HAM

Kapolri Larang Ibadah Di Rumah

Tuesday, 03 Juni 2014 | View : 4656

JAKARTA-SBN..

Sekretaris Dewan Nasional Setara Institut Antonius Benny Susetyo menilai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (RI) ke-22, Jenderal Pol Drs. Sutarman tidak mengerti peraturan karena melarang rumah dijadikan sebagai tempat ibadah. Menurut peraturan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri, rumah dapat digunakan untuk ibadah keluarga.

"(Pernyataan Kapolri) itu salah. Peraturan bersama Menag dan Mendagri, ibadah keluarga itu boleh dilakukan di rumah," cetus Benny Susetyo seusai acara bertajuk "Pluralitas Masyarakat Menuju Indonesia Satu" di Universitas Atma Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2014).

Benny Susetyo mengatakan, peraturan yang dimaksud adalah Peraturan Bersama Menag dan Mendagri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 tentang Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Rumah Ibadah. Peraturan itu mengatur ibadah terbagi menjadi dua, yaitu ibadah permanen dan ibadah keluarga. Ibadah keluarga di antaranya adalah doa rosario, seperti yang digelar di Sleman, DI Yogyakarta, ketika sekelompok orang kemudian melakukan penyerangan, Kamis (29/5/2014). Bentuk ibadah keluarga lainnya adalah tahlilan, upacara kelahiran, dan upacara kematian.

Benny Susetyo menuturkan, ketidakpahaman pejabat negara terhadap peraturan itulah yang menyebabkan kekerasan atas nama agama marak terjadi.

Lagi pula, sambung dia, tanggung jawab kepolisian adalah menegakkan hukum atas tindakan kekerasan yang dilakukan orang. "Ranah agama bukan ranah kepolisian. Itu persoalan kekerasan, bukan persoalan agama," tegas Benny Susetyo.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Sutarman angkat suara terkait dua kasus bernuansa SARA yang terjadi di Yogyakarta pada Kamis (29/5/2014) dan Minggu (31/5/2014). Yakni kasus pembubaran dan penganiayaan jemaat Katolik Roma yang terjadi di Kompleks Perumahan STIE YKPN, Ngaglik, Sleman dan kasus perusakan bangunan di Dusun Pangukan, Desa Tridadi, Sleman yang dipakai umat Kristen untuk menjalankan kebaktian. “Pelakunya tentu harus ditangkap. Satu kejadian (di YKPN) satu pelakunya sudah ditangkap. Untuk mencegah kejadian serupa saya menghimbau agar rumah tidak digunakan sebagai tempat ibadah. Pengawasannya sulit," ungkap mantan Kapolda Metro Jaya, Jenderal Polisi Drs. Sutarman pada wartawan Senin (2/6/2014).

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) Jenderal Polisi Drs. Sutarman mengimbau agar rumah tidak digunakan sebagai tempat ibadah dengan alasan pengawasan sulit. Hal itu dikatakannya saat ditanya soal penegakan hukum terkait penyerangan rumah Direktur Penerbitan Galang Press Julius Felicianus oleh sekelompok orang berjubah gamis, Kamis (29/5/2014) malam. Penyerangan terjadi ketika rumah tersebut dipakai untuk ibadat doa rosario.

Kalau  rumah tidak boleh dibuat ibadah, hal ini tentunya berlaku juga bagi mayoritas di masyarakat muslim yang menggelar pengajian dirumah-rumah. Mantan Kapolda Jabar, Jenderal Polisi Drs. Sutarman menjawab, "Yang saya maksud rumah tidak boleh dijadikan tempat ibadah itu adalah jika rumah berfungsi sebagai tempat ibadah rutin. Seperti misalnya salat jumat rutin, kebaktian rutin, itu yang tidak boleh."

Seperti diberitakan sebelumnya, Yogyakarta dengan semboyannya "Yogya Berhati Nyaman" itu dirudung aksi kekerasan beruntun. Yang terjadi pada Minggu (1/6/2014) siang adalah saat puluhan orang merusak sebuah bangunan di Dusun Pangukan yang dipakai sejumlah umat Kristen untuk menjalankan kebaktian.

Bangunan yang dirusak itu milik seorang pendeta. Kejadian itu bermula saat pendeta dan sejumlah jemaahnya menjalankan ibadah di bangunan itu namun setengah jam kemudian belasan warga datang untuk memprotes kegiatan itu.

Warga protes karena mengklaim bangunan itu tidak mendapat izin sebagai gereja dan sejak tahun 2012 bangunan itu telah disegel oleh Pemerintah Kabupaten Sleman.

Tapi protes massa ini berujung kekerasan saat massa yang mengenakan kain penutup wajah itu melempari bangunan tersebut. Mereka juga memukuli bangunan itu dengan palu.

Anehnya puluhan polisi dan tentara yang berjaga tak berbuat banyak dan hanya berupaya mengimbau massa untuk menghentikan perusakan.

"Saya memerintahkan kasus itu juga ditindak penyerangnya," tegas mantan Kaselapa Lemdiklat Polri (2008-2010) Jenderal Polisi Drs. Sutarman.

Diberitakan sebelumnya, massa berbaju gamis menerobos rumah Direktur Penerbitan Galang Press Julius Felicianus di rumah Julius Felicianus berlokasi di kompleks perumahan STIE YKPN Nomor 07 Desa Tanjungsari, Kelurahan Sukoharjo Kecamatan Ngaglik, Sleman saat para jemaat Katolik Roma sedang menggelar Doa Rosario dalam rangka bulan suci Maria yang jatuh pada bulan Mei.

Julius Felicianus yang saat itu sedang di kantor bergegas pulang namun setiba di rumah dia malah dianiaya. Selain itu jemaat lain yang sedang berdoa juga dianiaya.

Pekerja media untuk Kompas TV wilayah DIY, Michael Ariawan yang datang meliput juga tak luput dipukul oleh penyerang dan handycam miliknya dirampas. (kom/jos)

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Tujuh Gereja Di Cianjur Diancam Ditutup Paksa
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.067.008 Since: 05.03.13 | 0.2634 sec