Politik

Tujuh Provinsi Strategis Rebutan Capres Jokowi Dan Prabowo

Wednesday, 04 Juni 2014 | View : 848

JAKARTA-SBN.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melansir survei  terbaru mengenai pertarungan wilayah strategis di Indonesia bagi calon presiden (capres) yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Gubernur DKI Jakarta ‘non aktif’, Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ dengan calon wakil presiden (cawapres) yang mantan Wakil Presiden periode 2004-2009, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla berhadapan dengan calon presiden (capres) yang digadang-gadang oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto dengan calon wakil presiden (cawapres) mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Ir. M. Hatta Rajasa.

Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebutkan, pasangan nomor urut satu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa akan memenangi suara di wilayah provinsi DKI Jakarta dan Banten.

Sementara itu, pasangan Jokowi-JK akan mengalahkan suara Prabowo-Hatta di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Jawa Barat yang dianggap sebagai wilayah teritori strategis dari 33 provinsi yang ada di Indonesia.

Melansir survei terbaru mengenai pertarungan wilayah strategis di Indonesia bagi capres-cawapres Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK.

Dari tujuh wilayah strategis yang disurvei, yaitu provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Banten dan Sulawesi Selatan, Jokowi-JK menang di lima wilayah, sedangkan Prabowo-Hatta hanya menang di dua wilayah. “Jokowi-JK menang di lima provinsi strategis, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Banten, dan Sulawesi Selatan. Sementara itu, Prabowo memenangkan wilayah DKI Jakarta dan Banten,” ungkap peneliti LSI, Rully Akbar, di kantor LSI, Jakarta, Rabu (4/6/2014).

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Rully Akbar menjelaskan tujuh provinsi strategis mewakili 70% populasi pemilih nasional. "Tujuh provinsi strategis mewakili 70 persen populasi pemilih nasional," papar peneliti LSI, Rully Akbar di kantor LSI Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (4/6/2014).

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Rully Akbar menyebutkan, di provinsi Jawa Barat, pemilih Jokowi-JK mencapai 39,06 persen sedangkan Prabowo-Hatta mencapai 29,96 persen. Berbeda dengan perolehan DKI Jakarta, Prabowo-Hatta meraih 35,00 persen sementara Jokowi-JK kalah tipis di angka 30,66 persen.

Sementara itu, Prabowo-Hatta juga menggungguli Jokowi-JK di daerah Banten dengan persentase 33,53 persen. Untuk Jokowi-JK mendapatkan 26,25 persen total suara.

Di provinsi Jawa Tengah, sebagai kandang pendukung PDIP, Jokowi-JK menang telak perolehan suara 38,57 persen. Prabowo-Hatta hanya mendapatkan 15,54 persen.

Kemenangan telak juga terjadi di provinsi Sumatra Utara, Jokowi-JK meraih 48,16 persen total suara berbanding 16,38 persen total suara untuk Prabowo-Hatta.

Jokowi-JK juga mampu unggul di Jawa Timur, yakni daerah dengan basis NU terbanyak, dengan perolehan 31,71 persen berbanding 21,49 persen untuk Prabowo-Hatta.

Di kandang Jusuf Kalla, Jokowi-JK juga menang jauh atas Prabowo-Hatta dengan persentase 43,75 persen berbanding 19,25 persen.

Pengaruh kampanye hitam yang belakangan menimpa Ir. H. Joko Widodo yang akrab disapa ‘Jokowi’ dinilai mampu membuat pemilih di daerah perkotaan menetapkan suaranya untuk Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. “Pengaruh black campaign ini sepertinya memberi dampak di perkotaan, seperti daerah Jakarta dan Banten sehingga Prabowo-Hatta unggul di daerah ini,” terang Rully Akbar di Jakarta, Rabu (4/6/2014).

Hasil Survei LSI

Provinsi                        Prabowo          Jokowi

                                    Hatta                JK

Jawa Barat                   29,96%            39,06%

DKI Jakarta                 35,00%            30,66%

Banten                          33,53%            26,25%

Jawa Tengah                15,54%            38,57%

Sumatera Utara            16,38%            48,16%

Jawa Timur                   21,49%            31,71%

Sulawesi Selatan           19,25%            43,75%

Pengumpulan data dilakukan antara 1-9 Mei 2014 dengan melibatkan 2.400 jumlah responden. Ada pun, tingkat swing voters atau pemilih mengambang pada survei kali ini masih berkisar antara 30,98 persen-46,80 persen. (ia/jos)

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.994.134 Since: 05.03.13 | 0.1514 sec