Politik

Buka Rekening Sumbangan, Prabowo-Hatta Disebut Tak Konsisten

Saturday, 14 Juni 2014 | View : 1425

JAKARTA-SBN.

Tim Kampanye Nasional (Timkamnas) calon presiden (capres) nomor urut satu yang digadang-gadang oleh Partai Gerindra, yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan calon wakil presiden (cawapres) yang digadang-gadang oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Golongan Karya (Golkar), serta Partai Bulan Bintang (PBB) yang mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia sejak 22 Oktober 2009, Ir. M. Hatta Rajasa membentuk Komite Dana Aspirasi Indonesia Bangkit yang bertujuan untuk memenangkan Capres Prabowo Subianto dan Cawapres Hatta Rajasa.

Tim Kampanye Nasional capres nomor urut satu tersebut ikut mengumpulkan sumbangan dari masyarakat.

Direktur Komunikasi dan Media Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta, Budi Purnomo Karjodihardjo mengungkapkan, pasangan capres yang diusung Koalisi Merah-Putih itu merasa perlu membentuk komite yang fokus pada penggalangan dana sumbangan dari masyarakat. Karenanya, dibentuklah Komite Dana Aspirasi Indonesia Bangkit pada tanggal 10 Juni 2014 berdasarkan surat yang diteken oleh Mahfud MD selaku Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Fadli Zon yang menjadi sekretarisnya. “Dasar pertimbangannya, untuk membantu pemenangan timkamnas perlu dibentuk komite yang memfokuskan kegiatan pada pengumpulan dana masyarakat secara gotong royong," ungkap Direktur Komunikasi dan Media Timkamnas Prabowo-Hatta, Budi Purnomo Karjodihardjo di Jakarta, Jumat (13/6/2014).

Para pengurus dan susunan personalianya sudah disahkan berdasarkan SK Koalisi Prabowo-Hatta, No.Kep-001/Timkamnas-Relawan/VI/2014 tentang Pembentukan Komite Dana Aspirasi Indonesia Bangkit pada tanggal 10 Juni 2014. Surat diteken oleh Mahfud MD dan Fadli Zon.

Komite bertugas untuk melakukan dan mengkoordinasikan kegiatan pengumpulan dana sumbangan yang dikumpulkan secara sukarela dari masyarakat. Adapun nomor rekening Dana Aspirasi Indonesia Bangkit ada di Bank Mandiri No. Rek. 122-00-666-00-799 a/n. Prabowo-Hatta.

Sebagai tindak lanjutnya, dibukalah rekening Dana Aspirasi Indonesia Bangkit di sebuah bank BUMN. Selanjutnya, Komite Dana Aspirasi Indonesia Bangkit akan melaporkan penerimaan uang ke Tim Pemenangan Prabowo-Hatta. "Dalam rangka transparansi dan akuntabilitas, komite juga diwajibkan untuk melaporkan kegiatan pengumpulan dana tersebut kepada pimpinan Timkamnas setiap minggu," papar Budi Purnomo Karjodihardjo.

Langkah kubu Ir. Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK) membuka rekening gotong royong untuk menggalang dana dari pendukung dan simpatisan dinilai sebagai model efektif untuk membuat tradisi baru. Terlebih, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang awalnya mengkritik pembukaan rekening untuk menghimpun dana publik itu kini justru melakukannya.

Menurut pakar kepemimpinan dari Universitas Indonesia (UI), Eko Sakapurnama, S.Psi., M.B.A., figur Jokowi-JK dengan ide-ide yang ditawarkan  termasuk soal rekening gotong royong telah menunjukkan bukti kepemimpinan yang efektif. Sebab, ada pihak yang mengikuti ide baru itu. “Dari kasus ini (rekening penghimpun dana kampanye), saya melihat Jokowi-JK yang menang dalam konteks memiliki kepemimpinan yang efektif," jelas Eko Sakapurnama di Jakarta, Sabtu (14/6/2014).

Dipaparkannya, kepemimpinan berjalan efektif ketika figur yang memimpin mampu menghasilkan gagasan baru, kreatif, inovatif dan diikuti pihak yang dipimpin.

Pendidik dan periset Universitas Indonesia (UI), Eko Sakapurnama menjelaskan, Jokowi sejak menjadi calon Gubernur (cagub) pada pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) DKI Jakarta memang muncul sebagai trendsetter yang ditiru banyak pihak.

Dalam rekening kampanye pun Eko Sakapurnama menilai Jokowi sebagai pihak yang memulai dan diikuti pihak lain. Artinya, sambung Eko Sakapurnama, kubu Jokowi-JK tampil sebagai leader dan ada pengikut (follower) yang meniru gagasan baru itu. “Karena kalau ada leader tanpa follower ya tak efektif juga,” ucapnya.

Namun, hal yang dipertanyakan Eko Sakapurnama justru langkah kubu Prabowo-Hatta ikut-ikutan membuka rekening dana kampanye. Sebab, hal itu menunjukkan Prabowo-Hatta tak punya ide baru yang yang dapat menarik simpati publik.

Pakar Sumber Daya Manusia untuk Sektor Publik, Eko Sakapurnama mengatakan, tentu langkah Prabowo-Hatta membuka rekening dana sumbangan bukan karena didasari kekaguman pada Jokowi-JK. Namun, lanjut Eko Sakapurnama, mengekor pihak lain menunjukkan kubu Prabowo-Hatta kurang kreatif. “Malu atau enggak kalau mengikuti apa yang dilakukan calon pemimpin lainnya?" tukas Eko Sakapurnama.

Apakah itu berarti Prabowo-Hatta menjiplak? "Ya wong memang dia menjiplak," pungkas pendidik dan periset Universitas Indonesia (UI), Eko Sakapurnama.

Padahal, sebelumnya kubu Prabowo-Hatta dikenal frontal menyerang cara Jokowi-JK membuka dana rekening gotong royong.

Anggota Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Letjen (Purn) Suryo Prabowo bahkan meminta masyarakat memilih calon presiden (capres) kaya raya yang tak minta-minta uang.

Anggota Tim Sukses Prabowo-Hatta lainnya, Direktur Hukum dan Advokasi Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, politikus asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang saat ini tengah menjabat sebagai Anggota Komisi III DPR RI periode 2009-2014 yang membidangi hukum dan perundang-undangan, hak asasi manusia, dan keamanan, Ahmad Yani, S.H., M.H. bahkan menilai cara Jokowi-JK menggalang dana malah menambah beban masyarakat. "Katanya mau mensejahterakan rakyat, tapi kok malah menyengsarakan," ketus Ahmad Yani, S.H., M.H. yang juga Direktur Hukum dan Advokasi Tim Pemenangan Prabowo-Hatta. (ini/mer/jpnn)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.795.040 Since: 05.03.13 | 0.1547 sec