Politik

Thamrin Amal Tomagola Nilai Jokowi Menguasai Podium Debat

JAKARTA-SBN.

Penampilan calon presiden (capres) yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Gubernur DKI Jakarta ‘nonaktif’ Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ dalam debat capres dan penyampaian materi visi-misi Jokowi-Jusuf Kalla (JK) yang disertai contoh-contoh konkret membantah isu-isu yang selama ini beredar di masyarakat bahwa Jokowi adalah presiden boneka.

Sosiolog dari Universitas Indonesia (UI), Dr. Thamrin Amal Tomagola, M.A., Ph.D. dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/6/2014), menanggapi penampilan Jokowi-JK dalam acara debat capres yang disiarkan sejumlah stasiun televisi, Senin (9/6/2014) tadi malam.

Karena punya konsep, demikian Thamrin Amal Tomagola, malam itu Jokowi dan Jusuf Kalla (JK) benar-benar menguasai podium tidak seperti lawan bicaranya.

“Ia benar-benar seperti singa asia, sementara Prabowo yang disebut-sebut macan asia justru tidak terlihat,” tegas Thamrin Tomagola.

Sosiolog ini memberikan apresiasi, sebab Jokowi dan Jusuf Kalla bisa saling melengkapi, sehingga kelak jika mereka terpilih menjadi presiden dan wakil presiden, keduanya akan menjadi pemimpin yang membumi, bukan pemimpin yang cuma pandai berpidato atau beretorika.

Alumnus Australian National University (ANU), Australia bidang demografi sosial pada tahun 1982 ini, Thamrin Amal Tomagola mencatat, saat berbicara dalam debat capres tersebut, baik Jokowi maupun Jusuf Kalla tetap berpijak di bumi dengan memberikan argumentasi berupa fakta-fakta. “Kita tentu berharap, mereka nantinya jika terpilih menjadi presiden dan wapres tetap mewujudkan apa yang dikatakan dan melahirkan karya-karya nyata yang dirasakan rakyatnya,” tandas alumnus University of Essex, Britania Raya bidang sosiologi media pada tahun 1990.

Masyarakat selama ini meragukan kemampuan mantan Wali Kota Solo ini, Jokowi dalam berkomunikasi, terutama saat di forum resmi. “Malam itu saya tidak melihat Jokowi seperti yang dikesankan banyak orang. Ia malah percaya diri dan bisa mengungkapkan visi, misi dan programnya dengan lancar. Isu dia tidak lihai berkomunikasi terbantah dengan sendirinya,” tambah Thamrin Amal Tomagola.

Dari sekian banyak materi yang disampaikan dalam debat, Thamrin Amal Tomagola menggarisbawahi keterangan Jokowi mengenai hubungan antara pemerintah pusat dan daerah dengan mekanisme anggaran, dan menyelesaikan semua masalah pemerintahan dengan cara yang sederhana, karena mantan Wali Kota Surakarta tersebut, Jokowi bertekad menyelesaikan dengan segera berbagai persoalan di pemerintahan.

“Saya lihat, Jokowi punya kemauan yang tulus dan tidak punya agenda tersembunyi. Inilah calon pemimpin yang diharapkan rakyat,” tegas alumnus FISIP UI pada tahun 1974 ini, Thamrin Amal Tomagola.

Sementara itu, calon presiden (capres) yang digadang-gadang oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto Djojohadikusumo yang lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951 ternyata sempat 'grogi' ketika melakukan debat terbuka capres cawapres untuk pertama kali. Pasalnya dalam debat ini dirinya langsung berdebat dengan lawannya, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’. "Saya kira untuk yang pertama kali bagus ya lumayan. Agak grogi juga sedikit," jelas lulusan terbaik Akademi Militer tahun 1974 usai debat terbuka di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Senin (9/6/2014).

Walaupun begitu, dirinya tetap percaya diri selama debat berlangsung. Karena dia menilai, debat yang dilakukan berjalan lancar. "Bagus tapi, lancar dan baik," tukas putra begawan ekonomi Indonesia Soemitro Djojohadikoesoemo dan cucu dari Raden Mas Margono Djojohadikusumo, anggota BPUPKI, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) yang merupakan bank komersial tertua dalam sejarah Republik Indonesia dimana didirikan pada tanggal 5 Juli tahun 1946 serta Ketua DPA pertama, Prabowo Subianto.

Sedangkan serangan pertanyaan yang dilakukan pasangan capres Jokowi, Jusuf Kalla (JK) mengenai kasus Hak Asasi Manusia (HAM), tidak membuat Prabowo Subianto bergeming. Pasalnya, dia telah mempersiapkan diri. "Ya harus siap diserang," tutup mantan Panglima Kostrad yang bertugas selama dua bulan sampai kejatuhan rezim Soeharto pada Mei 1998. (mer/tri/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.886.348 Since: 05.03.13 | 0.1434 sec