Hukum

Polda Metro Jaya Duga 4 Guru Asing Lakukan Kekerasan Seksual Di JIS

Tuesday, 10 Juni 2014 | View : 1209

JAKARTA-SBN.

Kecurigaan muncul terhadap 4 guru asing di Jakarta International School (JIS) tersebut setelah polisi menerima laporan dari korban baru Jakarta International School (JIS) pada Selasa (3/6/2014) lalu. "Upaya pencekalan dengan pihak imigrasi adalah upaya preventif manakala orang-orang yang diduga terlibat itu diperiksa, tak ada hambatan untuk pemeriksaan," ungkap Direktur Krimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Drs. Heru Pranoto, M.Si., Selasa (10/6/2014), dalam acara diskusi 'Stop Kekerasan Anak' di Mabes Polri, Jakarta.

Kombes Pol. Drs. Heru Pranoto, M.Si. menegaskan, untuk menguatkan laporan korban dari hasil BAP saksi-saksi, penyidik polisi tengah memeriksa saksi korban untuk mencari bukti hukum dan alat bukti lainnya. "ini sekarang sedang dikerjakan," tegas Kombes Pol. Drs. Heru Pranoto, M.Si.

Namun, Kombes Pol. Drs. Heru Pranoto, M.Si. merahasiakan nama dan kewarganegaraan 4 tersangka baru yang tengah diperiksa itu. Begitu juga status pekerjaan mereka di JIS. Ia beralasan, dalam pemeriksaan polisi tak melihat asal negara, seperti diatur dalam KUHP. "Saya tidak sebutkan warga negara mana. Yang jelas itu dalam pemeriksaan. Kalau bicara (kerja sama ekstradisi) secara umum kan tidak semua negara ada aturan intelijen dengan negara kita. Dalam kasus ini kita tak melihat negara," paparnya.

Penyidik Polda Metro Jaya terus mendalami laporan korban kekerasan dan pelecehan seksual, DA, di sekolah Jakarta International School (JIS). Dugaan keterlibatan 4 guru JIS terungkap setelah orangtua korban baru, siswa TK JIS, DA, melaporkan kekerasan dan pelecehan seksual yang dialaminya ke polisi. Orangtua dari siswa TK JIS melaporkan bahwa putranya, DA (6), menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh gurunya. Laporan DA tertanggal 3 Juni 2014. Dia adalah siswa Taman Kanak-kanak (TK) JIS yang menjadi korban baru dugaan kekerasan seksual di lingkungan sekolah bertaraf internasional tersebut. “Dasar penetapan empat orang tersebut keterangan saksi, lalu pemeriksaan medis (korban)," jelasnya.

Laporan baru terkait kasus pencabulan di Taman Kanak-kanak Jakarta International School (JIS) mengindikasi pelaku adalah oknum guru. Setelah dilakukan penyelidikan, terduga pelaku mengerucut kepada empat orang guru berkewarganegaraan asing. "Yang diduga ada empat orang karena kami kroscek dari hasil pemeriksaan saksi korban maupun tersangka yang ada sebelumnya," urai mantan Dir Lantas Polda Kalimantan Barat (Kalbar), Irjen Pol. Drs. Dwi Priyatno, Senin (9/6/2014).

Kecurigaan terhadap 4 pengajar itu setelah DA menunjuk 4 foto sang guru. Penyidik Polda mencurigai, setidaknya ada 4 pengajar JIS yang diduga kuat terlibat setelah korban menunjuk empat foto sang guru. "Kami duga ada empat orang, namun saya belum mau sebut namanya. Ini belum jadi tersangka, (baru) masih terlapor," tandas Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Drs. Dwi Priyatno di Mapolda Metro Jaya, Senin (9/6/2014).

Irjen Pol Drs. Dwi Priyatno mengawali karier di kepolisian sebagai Kapolsektif Jatibarang, Indramayu, Jabar menolak mengungkap identitas keempat guru yang diduga terlibat dalam kasus kejahatan seksual tersebut karena masih dalam proses penyelidikan. "Selama belum ditetapkan sebagai tersangka, kami belum menyebutkan inisial," terang mantan Sesdit Lantas Polda Kalteng, Irjen Pol. Drs. Dwi Priyatno.

Irjen Pol. Drs. Dwi  Priyatno yang menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya mulai 18 Maret 2014 membantah kalau pihaknya disebut lamban menangani kasus JIS. Menurut dia, kasus ini perlu dan harus tetap hati-hati diperiksa. Sebab jika gegabah, akan membuat masalah menjadi kabur. "Kasus ini masih penyidikan, yang diduga ada beberapa orang yang menjadi bagian manajemen JIS. Termasuk guru saat ini sedang dikroscek," beber mantan Kapolda Jawa Tengah ini, Irjen Pol. Drs. Dwi Priyatno.

