Politik

Luhut Pandjaitan Bicara Sosok Capres Prabowo Subianto

JAKARTA-SBN.

Tim Sukses capres/cawapres nomor urut 2, Jokowi-Jusuf Kalla, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A. (66 tahun), menjadi narasumber diskusi “Jaminan Capres 2014 Terhadap Kebebasan Beragama” yang digelar di Kelapa Gading Trade Center, Lantai 2, Jalan Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, hari Kamis (19/6/2014) pukul 19.00 WIB malam.

Adik Prabowo Subianto yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan pengusaha pemilik perusahaan Arsari Group yang bergerak dalam bidang pertambangan, program bio-ethanol, investasi, kontraktor, agribisnis, serta perkebunan karet, Hashim Djojohadikusumo, juga diundang sebagai pembicara dalam acara itu, namun pengusaha yang  membeli Kiani Kertas, perusahaan mantan pemilik Bob Hasan yang bermarkas di provinsi Kalimantan Timur tersebut tidak hadir.

Mantan Panglima ABRI Jenderal TNI (Purn) Wiranto buka-bukaan tentang surat Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang berisi rekomendasi pemecatan Prabowo Subianto. Ia menyebut penculikan aktivis tahun 1998 atas inisiatif mantan Danjen Kopassus itu sendiri.

Sementara itu, mantan Komandan Pusat Pendidikan Kopassus di Batujajar, Bandung, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan menyambut baik keterangan Jenderal TNI (Purn) Wiranto mengenai pemecatan Prabowo Subianto. Ia menilai apa yang dikatakan mantan Panglima ABRI itu sesuai fakta sejarah. Menurut Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golongan Karya (Golkar) Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, apa yang diungkap Jenderal TNI (Purn) Wiranto itu adalah fakta sejarah.

Tim Sukses capres/cawapres Jokowi-JK itu pun berbicara mengenai sosok capres Prabowo Subianto.

Mantan Komandan pertama Detasemen 81 yang sekarang disebut Detasemen Penanggulangan Teror atau Gultor 81, Jend. TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A. meminta Prabowo Subianto untuk menjelaskan ke publik di mana para aktivis 1998 yang hilang. "Menurut saya, yang paling sedih sebenarnya, Prabowo harus menjelaskan kemana yang 13 orang yang hilang itu. Karena dia yang menculik itu. Orang sudah tau," beber mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura yang ke-15 dari tahun 1999 hingga 2000, Jenderal TNI (Purn) Luhut Pandjaitan.

Hal tersebut diungkapkan Jenderal TNI (Purn) Luhut Pandjaitan kepada wartawan di Kelapa Gading Trade Center, Jakarta Utara, Kamis (19/6/2014) malam.

Tak hanya Prabowo Subianto, Luhut Pandjaitan juga meminta Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen buka suara mengenai keberadaan para aktivis 1998 yang hilang. "Katanya Kivlan tau dimana dibuang kan? Kivlan kasih jawaban lah," imbuh mantan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar itu.

Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura yang ke-15 dari tahun 1999 hingga 2000, Luhut Pandjaitan mengatakan, para keluarga aktivis 1998 yang hilang butuh kejelasan di mana anggota keluarga mereka. Ia meminta Prabowo Subianto bertanggung jawab dan membeberkan semua fakta. "Saya kira tidak perlu soal bicara HAM atau tidak HAM, yang paling penting, kemana orang yang hilang itu? Seperti si Wiji Thukul, anaknya itu tanya sampai hari ini, kalau dia mau ngisi form siapa bapaknya dan di mana bapaknya, itu selalu dia mau nangis. Karena dia tidak tau bapaknya," papar mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI di era pemerintahan reformasi ini.

"Kalau sudah mati, ya diberi tahu. Tapi jangan seperti ini. Itu yang saya pikir sedih. Pak Prabowo harus bertanggung jawab itu," tegas mantan Komandan Grup 3/Pusdikpassus ini, Jenderal TNI (Purn) Luhut Pandjaitan.

Sementara itu, menanggapi hal itu, Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Fadli Zon, S.S., M.Sc. menyebut Wiranto sebagai pecundang dan pengecut. Kubu Prabowo Subianto membantah pengakuan Wiranto. Prabowo Subianto disebut diberhentikan dengan hormat. "Wiranto benar-benar pecundang dengan pernyataannya soal DKP. Inilah akhir karir politiknya. Kita kenang dia sebagai pecundang yang pengecut," tulis Fadli Zon dalam akun Twitter resminya @fadlizon, Jumat (20/6/2014).

Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sejak 2008 dan Ketua Badan Komunikasi Partai Gerindra sejak 2010, Fadli Zon menuding, Wiranto tak pernah suka dengan Prabowo Subianto. Sebab, karier militer mantan mantu Soeharto itu moncer. "Wiranto dari dulu tak pernah suka @Prabowo08. Ia iri karena karier militer Prabowo bagus dan disukai para prajurit," jelas dia. (det/mer/jos)

See Also

Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
Rapat Paripurna DPR RI Setujui Program Dana Aspirasi
Pimpinan DPR RI Minta MKD Usut Tuntas Dugaan Gelar Doktor Palsu
jQuery Slider
Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.829.106 Since: 05.03.13 | 0.2079 sec