Politik

Survei Cyrus Network Tunjukkan Prabowo-Hatta Sulit Kejar Elektabilitas Jokowi-Jusuf Kalla

JAKARTA-SBN.

Direktur eksekutif Cyrus Network (CN), Hasan Nasbi, memprediksi sulit bagi pasangan calon presiden (capres) yang digadang-gadang oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dan calon wakil presiden (cawapres) yang juga mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia sejak 22 Oktober 2009, Ir. M. Hatta Rajasa mengejar elektabilitas pasangan calon presiden (capres) yang diusung oleh poros Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Gubernur DKI Jakarta ‘nonaktif’, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ dan calon wakil presiden (cawapres) yang juga mantan Wakil Presiden periode 2004-2009, Drs. Muhammad Jusuf Kalla sampai masa pencoblosan pemilu presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 mendatang.

Direktur Eksekutif Cyrus Network (CN), Hasan Nasbi mengatakan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terancam kehabisan waktu untuk bisa ungguli pasangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK).

Pasalnya  sisa waktu yang hanya sekitar tiga  minggu, menurut hasil suvei, akan sulit bagi pasangan nomor urut 2 itu membuat perubahan yang berarti, jika kejutan baru direncanakan hari ini. Kalau pun pasangan nomor satu itu ingin menyiapkan kejutan, akan sulit jika hal itu baru disiapkan sekarang.

“Mempertimbangkan sisa waktu yang hanya sekitar tiga minggu lagi, sulit bagi Prabowo untuk membuat perubahan berarti, jika kejutan itu baru direncanakan sekarang, hari ini," ungkap Hasan Nasbi, dalam Rilis Survei Cyrus Network, Disebuah Restoran D’Consulate, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Selasa (10/62014).

Hasan Nasbi mengatakan, ada 30 persen pemilih mengaku mempertimbangkan dapat sebagai preferensi untuk menetapkan pilihan. Bahkan, kata Hasan Nasbi lagi, mereka bisa saja berubah pilihan setelah menonton debat. "Hal ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh kedua capres untuk memperlebar selisih suara, atau sebaliknya memperkecil selisih suara," beber Hasan Nasbi.

Ia menyebutkan, untuk Prabowo Subianto, adanya 30 persen pemilih yang mempertimbangkan debat ini peluang besar. Sebab jarak elektabilitas antara mantan Pangkostrad ini dengan Jokowi hanya tersisa 12,5 persen.

Namun sayang, sepertinya gagal dimanfaatkan pada acara debat putaran pertama.

Menurutnya, karena tidak ada kejutan berarti dari Prabowo Subianto dalam debat tadi semalam, maka prediksi Cyrus Network (CN) hari ini angka perolehan suara elektabilitas Jokowi-Jusuf Kalla sebesar 53,6 persen dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sebesar 41,1 persen tidak akan berubah jauh.

Seperti diberitakan, survei Cyrus Network (CN) pada 25-31 Mei 2014 menunjukkan elektabilitas Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sebesar 41,1 persen dan Jokowi-Jusuf Kalla sebesar 53,6 persen. Survei terbaru ini merekam unidentified voters tinggal sekitar 5 persen. "Survei tersebut diselenggarakan pada tanggal 25-31 Mei 2014. Ini merupakan kelanjutan dari survey berkala yang dilakukan oleh Cyrus Network," terang Hasan Nasbi.

Hasan Nasbi menyebutkan, dalam suvei terbaru, angka unidentified voters tinggal 5 persen. Dari 5 persen tersebut, preferensi mereka tetap bisa dipetakan dengan instrumen lanjutan.

Sekitar 29 persen cenderung memilih Jokowi-Jusuf Kalla (JK), sementara 0,8 persen cenderung memilih Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, dan sisanya tetap merahasiakan pilihan.

Disamping itu, pihaknya mengakui kalau Prabowo Subianto sejauh ini mengalami peningkatan suara secara signifikan. Direktur Eksekutif Cyrus Network, Hasan Nasbi mengakui, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sejauh ini memang mengalami peningkatan suara signifikan, namun tetap belum mampu memotong elektabilitas Jokowi-Jusuf Kalla.

Namun hal tersebut selalu dibuatkan grafik, seperti masih sulit untuk memotong grafik elektabilitas Jokowi-JK. "Berhubung baru kali ini kami menguji dua pasangan ini, maka kami terpaksa membandingkan elektabilitas pertanyaan terbuka antara Jokowi dengan Prabowo," jelasnya.

Ia menambahkan, pada periode November 2013-Februari 2014, hingga Mei 2014, elektabilitas Prabowo Subianto pada pertanyaan terbuka meningkat 11 persen menjadi 16 persen, dan sekarang 38 persen. "Pada periode November 2013-Mei 2014 elektabilitas Prabowo meningkat dari 11 persen menjadi 16 persen dan sekarang 38 persen, kenaikan ini sangat drastis," papar Hasan Nasbi dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (10/6/2014).

Kenaikan ini drastis. Namun hal yang sama juga dialami oleh Jokowi. Pada periode yang sama Jokowi mendapatkan angka elektabilitas terbuka sebesar 28 persen, 27 persen, dan 51 persen. Sementara itu, sambung Hasan Nasbi, pada periode yang sama elektabilitas Jokowi sebesar 28 persen, 27 persen, dan 51 persen. “Jadi kedua tokoh ini sebenarnya sama-sama mengalami kenaikan, terutama setelah kandidat mengerucut menjadi 2 pasangan saja," imbuhnya.

Oleh sebab itu, dengan mempertimbangkan sisa waktu yang hanya sekitar tiga minggu lagi, sulit bagi Prabowo Subianto-Hatta Rajasa untuk membuat perubahan berarti, jika kejutan itu baru sekarang.

Jokowi-JK bisa memperoleh angka sedikitnya 56,5 persen. Sedangkan, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sejauh ini dengan potensi suara sekitar 43,5 persen. "Angka akhir kompetisi ini dapat diprediksi Jokowi-JK memperoleh sedikitnya 56,5 persen dan Prabowo-Hatta 43,5 persen," urainya.

Sebanyak 1.500 responden di 33 provinsi diwawancara tatap muka dalam survei ini. Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling, dengan margin error +/- 2,6 persen. (mer/jos/tri)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.886.227 Since: 05.03.13 | 0.1541 sec