Hukum

Artha Merish Simbolon Ditahan KPK

JAKARTA-SBN.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi kembali mencokok satu tersangka dalam kaitan dengan kasus suap yang melibatkan Rudi Rubiandini, mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan Presiden Direktur PT. Parna Raya Industri, Artha Merish Simbolon, tersangka dugaan suap kepada mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, Selasa (24/6/2014) di Rumah Tahanan Gedung KPK.

KPK resmi menahan Presiden Direktur PT. Kaltim Parna Industri, Artha Merish Simbolon, Artha Merish Simbolon di Rumah Tahanan Gedung KPK seusai diperiksa selama kurang lebih sepuluh jam sebagai tersangka kasus dugaan penyuapan terhadap mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini.

Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo mengatakan, Artha Merish Simbolon ditahan di Rutan KPK demi kepentingan penyidikan lebih lanjut. "AMS ditahan di Rutan (Rumah Tahanan) KPK Kelas 1 LP Cipinang, Jakarta Timur, selama 20 hari pertama," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP. singkat.

KPK mengumumkan penetapan Artha Merish Simbolon sebagai tersangka pada 14 Mei lalu. Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi SP., penetapan Artha Merish Simbolon sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan kasus dugaan suap SKK Migas yang menjerat Rudi Rubiandini dan pelatih golfnya Deviardi alias Ardi, serta Komisaris PT. Kernel Oil Private Limited (KOPL) Simon Gunawan Tanjaya.

Kini, Rudi Rubiandini, Deviardi, dan Simon Gunawan Tanjaya sudah divonis bersalah dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta beberapa waktu lalu.

Rudi Rubiandini divonis tujuh tahun penjara, Deviardi dihukum empat tahun enam bulan penjara, dan Simon Gunawan Tanjaya dijatuhi vonis tiga tahun penjara.

Perempuan berambut lurus itu, Artha Merish Simbolon tampak keluar dari Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan dengan langsung mengenakan baju tahanan KPK berupa rompi berwarna oranye sekitar pukul 20.55 WIB. Dia tidak berkomentar kepada wartawan begitu ke luar Gedung KPK. Artha Merish Simbolon tampak menunduk dan matanya terlihat merah.

Tanpa berkomentar sedikit pun, Artha Merish Simbolon langsung masuk ke mobil tahanan KPK. Setelah berada di dalam mobil tahanan, Artha Merish Simbolon terlihat menunduk. Tak lama kemudian, mobil tahanan membawa Artha Merish Simbolon menuju Rumah Tahanan di basement Gedung KPK.

Artha Merish Simbolon ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Dia ditahan setelah menjalani pemeriksaan sekitar 10 jam.

Sejak siang tadi, keluarga Artha Merish Simbolon sudah berkumpul di Gedung KPK.

Sebelum proses penahanan berlangsung, kerabat dan keluarga Artha Merish Simbolon tampak menunggu di ruang tunggu tamu Gedung KPK. Raut wajah mereka tampak cemas menunggu keputusan KPK apakah akan menahan Artha Merish Simbolon atau tidak.

Keluarga Artha Merish Simbolon bahkan terlihat sudah menyiapkan perbekalan jika Artha Merish Simbolon ditahan seusai diperiksa KPK.

Isak tangis keluarga mewarnai proses penahanan Presiden Direktur PT. Parna Raya Industri Artha Merish Simbolon.

Sebelum memasuki mobil tahanan, Artha Merish Simbolon tampak memeluk seorang perempuan yang merupakan salah satu keluarganya.

Anggota keluarganya yang lain tampak sudah menunggu di depan pintu ke luar Gedung KPK.

Salah seorang keluarga Artha Merish Simbolon menerobos kerumunan wartawan sambil berteriak-teriak. "Merish adikku. Kasih dia jalan, dia tidak jahat," kata wanita itu kepada para wartawan yang mengerumuni Artha Merish Simbolon.

Artha Merish Simbolon diyakini turut menyuap Rudi Rubiandini senilai US$ 522.500. Artha Merish Simbolon, diduga memberikan uang suap dengan total US$ 522.500 atau sekitar Rp 6 miliar, kepada mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini.

Pemberian uang tersebut bertujuan agar Rudi Rubiandini membantu dan meloloskan perusahaan yang diurusi Artha Merish Simbolon dalam melakukan kegiatan di SKK Migas. Dengan uang itu, Artha Merish Simbolon berharap Rudi Rubiandini mengubah formula harga gas di Bontang menjadi lebih murah. Bontang merupakan wilayah bisnis perusahaan Artha Merish Simbolon.

Selain SKK Migas, Artha Merish Simbolon diduga juga memiliki koneksi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dalam surat dakwaan, Rudi Rubiandini mencantumkan percakapan Artha Merish Simbolon dengan Deviardi, yang merupakan orang kepercayaan Rudi Rubiandini, pada 17 Juli 2013.

Dalam percakapan itu, Artha Merish Simbolon meminta Rudi Rubiandini segera memberikan pertimbangan penetapan surat penurunan formula harga gas Bontang ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik. Nantinya, surat tersebut akan dikawal Artha Merish Simbolon di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dalam putusannya, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menyatakan Rudi Rubiandini bersalah menerima pemberian uang terkait posisinya sebagai Kepala SKK Migas. Pertama, Rudi Rubiandini menerima uang senilai US$ 900.000 dan SIN$ 200.000 dari bos Kernel Oil Pte. Ltd. (KOPL) Singapura, Widodo Ratanachaitong dan PT. Kernel Oil Private Limited (KOPL) Indonesia.

Uang tersebut, menurut Hakim, diberikan terkait dengan pelaksanaan lelang terbatas minyak mentah dan kondensat bagian negara di SKK Migas. Kedua, Rudi Rubiandini terbukti menerima uang dari Artha Merish Simbolon sebesar US$ 522.500. Uang ini diberikan agar Rudi Rubiandini memberikan rekomendasi atau persetujuan menurunkan formula harga gas untuk PT. Kaltim Parna Industri (PT. KPI).

Sejumlah uang ini diterima Rudi Rubiandini melalui Deviardi alias Ardi. Terkait dugaan ini, penasihat hukum Artha Merish Simbolon, Otto Hasibuan membantah kliennya pernah memberikan uang kepada Rudi Rubiandini.

Otto Hasibuan, penasihat hukum Artha Merish Simbolon, membantah tudingan bahwa kliennya menyuap Rudi Rubiandini. Dia menegaskan, tak ada bukti uang yang memperkuat tuduhan tersebut.

Menurut pengacara Otto Hasibuan, pemberian uang tersebut tidak pernah ada. Apalagi, Rudi Rubiandini membantah pernah menerima uang dari Artha Merish Simbolon. "Belum melihat karena Rudi sendiri kan mengaku tidak menerima uang dari Merish, kan fakta persidangannya begitu kan, jadi kita hargailah KPK, mungkin KPK ada pemikiran lain, nanti kita lihat apa itu," terang advokat Otto Hasibuan. (kom/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.288.483 Since: 05.03.13 | 0.1885 sec