Meski begitu, lulusan Akpol 1982 ini, Irjen Pol. Drs. Dwi Priyatno mengatakan pihaknya harus tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Namun pihaknya juga memastikan telah mengirimkan surat kepada Imigrasi Jakarta Selatan untuk menunda deportasi guru yang diduga kuat sebagai pelaku. Hal itu untuk kepentingan penyidikan. "Pada waktunya akan kami periksa. Kita kerja sama dengan Imigrasi agar (mereka) tidak meninggalkan Indonesia. Tentunya kita memegang asas praduga tak bersalah," tegas mantan Atase Kepolisian KBRI Malaysia Irjen Pol. Drs. Dwi Priyatno.

Untuk pemeriksaan, polisi telah mengirimkan surat ke Imigrasi Jakarta Selatan untuk menunda deportasi guru yang diduga kuat sebagai pelaku. Untuk itu, lanjutnya, polisi telah mengirimkan surat kepada pihak Imigrasi agar menunda pemulangan kepada oknum guru tersebut. "Imigrasi telah disurati orang-orang yang diduga sebagai pelaku," tambahnya lagi.

Seperti diketahui, pihak Imigrasi akan mendeportasi 20 guru yang menyalahi izin tinggal. Ke-20 guru tersebut dipulangkan sejak Jumat (6/6/2014). Guru-guru tersebut akan dipulangkan ke negara masing-masing, di antaranya ke Amerika Serikat (AS), Australia, dan Afrika Selatan.

Laporan dengan korban DA ini merupakan yang kedua. Kejahatan seksual di TK JIS sebelumnya dialami oleh AK (6). Dalam kasus pertama ini, polisi menetapkan enam tersangka. Mereka adalah petugas kebersihan yang merupakan pegawai alih daya di sekolah itu.

Sementara itu, pihak JIS menyesalkan pemberitaan yang menyebutkan adanya guru JIS yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Penasihat Hukum JIS Harry Pontoh menegaskan, tuduhan itu dikeluarkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Pihaknya pun membantah tudingan itu dan yakin guru JIS tidak terlibat. "Kami sebelumnya sudah melakukan investigasi internal," jelas advokat Harry Pontoh saat konferensi pers di sebuah hotel di Jakarta, Senin (9/6/2014).

Menurutnya, sebagai lembaga perlindungan anak, KPAI bukan bertugas sebagai penyidik yang bisa memberikan penyataan kepada media tanpa ada bukti permulaan yang cukup.

Dengan adanya pemberitaan ini, diakuinya paling tidak ada 2 guru JIS yang marah dan geram. Kedua guru JIS tersebut meminta JIS mencari pengacara untuk membela. "Guru tersebut mengatakan pada kami pada saat rapat bahwa dia tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan," cetus advokat Harry Pontoh. Karenanya, JIS akan melaporkan KPAI ke polisi. Guru JIS, sambung pengacara Harry Pontoh, akan menyiapkan laporan karena guru JIS tersebut merasa tersakiti.

Selanjutnya dari 20 guru yang akan dideportasi, 4 di antaranya ditunda. Bahkan, dari 4 guru tersebut terdapat seorang guru wanita merasa keberatan dengan penundaan deportasi ini karena tak dapat pulang melihat ayahnya yang sedang kritis di Kansas, Amerika Serikat (AS). "Tuntutan hukum ditujukan pada pihak pelapor. Dengan adanya laporan ini dia (guru) secara pribadi menyesalkan, alasan kemanusiaan pun tidak ada," tukas pengacara Harry Pontoh. (jos/mer/tri)

See Also

Keppres Pilkada Serentak 27 Juni 2018 Sebagai Hari Libur Nasional
Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara
Jaksa KPK Tuntut Rita Widyasari Dihukum 15 Tahun Penjara
Densus 88 Antiteror Sergap Terduga Teroris JAD Di Cirebon
Anggota DPRD Kota Bogor Diamankan Polresta Bogor Kota
Densus 88 Antiteror Lumpuhkan Dua Terduga Teroris Di Depok
Polisi Siaga Jaga Sidang Vonis Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati
Polres Manggarai Barat Bekuk Pemerkosa 2 Turis Mancanegara
Babinsa Kodim 0716/Demak Evakuasi Sosok Mayat Berhelm Yang Gantung Diri
Kapolres Bogor Larang Anggotanya Ambil Jatah Libur
Buku Penerbit Yang Di Black List Pemerintah Malah Dibagikan Ke Sekolah-sekolah Di Jombang
4 Pegawai Bank Jatim Sudah Jadi Terdakwa
BPOM Minta Importir Tarik Sarden Kaleng Terindikasi Mengandung Cacing
Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
Ridho Rhoma Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Agar Tidak Melanggar, Kodim 0716/Demak Dapat Penyuluhan Hukum
KPK Tetapkan Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Sebagai Tersangka Suap
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Trans Semarang
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.829.810 Since: 05.03.13 | 0.2131 sec