Hukum

Empat Guru JIS Akan Tuntut KPAI

Friday, 13 Juni 2014 | View : 986

JAKARTA-SBN.

Penasihat hukum empat guru Jakarta Internasional School (JIS), Dr. Hotman Paris Hutapea, S.H., M.H. mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk meminta bukti tuduhan kliennya dalam kasus pelecehan seksual.

Menanggapi hal itu, Ketua KPAI Asrorun Ni'am Sholeh mengatakan, setelah mendapatkan laporan, pihaknya segera melakukan klarifikasi terhadap pelapor dan pihak JIS. Tujuannya untuk mencari bukti atas pengaduan tersebut. Setelah mendapatkan bukti, dia menambahkan, pihaknya melaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. "Ada pengaduan, setelah itu dalam proses klarifikasi kami cari penguatan bukti atas pengaduan. Cari data dan bukti untuk melengkapi pengaduan. Sampai akhirnya kita sampaikan ke polisi, dan itu rangkaian," jelasnya di ruang rapat KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/6/2014).

Penasihat Hukum KPAI Muhammad Joni menegaskan, pihaknya telah memiliki bukti atas dugaan keterlibatan empat orang guru JIS. Namun KPAI tidak dapat membeberkan apa bukti tersebut. "Bahwa KPAI telah terima laporan dan saya tegaskan, KPAI punya bukti yang dapat dipakai sebagai dasar. Dalam hal ini (penindakan) merupakan tugas dan wewenang polisi, terima pengaduan dan bukti termasuk pengakuan anak sebagai korban," tegasnya.

Pengacara Muhammad Joni mengungkapkan, KPAI bekerja berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak. Salah satu pasal yang akan memberatkan empat guru JIS adalah UU Perlindungan Anak Pasal 54 yang mengatakan, guru maupun pengelola sekolah wajib menjamin perlindungan anak dari kekerasan. "Pengakuan anak itu adalah pengakuan yang diakui oleh undang-undang dalam proses apapun. Dalam hal ini KPAI yakin penyidik akan bekerja semaksimal mungkin. KPAI tunduk pada Undang-Undang Perlindungan Anak," tutupnya.

Sebelumnya, penasihat Hukum dari guru JIS, Dr. Hotman Paris Hutapea, S.H., M.H. mengatakan, alasan kedatangannya untuk menanyakan apakah memang ada bukti atas pernyataan Erlinda, orangtua salah satu korban pelecehan seksual di sekolah internasional itu. Dia mempertanyakan, apakah bukti dan pernyataan tersebut adalah hasil dari investigasi yang dilakukan KPAI. "Kedatangan kami untuk mempertanyakan apakah memang ada bukti mereka ini terlibat dalam pelecehan sekolah di JIS. Bukti apa dan apa pernah dilakukan investigasi? Karena di berbagai televisi sudah banyak dibicarakan," cetusnya di depan Kantor KPAI, Menteng, Jakarta Utara, Jumat (13/6/2014).

Advokat Dr. Hotman Paris Hutapea, S.H., M.H. mengungkapkan, kedatangan mereka ke KPAI bukan karena adanya panggilan, melainkan karena inisiatif sendiri. Karena informasi mengenai bukti pelecehan seksual ini disampaikan oleh KPAI, bukan pihak kepolisian. "Atas inisiatif sendiri ingin menanyakan bukti apa yang sudah ditanyakan ke KPAI. Karena kalau di kepolisian ada laporan atau tidak. Tapi KPAI sudah memberikan pernyataan, ada seolah-olah terindikasi mereka terlibat," tegasnya.

Sementara itu, AK, korban kekerasan seksual  yang dilakukan oleh enam tersangka yang merupakan karyawan ISS, tenaga kebersihan dan pertamanan di Jakarta International School (JIS) hingga kini masih menolak menggunakan celana.

T ibunda dari AK, saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Rabu (11/6/2014) mengatakan hingga kini AK masih menjalani serangkaian terapi dan pendampingan psikologi. "Dia masih tidak mau pakai celana. Kalau dengan perempuan tidak papa, kalau dengan laki-laki dia masih trauma," terang T.

Kemudian T menceritakan kini anaknya tersebut sudah mulai bisa mengendalikan emosi dan tidak sering mengamuk dan marah-marah seperti sebelumnya.

Lalu untuk kondisi fisiknya, berat badan AK terus merangkak naik. "Kondisi AK, berat badan naik terus dari 27kg, 27,5kg, sekarang jadi 28kg. Semenjak di terapi sudah tidak sering marah," ungkap T.

Serangkaian terapi yang diberikan pada AK yaitu terapi mengendalikan kemarahan, terapi menumbuhkan rasa kepercayaan diri, dan terapi bagaimana untuk kembali bersosialisasi.

Untuk tetap memberikan pendidikan pada AK, T mengaku memanggil guru khusus untuk memberikan les pelajaran pada putranya itu.

Sementara mengenai rencana kepindahannya ke luar negeri, T mengaku ia dan keluarga memutuskan menunda kepindahan ke luar negeri. “Pindah ke luar negeri ditunda, kami mau mengawal kasus ini sampai selesai, sampai persidangan dan ada keputusan hukum pada tersangkanya,” tutur T. (jos/mer)

See Also

Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.684.200 Since: 05.03.13 | 0.2041 sec