Politik

Prabowo Subianto Santai Tanggapi Tantangan Lomba Ngaji

Saturday, 07 Juni 2014 | View : 1674

JAKARTA-SBN.

Suhu politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 kian memanas. Isu kampanye hitam alias black campaign menjadi marak dilakukan.

Calon wakil presiden (cawapres) Jusuf Kalla (JK) mengaku tidak tahan mendengar fitnah terkait keislaman pasangannya, calon presiden (capres), Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’. Karenanya, ia mengusulkan agar Jokowi dan rivalnya, Prabowo Subianto beradu kemampuan membaca Al Quran.

Hal ini disampaikannya menanggapi pernyataan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta yang mengkritisi usulan lomba mengaji tersebut. Menurut Anis Matta, kemampuan membaca Al Quran bukanlah hal substantif dalam pemilihan presiden (pilpres).

"Lho siapa tuduh Jokowi bukan Islam yang baik? Nuduh orang bukan Islami, memfitnah orang jadi buktikan," tukas JK kepada wartawan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (30/5/2014).

Mantan Wakil Presiden periode 2004-2009 ini, JK mengatakan, dengan lomba mengaji antarcapres maka keraguan tentang keislaman Jokowi akan terjawab. Menurutnya, cara ini lebih baik daripada saling berdebat dan melempar fitnah.

Jika usulannya benar-benar terealisasi, maka JK yakin Jokowi pasti menang dari Prabowo Subianto. "Baca dua surat saja jangan banyak-banyak, Pak Jokowi pasti menang," ucap  Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini.

Menanggapi tentang isu black campaign yang ditujukan kepada pasangan Joko Widodo (Jokowi)-JK belum lama ini, istri Calon Wakil Presiden (Cawapres) Jusuf Kalla, Mufidah Kalla berpendapat itu hanya mencari kesalahan saja. Istri cawapres Jusuf Kalla (JK), Mufidah Kalla menanggapi santai isu miring dan kampanye hitam terkait capres Jokowi, pasangan JK. Mufidah Kalla menegaskan hal itu hanya mencari-cari kesalahan yang berakhir sia-sia. “Itu ini sajalah, hanya mencari-cari kesalahan saja. Semua orang kan sudah tahu bagaimana ya," jelas Mufidah Kalla saat menghadiri deklarasi komunitas green hijabers untuk Jokowi-JK di Gallery Cafe, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (27/5/2014).

Maka dari itu, menurut dia, sejauh ini pasangan Jokowi-JK tak terganggu dengan sejumlah isu kampanye hitam belakangan ini. Hal demikian dikatakannya terkait isu kampanye hitam yang meragukan ke-Islaman Jokowi.

Pada kesempatan ini, Mufidah Kalla juga menyampaikan pesan JK atas tanggapan kampanye hitam ini. Yakni, untuk sama-sama mengadu ngaji antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo. "Tidak ya. Dan juga ini Pak JK bilang dituduh yang tidak-tidak. Pak Jokowi ini, beliau akan mengadakan pertandingan mengaji antara Jokowi dan Prabowo. Saya bilang gitu. Itu tidak benar (black campaign)," cetusnya.

Sementara itu, calon presiden (capres) Prabowo Subianto menanggapi santai tantangan lomba membaca Al Quran antara dirinya dan calon presiden (capres) Ir. H. Joko Widodo yang kembali dilontarkan calon wakil presiden 'kubu lawan' Jusuf Kalla.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut, Prabowo Subianto belum bisa memperkirakan siapa yang lebih baik jika dirinya diadu lomba membaca Al Quran dengan Jokowi. Namun, ia yakin cara membaca Al Quran seorang JK bakal lebih baik dari dirinya. "Yah.., pasti Pak JK lebih bagus lah, beliau kan Ketua Dewan Masjid," terang Prabowo Subianto di Jakarta, Sabtu (7/6/2014) malam.

Seperti diberitakan sebelumnya, JK terpaksa mengusulkan digelarnya lomba membaca Al Quran antar-capres setelah Jokowi selaku capresnya diragukan keislamannya melalui penyebaran kabar di dunia maya.

Prabowo Subianto bingung mengapa sampai ditantang lomba membaca Al Quran dalam proses pemilihan presiden (Pilpres) ini. Sebab, ia sendiri merasa tidak pernah mengaku-ngaku hebat membaca Al Quran. "Kenapa, kenapa..? Jelas lebih baik orang lain, saya kan tidak mengatakan saya hebat," jawab Prabowo Subianto saat seorang wartawan menanyakan kembali perihal tantang membaca Al-Quran dari JK itu. (tri/mer/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.994.227 Since: 05.03.13 | 0.2164 sec