Politik

Alasan Djoko Santoso Dukung Prabowo-Hatta

Thursday, 12 Juni 2014 | View : 1510

JAKARTA-SBN.

Mantan Panglima TNI yang juga anggota Dewan Penasihat Prabowo-Hatta, Jenderal (Purn) TNI Djoko Santoso mengemukakan alasan mendukung pasangan calon presiden (capres) nomor urut satu yang digadang-gadang oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto dan calon wakil presiden (cawapres) yang juga mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia sejak 22 Oktober 2009, Ir. H. M. Hatta Rajasa karena menilai pasangan tersebut yang mampu membangun pemerintahan ke depan untuk menjadikan negara lebih bermartabat dan rakyat lebih sejahtera. "Saya memilih mendukung Prabowo-Hatta karena alasan profesional. Sebagai TNI dan pernah mendapat pendidikan politik, menilai pasangan Prabowo-Hatta mampu membangun pemerintahan yang baik," ungkap Jenderal (Purn) TNI Djoko Santoso pada deklarasi Poros Pelajar Santri Indonesia (PPSI) di Tebet, Jakarta, Kamis (12/6/2014).

Poros Pelajar Santri Indonesia terdiri atas aliansi Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pemuda dan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU), Pelajar Islam Indonesia (PII), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Pelajar Persis, Pelajar Al Washliyah, dan Aliansi Alumni Pesantren se-Indonesia.

Menurut Jenderal (Purn) TNI Djoko Santoso, untuk menjadikan Indonesia negara besar sekaligus mewujudkan cita-cita pendiri bangsa, ia meyakini jika Prabowo-Hatta terpilih sebagai presiden dan wakil presiden selama lima tahun ke depan, dapat menjadikan rakyat Indonesia lebih cerdas dan lebih sejahtera.

Apalagi, sambung dia, dalam koalisi merah-putih, Prabowo-Hatta didukung oleh partai-partai politik yang memiliki 60 persen kursi di DPR RI. "Dengan dukungan 60 persen kursi parlemen, maka Prabowo-Hatta dapat membangun pemerintahan yang kuat dan stabil," tandasnya.

Dengan pertimbangan tersebut, Jenderal (Purn) TNI Djoko Santoso juga menerima tawaran menjadi Anggota Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

Dikabarkan sebelumnya, mantan Panglima TNI itu  Jenderal Purnawirawan TNI Djoko Santoso menyatakan dukungannya kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tanpa syarat.

Niat memenangkan Prabowo Subianto memang tidak setengah-setengah. Buktinya, pensiunan jenderal bintang empat itu langsung pro aktif. Dia mendirikan Djoko Santoso Center 328. Itu merupakan gabungan puluhan organisasi kemasyarakatan kebangsaan, keagamaan, pemuda, kedaerahan dan berbagai kelompok organisasi profesi.

"Dukungan saya ini tanpa syarat, saya mendukung karena komitmen, secara ideologis kita sama," kata Panglima TNI 2007-2009, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/6/2014).
Jenderal (Purn) TNI Djoko Santoso mengatakan, dirinya memiliki komitmen ideologi yang sama dengan Prabowo Subianto. Sebagai prajurit, dirinya mempercayai ideologi Pancasila tumbuh dalam Prabowo Subianto. Visi misi memajukan bangsa Prabowo Subianto, dinilai sejalan dengan pemikirannya.

Selain itu, sebagai prajurit ia memiliki pengalaman bertugas bersama dengan Prabowo Subianto. Saat Prabowo Subianto menjadi Komandan Batalyon (Danyon) Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad di Cilodong, Depok, Jawa Barat, Djoko Santoso menjadi Wakilnya. "Ia berani mengambil risiko untuk menyelamatkan bangsa dan negara. Bukan prajurit yang memilih diam saja, takut disangka ini itu. Tapi memang sejarah itu kan ditulis berdasarkan pemenang. Itu risiko," tegasnya.

Pertimbangan lainnya, lanjut Djoko Santoso, dirinya dan Prabowo Subianto sudah berteman sejak muda dan pernah sama-sama tinggal di Komplek Kostrad di Cilodong, Jakarta.

Jenderal (Purn) TNI Djoko Santoso menambahkan dirinya dan Prabowo Subianto sejak lulus dari Akabri sudah bertugas untuk menjaga keutuhan NKRI di daerah konflik. "Dari pengalaman saya sejak muda, `feeling` saya Prabowo dan Hata akan memenangkan pemilu presiden 2014," paparnya.

 

Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) TNI Djoko Santoso juga mendasak agar penyebar isu Babinsa diusut tuntas. Isu Babinsa jelang pilpres dinilai Joko Santoso adalah fitnah dan bentuk kampenye hitam.

Mantan Panglima TNI Jenderal TNI Purnawirawan Djoko Santoso mendesak Bintara Pembina Desa atau Babinsa yang melakukan intimidasi terhadap warga terkait pemilihan presiden (pilpres) segera diadili dan dihukum. Pasalnya tindakan tersebut sudah dalam kategori politik praktis, yang dilarang bagi TNI.

Pemilu presiden (pilpres) 9 Juli 2014 mendatang diikuti dua pasangan capres-cawapres yakni pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa serta pasangan calon presiden (capres) yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Gubernur DKI Jakarta ‘nonaktif’, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ dan calon wakil presiden (cawapres) yang mantan Wakil Presiden periode 2004-2009, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla. (jos/ant)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.011.062 Since: 05.03.13 | 0.1878 sec