pertandingan pertama Piala Dunia, terhitung sejak 12 tahun lalu. Pemain terakhir yang mampu melakukan ini adalah pemain legendaris asal Brasil, Ronaldo dan Rivaldo pada Piala Dunia 2002.

Keberhasilan Kolombia ini merupakan pencapaian terbaik di piala dunia. Ini pertama kalinya sepanjang sejarah sepak bola negeri penghasil kopi tersebut, tim asuhan Jose Pekerman ke babak perempat final.

Sebelumnya, rekor tertinggi Kolombia hanya lolos hingga babak kedua. Bahkan, pada tiga piala dunia sebelumnya yakni 2002, 2006, 2010, Kolombia tidak lolos dari babak kualifikasi.

Rekor Piala Dunia Kolombia:

1930 - Tidak ikut.

1934 - Tidak ikut.

1938 - Mundur.

1950 - Mundur.

1954 - Dilarang.

1958 - Tidak lolos.

1962 - Babak 1.

1966 hingga 1986 - Tidak lolos.

1990 - Babak 2.

1994 - Babak 1.

1998 - Babak 1.

2002 hingga 2010 - Tidak lolos.

2014 - Lolos.

Hasil ini, membuat dari  41 kali pertemuan, rekor kemenangan Kolombia dari Uruguay menjadi 14 kali menang, Uruguay sendiri 19 kemenangan,  dan sisanya berakhir imbang.

Sukses Kolombia ke putaran kedua atau babak 16 besar ini tidak terlepas berkat sukses menggulung Yunani dengan telak 3-0 di partai pembuka Grup C. Setelah membekap Pantai Gading 2-1, Kolombia menuntaskan pertarungan di Grup dengan melumat Jepang 4-1.

Kolombia mencetak sembilan gol dalam tiga pertandingan Grup, dengan tingkat konversi tembakan yakni 31% yang terbaik dari tim mana pun di fase pertama turnamen.

Para Kolombian mencetak gol lebih dari tiga tim lain di Grup C jika digabungkan, tetapi Kolombia menghadapi kenyataan  langkah bangkit Kolombia  menghadapi lawan berkelas Uruguay yang berpengalaman.

Pertandingan Piala Dunia pertama Kolombia adalah kekalahan 2-1 oleh Uruguay di Chile pada 1962. Satu-satunya pertarungan sebelum pertandingan Piala Dunia antara kedua tim dimenangkan oleh Uruguay pada 1962, ketika pemenang dilatih oleh Juan Carlos Corazzo yang merupakan kakek dari striker Diego Forlan saat ini. Itulah satu-satunya kesempatan sebelumnya kedua tim  telah bertemu di Piala Dunia, dan juga hanya pertemuan sebelumnya itu Kolombia bertemu dengan oposisi dari Amerika Selatan.

Dalam 10 tahun terakhir, Uruguay telah memenangkan enam dari delapan pertandingan La Celeste melawan Kolombia.

Kolombia pernah menang  4-0 dalam kualifikasi Piala Dunia di Baranquilla pada September 2012. Uruguay memenangkan fixture kembali di Montevideo setahun kemudian yang merupakan pertemuan paling akhir antara Los Cafeteros dan Uruguay adalah pada 10 September 2013 di Montevideo dengan kemenangan 2-0 bagi Uruguay.

Kolombia telah mencapai babak sistem gugur untuk pertama kalinya sejak 1990, sementara Uruguay, yang mencapai babak semi finals pada Piala Dunia  Afrika Selatan  2010 berhasil melewati tahap grup untuk kedua kalinya secara berturut-turut di Piala Dunia.

Terakhir kali Uruguay bermain dalam suatu pertandingan Piala Dunia di Maracana, Uruguay mengkandaskan impian tuan rumah Brasil 2-1 pada 1950 dan menjadi juara dunia.

Kiper Kolombia  Faryd Mondragon menjadi pemain tertua dalam sejarah Piala Dunia yakni berumur 43 tahun tiga hari ketika dia masuk menjadi kiper pengganti pada lima menit terakhir saat melawan Jepang pada Selasa (24/6/2014).

Uruguay bermain tanpa diperkuat pemain bintangnya, Luis Suarez, setelah Luis Suarez dikeluarkan dari ajang Piala Dunia ini oleh FIFA, dengan diskorsing FIFA dan dijatuhi hukuman larangan bermain selama empat bulan dan sembilan laga internasional mendatang yang kompetitif bagi Timnas Uruguay karena menggigit pundak pemain belakang/bek Italia Giorgio Chiellini pada pertandingan Selasa (24/6/2014).

