Politik

Polri Tak Bisa Larang Obor Rakyat Terbit

Wednesday, 25 Juni 2014 | View : 773

JAKARTA-SBN.

Polisi mengatakan tidak mampu menghentikan peredaran edisi ketiga tabloid ‘Obor Rakyat’ yang telah beredar di masyarakat sejauh ini dan rencana penerbitan edisi keempatnya.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Sutarman menggantikan Jenderal Pol Timur Pradopo dimana jabatan nomor satu di Korps Bhayangkara ini diembannya usai menjalani pelantikan yang dipimpin langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Jumat (25/102013), mengakui jika pihaknya tak bisa berbuat banyak untuk mencegah rencana Pemimpin Redaksi (Pimred) Tabloid ‘Obor Rakyat’ Setiardi Budiono yang akan menerbitkan edisi keempat tabloid ‘Obor Rakyat’ yang membuatnya berurusan dengan polisi itu.

"Sekarang siapa institusi yang bisa menghentikan orang agar tidak mencetak? Itu bukan ranahnya polisi. Tapi yang melarang orang yang tidak punya izin kemudian mencetak dan disebarkan itu siapa? Tapi, jika itu memang melanggar hukum, pasti akan kami tindak. Polisi kan hanya penegak hukumnya," terang mantan Kapolda Kepri, Jenderal Polisi Drs. Sutarman di Gedung STIK, Rabu (25/6/2014).

Mantan Kabareskrim Mabes Polri yang aktif sejak 6 Juli 2011 menggantikan posisi Komjen Pol. Ito Sumardi Ds yang telah memasuki masa pensiun ini melanjutkan jika hingga kini pihaknya masih dalam proses menentukan tersangka dalam kasus ini dengan jeratan pidana umum.

"Kita saat ini di era keterbukaan pers atau media. Tapi mari kita laksanakan pers yang disamping menyampaikan fakta yang ada juga harus memberikan pembelajaran bagi masyarakat. Tentu saja kita harapkan seperti itu," lanjut mantan Kapolwiltabes Surabaya.

Ajudan Presiden RI pemerintahan Abdurrahman Wahid ini, Jenderal Polisi Drs. Sutarman menyebutkan jika pihak Obor Rakyat bukan menantang polisi dengan berani terbit kembali tapi lebih cenderung ke arah memanfaatkan celah aturan. "Hanya laporan terkait pencemaran nama baik yang bisa disidik," jelas  mantan Kaselapa Lemdiklat Polri.

Mantan Kapolda Jabar ini melanjutkan bahwa Polri bukan institusi yang dapat melarang percetakan yang punya izin mencetak. "Penerbitan pers yang akan menilai kan adalah masyarakat. Kalau yang diterbitkan tidak mendidik tentu masyarakat tidak akan membacanya," sambung mantan Kapolda Metro Jaya.

Seperti diberitakan, penggagas Obor Rakyat, Setiardi Budiono yang juga asisten staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu akan segera meluncurkan ‘Obor Rakyat’ edisi keempat yang juga masih akan menulis soal Jokowi.

Hal itu dikatakan Setiardi Budiono usia diperiksa di Bareskrim Polri Senin (23/6/2014) kemarin.

Pemeriksaan Setiardi Budiono ini menindaklanjuti laporan dari tim hukum pasangan calon presiden (capres) calon wakil presiden (cawapres) nomor urut dua, Jokowi-Jusuf Kall (JK) yang merasa difitnah dengan tulisan di dalam tabloid ‘Obor Rakyat’ dan melaporkannya dengan Pasal 310, 311, 156, dan 157 KUHP, UU anti diskriminasi ras, dan UU Pemilu.

Dewan Pers telah menulis surat ke Kapolri dan menyatakan bahwa Tabloid ‘Obor Rakyat’ tidak ada kaitannya dengan pemberitaan pers. (jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.446.094 Since: 05.03.13 | 0.1747 sec