Hukum

FPI Abaikan Larangan Kapolri, Razia Cafe Dan Bentrok Dengan Polisi

Saturday, 28 Juni 2014 | View : 1171

SRAGEN-SBN.

Terjadi bentrokan antar aparat Kepolisian dan Front Pembela Islam (FPI) tak bisa dihindari saat puluhan anggota ormas tersebut memaksa menutup sebuah Cafe yang ada di Sragen, provinsi Jawa Tengah.

Aksi itu massa Front Pembela Islam (FPI) lakukan menjelang memasuki bulan suci Ramadhan. Namun niat itu dihalang-halangi puluhan personil Dalmas Polres Sragen. Merasa dihalang-halangi, massa FPI semakin beringas.

Bentrokan yang terjadi Sabtu (28/6/2014) petang tadi disebabkan massa FPI gagal masuk kedalam Cafe karena dihalang-halangi petugas kepolisian.

Massa FPI terus merangsek agar bisa masuk ke dalam Cafe yang terletak di Desa Kuwung Sari atau di Jalan Sukowati tersebut.

Teriakan dan umpatan massa FPI layangkan ke arah petugas Kepolisian yang terus menghalang-halanginya.

Massa pun memecahkan isi di dalam Cafe. Massa FPI mencari pemilik Cafe untuk keluar menemui massa FPI. Namun, keinginan massa FPI tak bisa terwujud.

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sragen, Ustadz Malla Kunaefi, menilai bila tempat hiburan malam masih saja beroperasi di bulan Ramadhan, bisa mengganggu warga, terutama umat muslim yang tengah menjalani ibadah puasa. Sehingga tidak ada alasan apapun selain menutup Cafe tersebut. “Tutup Cafe ini, tak ada alasan apapun selain menutup Cafe ini. Karena bisa mengganggu umat muslim yang sedang berpuasa," teriaknya yang disambut takbir anggota FPI lainnya, Sabtu (28/6/2014).

Gagal bertemu dengan pemilik Cafe, massa itupun melanjutkan aksi sweeping massa FPI tersebut ke Cafe yang letaknyaa tak jauh dari lokasi awal.

Selain berorasi, massa itupun membakar ban bekas yang massa FPI bawa tepat di depan Cafe tersebut.

Namun, lagi-lagi, petugaspun dengan sigap dan cekatan langsung memadamkan api tersebut.

Meskipun massa FPI masih berusaha menghalang-halangi petugas memadamkan api. Polisi juga telah menjaga ketat area Cafe-cafe tersebut. Akhirnya massa pun memutuskan membubarkan diri.

Masa bulan suci Ramadan, sering terjadi sweeping sekelompok orang di sejumlah tempat hiburan malam.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (RI) ke-22, Jenderal Pol Drs. Sutarman melarang berbagai bentuk penyisiran atau sweeping. "Tidak ada kelompok manapun yang boleh main hakim sendiri," tegas Kapolri Jenderal Pol. Drs. Sutarman, seperti dikutip dari antaranews, Jumat (27/6/2014).

Mantan Kapolda Metro Jaya tersebut, Jenderal Polisi Drs. Sutarman menegaskan jika sweeping masih dilakukan oleh sekelompok orang, maka polisi akan bertindak tegas.

Masing-masing Pemerintah Daerah telah menerbitkan aturan yang berkaitan dengan operasional tempat hiburan selama Ramadan. "Ada aturan tempat hiburan yang harus tutup, tapi ada juga yang diizinkan tetap buka," tandas mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) Jenderal Polisi Drs. Sutarman.

Menurut mantan Kapolda Kepri tersebut, untuk tempat yang diharuskan ditutup, polisi akan menjaga agar objek yang dimaksud mematuhi aturan yang ada. Namun, lanjut mantan Kapolwiltabes Surabaya, jika ada tempat hiburan yang memang diizinkan buka, polisi juga harus tetap menjaga sesuai aturan yang berlaku.

Menurut Mantan Kapolda Jabar ini, Jenderal Polisi Drs. Sutarman, polisi memiliki kewenangan untuk menegakkan hukum. "Saya akan terus pantau, tidak ada kelompok yang boleh main hakim sendiri," pungkas mantan Kaselapa Lemdiklat Polri yang juga sebelumnya Ajudan Presiden RI pemerintahan Abdurrahman Wahid. (ant/oke/jos)

See Also

Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.648.001 Since: 05.03.13 | 0.1726 sec