HAM

Hashim Djojohadikusumo Sebut 76 Pegawai Beragama Kristen Di Kementan Dipecat

Monday, 02 Juni 2014 | View : 2401

JAKARTA-SBN.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Hashim Djojohadikusumo tidak membantah pernyataannya di situs YouTube mengenai pemecatan karyawan beragama Kristen di Kementerian Pertanian (Kementan) yang dipimpin kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) selama sembilan tahun terakhir.

Bahkan, adik calon presiden (capres) yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto ini mengoreksi jumlah pegawai Kementerian Pertanian (Kementan) yang dipecat gara-gara agamanya itu.

Dalam video yang direkam pada Juli 2013, Hashim Djojohadikusumo menyebut 73 orang. "Bukan 73, tapi 76," ungkapnya kepada wartawan seusai berbicara tentang energi di Grand Sahid Jaya Hotel, Jl. Jenderal Sudirman Kav. No.86, Jakarta Pusat, pada Senin (2/6/2014). 

Ia juga mengatakan sikap Partai Keadilan Sejahtera yang memecat 76 karyawan di Kementerian Pertanian selama sembilan tahun ini tidak bisa didiamkan. Menurut Hashim Djojohadikusumo, yang juga putra bungsu begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo, tindakan intoleransi PKS tidak bisa didiamkan. "Itu tidak bisa ditoleransi, tidak bisa diterima," ucapnya.

Ia menegaskan kembali sikap Partai Gerindra yang terus memperjuangkan hak-hak kaum minoritas dan marjinal. Hashim Djojohadikusumo lantas merujuk pada dirinya sendiri. "Saya kan minoritas. Saya orang Kristen. Masak kami akan toleransi begitu," tutur Hashim Djojohadikusumo.

Hashim Djojohadikusumo menegaskan Partai Gerindra akan membela nasib dan perlindungan hukum terhadap kaum minoritas, baik pemeluk agama, suku, maupun ras. "Kami akan menegakkan hukum. Di Indonesia tidak boleh ada diskriminasi," katanya.

Karena itu, pemerintah harus ada kemauan kuat agar tidak terjadi diskriminasi. “Ini yang saya maksudkan dengan kemauan politik. Pemerintah Indonesia harus menghentikan diskriminasi semacam ini," kata Hashim Djojohadikusumo dalam video tersebut.

Saat menghadiri acara USINDO Washington Special Open Forum Luncheon yang berlangsung di Washington, D.C., pada 17 Juli 2013, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengkritik keras Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kritik itu dilontarkan saat Hashim Djojohadikusumo menjawab pertanyaan salah satu peserta forum soal radikalisme di Indonesia.

Awalnya, Hashim Djojohadikusumo menjawab untuk menyelesaikan radikalisme di Indonesia harus ada tindakan politik tegas dari pemerintah Indonesia. Pemerintah harus berani menghentikan radikalisme di Indonesia.

Berdasarkan video yang diunggah di YouTube oleh akun GerindraTV pada 14 Oktober 2013, Hashim Djojohadikusumo menyebut sikap PKS yang memecat 73 karyawan Kristen di Kementerian Pertanian (Kementan) selama sembilan tahun sebagai tindak diskriminasi. “Saya beri satu contoh. Di Kementerian Pertanian, yang dikuasai PKS, 73 PNS beragama Kristen sudah dipecat dalam sembilan tahun terakhir dan belum ada penggantinya. Bahkan sekarang ini tidak ada lagi satu pun PNS beragama Kristen di Kementerian Pertanian. Itu pasti berarti sesuatu kan? Jika ini dibiarkan. Anda paham maksudnya kan?" kata Hashim Djojohadikusumo kala itu.

Sejak tahun 2004, pos Kementerian Pertanian memang diisi oleh kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pada kabinet SBY periode 2004-2009, posisi Menteri Pertanian Republik Indonesia Dalam Kabinet Indonesia Bersatu I, masa bakti 2004-2009 diisi oleh Dr. Anton Apriyantono.

Dan periode kedua 2009-2014, posisi Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI) ke-25 sejak 22 Oktober 2009 diisi oleh Ir. H. Suswono, MMA.

Dalam acara itu, Hashim Djojohadikusumo juga menegaskan bahwa calon presiden (Capres) Prabowo Subianto tidak anti asing. Bahkan Hashim Djojohadikusumo menegaskan Prabowo Subianto pro Amerika Serikat.

Pernyataan Hashim Djojohadikusumo ini beredar luas di Youtube diunggah oleh akun Dwiko Sulistyo dengan judul “Hashim Djojohadikusumo Memaparkan Visi Partai Gerindra” di USINDO Washington Special Open Forum Luncheon.

Pada 1 Juni 2014 diunggah dua versi pidato Hashim Djojohadikusumo di forum dalam acara USINDO Washington Special Open Forum Luncheon lembaga kerja sama USA-Indonesia di Washington, DC, Amerika, pada 17 Juli 2013. Sampai sekitar pukul 13.00 WIB sehari kemudian, sudah 3.000 lebih yang mengakses. (tem)

See Also

Viral Surat Edaran RW Di Surabaya Menghebohkan
Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.997.241 Since: 05.03.13 | 0.2702 sec