Uruguay sebagai peringkat kedua Grup D, di pertandingan sebelumnya  kalah telak 1-3 dari Kosta Rika di partai pembuka. Lalu menang dari Inggris 2-1 dan dari Italia 1-0.

Dengan hilangnya Luis Suarez, Uruguay benar-benar  kehilangan inspirator tim.

Striker Paris St-Germain, Edinson Cavani dan Diego Forlan yang diharapkan mampu mengisi kekosongan Luis Suarez gagal. Uruguay tidak mampu membongkar pertahanan Kolombia.

Hasil kemenangan ini mengantarkan Kolombia pada perempatfinal Piala Dunia 2014, kali ini akan bertemu dengan menghadapi tuan rumah dan juara dunia lima kali, Brasil yang sudah lebih dulu memastikan tempat di delapan besar setelah menaklukkan Chile dalam laga yang berakhir dengan adu penalti.

Berikut ini adalah susunan pemain Kolombia melawan Uruguay yang diturunkan kedua tim berdasarkan laman FIFA melakoni laga babak 16 besar Piala Dunia 2014 di Estadio Maracana, Rio de Janeiro.

Susunan pemain:

Kolombia:

1-David Ospina (PG); 18-Juan Camilo Zuniga, 2-Cristian Zapata, 3-Mario Yepes (K), 7-Pablo Armero; 6-Carlos Sanchez, 8-Abel Aguilar; 11-Juan Guillermo Cuadrado (13-Fredy Guarin 81'), 10-James Rodriguez (19-Adrian Ramos 85'), 9-Teofilo Gutierrez (15-Alexander Mejia 68'), 21-Jackson Martinez.

Cadangan: 

4-Santiago Arias, 5-Carlos Carbonero, 12-Camilo Vargas, 14-Victor Ibarbo, 16-Eder Alvarez Balanta, 17-Carlos Bacca, 20-Juan Quintero, 22-Faryd Mondragon, 23-Carlos Valdes.

Pelatih: Jose Pekerman

Uruguay:

1-Fernando Muslera (PG); 16-Maximiliano Pereira, 3-Diego Godin (K), 13-Jose Gimenez, 22-Martin Caceres; 17-Egidio Arevalo Rios, 20-Alvaro Gonzalez (8-Abel Hernandez), 7-Cristian Rodriguez, 10-Diego Forlan (11-Christian Stuani 53'), 6-Alvaro Pereira (18-Gaston Ramirez 53'), 21-Edinson Cavani.

Cadangan: 

2-Diego Lugano, 4-Jorge Fucile, 5-Walter Gargano, 12-Rodrigo Munoz, 14-Nicolas Lodeiro, 15-Diego Perez, 19-Sebastian Coates, 23-Martin Silva.

Pelatih: Oscar Tabarez.

Kapasitas stadion: 76.804 orang.

Wasit: Bjorn Kuipers dari Belanda. (jos)

See Also

The Reds Juara Piala Super Eropa 2019
Santoso Nahkodai Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kudus 2019-2024
Manny Pacquiao Rebut Gelar Dunia WBA Super Kelas Welter
All Indonesian Final Di Indonesia Terbuka 2019
Manchester United Tunjuk Ole Gunnar Solskjaer Gantikan Jose Mourinho
Manchester United Pecat Pelatih Jose Mourinho
Persija Jakarta Juara Liga 1 Tahun 2018
Maroko Menahan Spanyol 2-2
Uruguay Juara Grup A Libas Tuan Rumah Rusia 3-0
Asa Jerman Terbuka, Jerman Tundukkan Swedia 2-1
Meksiko Kirim Pulang Korea Selatan 2-1
Belgia Bantai Tunisia 5-2
Swiss Atasi Perlawanan Serbia 2-1
Nigeria Hempaskan Islandia 2-0
Brazil Pupus Harapan Kosta Rika 2-0
Ryan Giggs Jadi Direktur Akademi Sepakbola Di Vietnam
SEA Games 2017, Indonesia-Thailand Imbang 1-1
Tumbuhkan Kebersamaan, Dandim 0716/Demak Ikuti Jalan Sehat
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Pos Koramil 02/Bogorejo Gelar Senam Bersama Forkopimcam
Hermansyah Pelatih Kiper Baru Madura United FC
Pelatihan Dayung, Babinsa Koramil 01/Kota Kodim 0721/Blora Instruktur Pelatih
Koramil 14/Todanan Besama Muspika Gelar Senam Bersama
Personel Koramil 13/Kunduran Melaksanakan Pembinaan Fisik
Koramil 07/Sambong Gelar Senam Bersama Muspika
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.650.877 Since: 05.03.13 | 0.1554 sec