HAM

Ahmadiyah Tolak Manifesto Partai Gerindra

Tuesday, 27 Mei 2014 | View : 696

JAKARTA-SBN.

Amir Nasional (Ketua Umum) Pengurus Besar Jamaah Ahmadiyah Indonesia Abdul Basit menolak manifesto Partai Gerindra yang menyerukan pemurnian agama.

Dia menilai manifesto partai yang mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) itu akan membuat negara bertambah kacau. Alasannya, Indonesia memiliki banyak golongan minoritas yang termarginalkan. “Misalnya Ahmadiyah diberangus, kemudian nanti akan merembet ke yang lain," katanya, Selasa (27/5/2014).

Pemberangusan itu, sambung dia, merupakan contoh sikap tak menghargai hal yang sudah dijadikan sebagai dasar negara oleh para pendiri bangsa.

Manifesto Gerindra menyebutkan negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama atau kepercayaan. Namun pemerintah atau negara wajib mengatur kebebasan dalam menjalankan agama atau kepercayaan. Negara juga dituntut menjamin kemurnian ajaran agama yang diakui oleh negara dari segala bentuk penistaan dan penyelewengan.

Amir Nasional Jamaah Ahmadiyah Indonesia Abdul Basit mempertanyakan dasar penilaian murni-tidaknya suatu agama atau kepercayaan. Meski demikian, ia mengatakan pengeluaran manifesto merupakan hak setiap kubu pengusung calon presiden (capres).

Dasar itulah yang dijadikan pedoman Ahmadiyah dalam menentukan pilihan soal calon presiden. Namun Abdul Basit tidak mau menyebut nama calon presiden yang akan dia pilih. "Kami akan memilih capres yang mendukung Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, yang berusaha melindungi golongan minoritas," tegasnya.

Dia yakin suara jemaahnya tak akan terpecah. "Kalau saya bilang A, semua mesti A," ujarnya. Jemaah Ahmadiyah, lanjut dia, diperintahkan untuk tak golput dalam pemilihan nanti. (tem)

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Kapolri Larang Ibadah Di Rumah
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.542.075 Since: 05.03.13 | 0.1453 sec