Hukum

FPI Abaikan Larangan Kapolri, Razia Cafe Dan Bentrok Dengan Polisi

Saturday, 28 Juni 2014 | View : 1239

SRAGEN-SBN.

Terjadi bentrokan antar aparat Kepolisian dan Front Pembela Islam (FPI) tak bisa dihindari saat puluhan anggota ormas tersebut memaksa menutup sebuah Cafe yang ada di Sragen, provinsi Jawa Tengah.

Aksi itu massa Front Pembela Islam (FPI) lakukan menjelang memasuki bulan suci Ramadhan. Namun niat itu dihalang-halangi puluhan personil Dalmas Polres Sragen. Merasa dihalang-halangi, massa FPI semakin beringas.

Bentrokan yang terjadi Sabtu (28/6/2014) petang tadi disebabkan massa FPI gagal masuk kedalam Cafe karena dihalang-halangi petugas kepolisian.

Massa FPI terus merangsek agar bisa masuk ke dalam Cafe yang terletak di Desa Kuwung Sari atau di Jalan Sukowati tersebut.

Teriakan dan umpatan massa FPI layangkan ke arah petugas Kepolisian yang terus menghalang-halanginya.

Massa pun memecahkan isi di dalam Cafe. Massa FPI mencari pemilik Cafe untuk keluar menemui massa FPI. Namun, keinginan massa FPI tak bisa terwujud.

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sragen, Ustadz Malla Kunaefi, menilai bila tempat hiburan malam masih saja beroperasi di bulan Ramadhan, bisa mengganggu warga, terutama umat muslim yang tengah menjalani ibadah puasa. Sehingga tidak ada alasan apapun selain menutup Cafe tersebut. “Tutup Cafe ini, tak ada alasan apapun selain menutup Cafe ini. Karena bisa mengganggu umat muslim yang sedang berpuasa," teriaknya yang disambut takbir anggota FPI lainnya, Sabtu (28/6/2014).

Gagal bertemu dengan pemilik Cafe, massa itupun melanjutkan aksi sweeping massa FPI tersebut ke Cafe yang letaknyaa tak jauh dari lokasi awal.

Selain berorasi, massa itupun membakar ban bekas yang massa FPI bawa tepat di depan Cafe tersebut.

Namun, lagi-lagi, petugaspun dengan sigap dan cekatan langsung memadamkan api tersebut.

Meskipun massa FPI masih berusaha menghalang-halangi petugas memadamkan api. Polisi juga telah menjaga ketat area Cafe-cafe tersebut. Akhirnya massa pun memutuskan membubarkan diri.

Masa bulan suci Ramadan, sering terjadi sweeping sekelompok orang di sejumlah tempat hiburan malam.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (RI) ke-22, Jenderal Pol Drs. Sutarman melarang berbagai bentuk penyisiran atau sweeping. "Tidak ada kelompok manapun yang boleh main hakim sendiri," tegas Kapolri Jenderal Pol. Drs. Sutarman, seperti dikutip dari antaranews, Jumat (27/6/2014).

Mantan Kapolda Metro Jaya tersebut, Jenderal Polisi Drs. Sutarman menegaskan jika sweeping masih dilakukan oleh sekelompok orang, maka polisi akan bertindak tegas.

Masing-masing Pemerintah Daerah telah menerbitkan aturan yang berkaitan dengan operasional tempat hiburan selama Ramadan. "Ada aturan tempat hiburan yang harus tutup, tapi ada juga yang diizinkan tetap buka," tandas mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) Jenderal Polisi Drs. Sutarman.

Menurut mantan Kapolda Kepri tersebut, untuk tempat yang diharuskan ditutup, polisi akan menjaga agar objek yang dimaksud mematuhi aturan yang ada. Namun, lanjut mantan Kapolwiltabes Surabaya, jika ada tempat hiburan yang memang diizinkan buka, polisi juga harus tetap menjaga sesuai aturan yang berlaku.

Menurut Mantan Kapolda Jabar ini, Jenderal Polisi Drs. Sutarman, polisi memiliki kewenangan untuk menegakkan hukum. "Saya akan terus pantau, tidak ada kelompok yang boleh main hakim sendiri," pungkas mantan Kaselapa Lemdiklat Polri yang juga sebelumnya Ajudan Presiden RI pemerintahan Abdurrahman Wahid. (ant/oke/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.282.305 Since: 05.03.13 | 0.1737 sec