Nasional

Risma Tolak Jadi Wagub DKI Jakarta Dampingi Ahok

SURABAYA-SBN.

Calon presiden (capres) nomor urut dua yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Gubernur DKI Jakarta, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ berpeluang besar memenangi pemilihan umum presiden (pilpres) pada Rabu, 9 Juli 2014 mendatang.

Bila Jokowi meninggalkan kursi DKI Jakarta 1, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang akrab dipanggil ‘Ahok’ otomatis yang akan menggantikan posisinya.

Dengan majunya Gubernur DKI Joko Widodo menjadi capres PDIP, posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong.

Wali Kota Surabaya, Ir. Tri Rismaharini, M.T pun disebut-sebut sebagai kandidat kuat yang akan menduduki kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Hal ini dilakukan jika Jokowi memenangkan pemilu presiden (pilpres), dan Basuki Tjahaja Purnama menggantikan Jokowi pada posisi Gubernur DKI Jakarta.

Selain prestasinya yang mencorong selama menjadi Wali Kota, Risma juga diusung PDI Perjuangan. Disebut-sebut sebagai salah satu calon pendamping Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, justru Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menolak mentah-mentah tawaran itu jika disuruh menjadi pengganti Gubernur Joko Widodo di Jakarta. Namun dia justru enggan bila diminta pindah ke Jakarta. "Nggak lah. Aku sudah janji, mereka (warga Surabaya) yang milih aku, bukan orang DKI yang milih aku. Aku yang harus memenuhi janji membuat mereka sejahtera," beber Risma di Grand Sahid Jaya Hotel, Jl. Jenderal Sudirman Kav. No.86, Jakarta Pusat, Rabu (19/3/2014) malam.

Wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya sepanjang sejarahnya, Risma beralasan dirinya telah berjanji tidak akan meninggalkan Surabaya hingga masa jabatannya berakhir tahun depan. "Saya disumpah untuk memimpin Surabaya selama lima tahun. Jadi, saya tidak akan meninggalkan Surabaya," tegasnya, Senin (24/3/2014).

Wali Kota Surabaya yang menjabat sejak 28 September 2010, Ir. Tri Rismaharini, M.T atau terkadang ditulis Tri Risma Harini menyebutkan masih banyak pejabat PDI-P yang lebih baik dan lebih pantas darinya untuk menggantikan Jokowi. "Ndak. Biar Pak Bambang Dwi Hartono (bekas Wali Kota Surabaya) atau Wisnu Sakti Buana (Wakil Wali Kota Surabaya) saja yang ke sana," tukas Risma saat diwawancarai wartawan, Jumat (20/6/2014) pekan lalu.

Dia juga tidak ingin mengecewakan masyarakat Surabaya, yang selama ini banyak mendukungnya untuk membangun Surabaya. "Tidak pernah tebersit sedikitpun di pikiran saya untuk meninggalkan Surabaya," tambahnya.

Risma bahkan memprediksi warga Surabaya bisa murka jika ditinggal dirinya menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Soalnya, itu sama saja dengan menkhianati kepercayaan publik. "Aku kan sudah janji sama warga Surabaya, dan warga Surabaya pasti marah. Kalau kemudian begitu (ditinggal Risma jadi Wagub DKI), sama dengan mengkhianati warga Surabaya," imbuhnya.

Menurut Risma, dirinya telah "diancam" oleh warga Surabaya agar tidak pergi ke Jakarta. Mereka, menurut Risma, akan menggelar demonstrasi besar bila Risma pindah. "Aku sudah ngomong banyak ke Bu Megawati (Ketua Umum PDI Perjuangan). Tapi aku ndak bisa ngomong ke wartawan," cetusnya.

Jika PDI Perjuangan tetap meminta dirinya pergi ke Ibu Kota sebagai penugasan partai, Risma akan bicara lagi kepada Megawati.

Bagi Risma, pekerjaan rumahnya di Surabaya masih banyak dan sulit untuk ditinggal begitu saja. "Nanti saya akan bicara lagi (pada Mega)," tuturnya.

Wali Kota kelahiran Kediri, Jawa Timur pada 20 November 1961 ini menampik keengganannya menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta karena mengincar jabatan Wali Kota Surabaya untuk periode kedua pada pemilihan kepala daerah tahun depan. Risma mengaku belum berpikir sejauh itu. "Aku capek. Capek, loh, betul. Rasanya ndak ada hari tanpa mikir, ndak ada menit tanpa mikir. Tidur pun harus ngeloni HT (handy talky)," terangnya.

Wali Kota berumur 52 tahun ini, Risma mengatakan ingin berkonsentrasi kerja sampai masa jabatannya sebagai Wali Kota berakhir sesuai sumpah jabatan yang dia ucapkan ketika pelantikan. Saking seringnya blusukan, Risma mengaku kakinya sampai rangen (penyakit gatal di sela-sela jemari kaki).

Penyakit gatal itu menyerang karena ia sering memakai sepatu bot tiap kali turun ke lapangan, termasuk saat memantau banjir. "Mungkin karena lembap. Tapi aku ini takut sama ular, jadi harus pakai bot. Masak, ada wali kota kakinya rangen," papar Risma.

Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait pernah menyebut Risma sebagai stok potensial PDIP untuk bisa menjadi pengganti Gubernur DKI Jokowi. Selain Risma, ada pula Ganjar Pranowo yang juga disebut dan sudah menolak karena lebih memilih untuk tetap menjadi Gubernur Jawa Tengah.

Selain Risma, nama yang beredar untuk dijadikan pengganti Ahok sebagai Wagub DKI Jakarta yaitu Ketua Fraksi PDI-P DPRD DKI Syahrial, anggota DPR RI dapil Jakarta Timur Adang Ruchyatna, Wakil DPRD Boy Sadikin, dan Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka.

Adapun pihak DPD PDI-P Jatim sangat mendukung jika Risma harus menggantikan posisi Ahok sebagai Wagub DKI Jakarta.

Kepemimpinan Risma, jelas Wakil Ketua DPRD Prov. Jatim yang diusung dari PDIP, Drs. Sirmadji Tj., M.Pd. sudah teruji saat menjadi Wali Kota Surabaya hampir lima tahun terakhir. (tem/jos)

See Also

Megawati Soekarnoputri Resmikan Patung Soekarno Di Akmil Magelang
Penyebab Kecelakaan Bus Damri Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Bus Damri Kecelakaan Di Tol Arah Bandara Soekarno Hatta
Banjir Yang Melanda Di Demak, Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Prajurit Kodim 0716/Demak Menyerbu Desa Sayung
Al Mawaddah Gelar Hypno Motivasi Untuk Mengisi Liburan Sekolah
Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.891.028 Since: 05.03.13 | 0.3247 sec